Gelap
Kecepatan: 1.0x
Status: Siap
×

Bantuan pengaturan pemutaran

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tapi tetap tidak bisa putar, cek pengaturan Ponsel/PC Anda.
Pastikan mesin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin Anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lainya

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Keluaran Teks-ke-Suara.
Jika tidak ada, Pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih text-ke-suara atau text-ke-ucapan, atau yang mirip itu.
Untuk menambahkan bahasa, klik ikon gear โš™ > install data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan/Konten lisan
Atau pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "konten yang di ucapkan/konten lisan" enter
Untuk tambahkan bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple (๏ฃฟ) > Pengaturan Sistem > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mulai > Pengaturan > Waktu & Bahasa > Ucapan atau Speech.
Windows 7 & 8
Control Panel > Ease of Acces > Speech Recognition > Text to Speech
Windows XP
Start > Control Panel > Sounds, Speech, and Audio Devices > Speech
Windows 2000 & ME
Start > Settings > Control Panel > Speech
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Harap cari pengaturan untuk aktifkan text-to-speech di mesin pencari, seperti Google, Bing, dll

Catatan Untuk saat ini, halaman ini bekerja sesuai mesin dari perangkat anda.
Jadi suara yang di hasilkan, mengikuti mesin TTS dari perangkat anda.

