Gelap

Puasi Aku Nak 2

🇮🇩 Indonesia
Kecepatan: 1.0x
Status: Siap
×

Bantuan pengaturan pemutaran

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tapi tetap tidak bisa putar, cek pengaturan Ponsel/PC Anda.
Pastikan mesin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin Anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lainya

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Keluaran Teks-ke-Suara.
Jika tidak ada, Pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih text-ke-suara atau text-ke-ucapan, atau yang mirip itu.
Untuk menambahkan bahasa, klik ikon gear ⚙ > install data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan/Konten lisan
Atau pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "konten yang di ucapkan/konten lisan" enter
Untuk tambahkan bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Pengaturan Sistem > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mulai > Pengaturan > Waktu & Bahasa > Ucapan atau Speech.
Windows 7 & 8
Control Panel > Ease of Acces > Speech Recognition > Text to Speech
Windows XP
Start > Control Panel > Sounds, Speech, and Audio Devices > Speech
Windows 2000 & ME
Start > Settings > Control Panel > Speech
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Harap cari pengaturan untuk aktifkan text-to-speech di mesin pencari, seperti Google, Bing, dll

Catatan Untuk saat ini, halaman ini bekerja sesuai mesin dari perangkat anda.
Jadi suara yang di hasilkan, mengikuti mesin TTS dari perangkat anda.

Puasi Aku Nak 2

. “Bagus, sekarang puasi ibu nak.
Ibu sudah lama tidk terpuasi.
Ayo sayang, ayolah…” Ditariknya Surya anaknya itu menindihnya.
Disodorkannya teteknya ke mulut anaknya itu.
“Isap sayang-isap.
Ayo Nak, puasi ibu