Pondok Terpencil

. . Dhea mengerang sadarkan diri.
Kepalanya seakan-akan ingin pecah.
Ia berusaha mengingat apa yang telah terjadi tapi tidak berhasil.
Ia ingat pergi ke sebuah pesta dan bertemu dengan laki-laki kurus dan berusaha mendekatinya.
Akhirnya ketika Dhea bosan ia pergi meninggalkan pesta tadi.
Ia sedang berjalan menuju mobilnya ketika segalam tiba-tiba menjadi gelap.
Dhea bangun dan duduk, sadar dirinya ada di sebuah bale-bale di sebuah rumah sederhana.
Tidak ada lampu satupun tapi ia bisa melihat cahaya datang dari ruangan sebelah dan mendengar suara-suara.
Seseorang masuk ke dalam ruangan itu dan berkata, โ€œSudah waktunya lo bangun cewek manis! Kita udah lama nunggu nggak sabar bersenang-senang sama lo!โ€ Kemudian laki-laki itu berkata bahwa Dhea telah disergap dari belakang dan kepalanya dipukul hingga pingsan dan dibawa. ke sebuah rumah kecil di dekat Pelabuhan Ratu, di sebuah desa kecil jauh dari manapun.
Laki-laki itu mendekati Dhea dan berkata bahwa ia dan teman-temannya tidak segan-segan membunuhnya jika ia tidak menuruti semua perintah mereka.
Mereka akan menyiksa Dhea dulu dan akan butuh waktu lama dan menyakitkan sebelum ia bisa mati.
Ketakutan, Dhea berkata ia akan menuruti semua perintah mereka, dan laki-laki itu tersenyum.
โ€œOke, masuk ke ruangan itu dan buka pakaian lo, semuanya!โ€ Dhea berjalan perlahan masuk ke ruangan sebelah, masih pusing akibat pukulan di kepalanya.
Nafas Dhea tersentak ke ia masuk ke ruangan itu.
Ada 12 laki-laki di dalam ruangan itu.
Semuanya berbadan besar dan kekar, melihat penampilannya mereka adalah buruh pelabuhan atau pabrik yang kasar.
Mereka semuanya adalah laki-laki paling besar yang pernah dilihat oleh Dhea! Mereka mulai bersiul dan berkomentar sambil berseru kagum dan memanggil Dhea dengan julukan jorok ketika Dhea mulai melepaskan pakaiannya.
Ketika buah dada Dhea yang kecil tapi padat dan bulat terlihat, ia bisa melihat seluruh penis laki-laki itu langsung menegang.
Dan ketika vagina Dhea terlihat jelas, Dhea merasa dirinya akan mati ketakutan ketika melihat tatapan penuh nafsu dari wajah-wajah beringas di hadapannya.
Ia sangat ketakutan membayangkan apa yang akan terjadi pada dirinya.
Laki-laki pertama maju mendekatinya.
Ia bertubuh hitam.
Ia meremas buah dada Dhea dan menyuruhnya untuk berkeliling dan mengulum penis setiap orang di ruangan itu.
Wajah Dhea memerah ketika ia mendekati laki-laki yang pertama.
Laki-laki itu langsung memasukan penisnya ke dalam mulut Dhea dan langsung memompa keluar masuk di mulut Dhea.
Dhea sendiri mulai tersedak dan batuk, tapi laki-laki itu tanpa peduli mendorong penisnya masuk hingga tenggorokan.
Ia mengerang dan berejakulasi.
Dhea merasakan mulutnya terisi oleh semburan sperma yang hangat dan lengket, dan ia berusaha untuk menelan semuanya, tapi sperma itu tetap mengalir keluar dari sudut mulutnya, mengalir ke dagunya.
Semua laki-laki itu tertawa ketika Dhea merangkak mendekati laki-laki berikutnya.
Semua sudah begitu terangsang membayangkan mulut Dhea di penis mereka, sehingga tidak ada yang bisa bertahan lama.
Satu persatu dari mereka bergantian mengusapkan penis mereka pada wajah, hidung serta bibir Dhea.
Mereka bergantian memaksa Dhea mengulum dan menjilati penis mereka.
Sekitar 40 menit kemudian, Dhea telah menelan 12 semburan sperma dan di wajahnya menempel sisa-sisa sperma yang tidak berhasil ia telan.
Lalu seorang dari mereka mendekat dan menyuruhnya bertumpu pada lutut dan tangannya.
Dhea berpikir dengan posisi merangkak seperti itulah dirinya akan mulai diperkosa dari belakang, tapi jantungnya seperti berhenti berdenyut ketika mendengar laki-laki itu berkata, โ€œSiapa yang mau pertama kali ngerasain pantat bintang film kita ini?โ€.
Sebelum Dhea sadar apa yang akan terjadi, Dhea merasakan sebuah kepala penis besar menempel di liang anusnya yang sempit dan kecil.
Laki-laki dibelakangnya mendorong keras dan Dhea langsung menjerit kesakitan.
Laki-laki yang lain tertawa senang melihat liang anus Dhea membuka dipaksa dimasuki oleh penis yang besar itu.
Laki-laki itu bergerak cepat dan brutal, ber-ejakulasi di dalam anus Dhea memberika pelumas untuk laki-laki selanjutnya.
Ketika laki-laki selanjutnya sedang memperkosa anus Dhea, laki-laki yang lain memegang salah satu dari kaki Dhea dan menariknya.
Kemudian ia menggosokan penisnya ke telapak kaki Dhea yang berkerut dan mengejang menahan sakit.
Laki-laki itu terus menggosokan penisnya ke telapak kaki hingga jari-jari kaki Dhea yang kukunya dicat merah menyala, sementara semua laki-laki di ruangan itu bergantian mencoba anusnya.
Beberapa laki-laki yang lain berlutut di depan Dhea dan mengocok senjata mereka di muka Dhea.
Dan ketika laki-laki di hadapannya mulai menyemburkan sperma mereka ke wajah Dhea, laki-laki yang ada di pantatnya menarik penisnya dan sedetik sebelum ia ejakulasi, ia mendorong penisnya masuk ke dalam vagina Dhea yang perawan.
Semburan demi semburan mengisi lubang kewanitaan Dhea dengan sperma.
Dhea mulai menangis menyadari dirinya bisa hamil oleh mereka.
Sementara itu laki-laki yang menggunakan kakinya menggosok-gosok makin cepat dan keras.
Ia berteriak, โ€œAahh.., gue kelluarr.., gue kkeluaar..!โ€ Air mani langsung tersembur ke telapak kaki Dhea dan mengalir membasahi jari-jari kakinya.
Selanjutnya semua 12 orang itu mendapat giliran menggunakan anus Dhea untuk memuaskan nafsu mereka, bergantian mereka menampar dan memukul pantat Dhea sambil tertawa senang melihat lubang anus Dhea membesar.
Mereka menjulukinya Dhea Si Lubang Besar.
Laki-laki yang terakhir juga memasukan tangannya hingga pergelangan ke dalam anus Dhea.
Dhea menjerit dan menjerit ketika tangan laki-laki itu masuk ke dalam anusnya.
Kemudian mereka semua memerintahkan agar Dhea menjilati penis mereka hingga bersih.
Perut Dhea terasa mual tapi ia tetap menurut perintah mereka dengan harapan mereka akan puas dan meninggalkan dirinya.
Yang selanjutnya terjadi adalah, mereka menarik tubuh Dhea dan diseret keluar, untuk pertama kalinya Dhea sadar dirinya berada di tempat terpencil dari keramaian.
Laki-laki itu mendorong tubuhnya menuju ke sebuah kandang.
Dhea jatuh tersungkur kelelahan dan kesakitan.
Tubuhnya gemetar ketika ia mendengar ringkikan kuda di dalam kandang itu.
Dhea mulai menangis dan meronta-ronta ketika dirinya diseret mendekati kuda yang ada di dalam kandang.
Seseorang berkata, โ€œLo bakalan ngerasain bagaimana rasanya kuda sayang!โ€ Perlahan tangan Dhea meraih penis kuda tersebut dan mulai menggosoknya, dan tersentak melihat ukuran penisnya.
Panjangnya dua kali dari panjang penis laki-laki yang pernah dilihatnya, dan tangannya sama sekali tidak bisa menggenggam diameter penis kuda itu.
Dhea berharap ia hanya disuruh mengocok penis tersebut, tapi laki-laki itu berkata agar Dhea mengulum penis itu dengan mulutnya.
Dengan air mata mengalir di pipinya, Dhea mulai menjilati penis kuda tersebut, hampir saja ia muntah karena bau yang tercium olehnya.
Dhea hanya mampu memasukan kepala penis kedua itu saja ke dalam mulutnya, sedangkan tangannya digunakan untuk mengocok batang penis kuda itu.
Semburan sperma yang pertama membuat kepala Dhea terdorong menjauh dari penis itu.
Semburan yang kedua menyembur ke wajah dan buah dadanya.
Ia membuka mulutnya dan berusaha menelah sperma yang disemprotkan oleh kuda itu.
Wajah Dhea tertutup seluruhnya oleh sperma kuda dan rambutnya lengket karena sperma tersebut.
Sebagian besar sperma itu mengalir turun dan menetes ke budah dada Dhea.
Dhea langsung jatuh tersungkur lemas berpikir semua itu telah selesai.
Satu dari laki-laki itu berlutut di depan wajahnya dan menyeringai ketika berkata ini adalah permulaan bagi diri Dhea.
Ia berkata agar Dhea bersiap-siap menunggu sampai sisa kelompok mereka sampai ke pondok tersebut.
.
Sumber:Internet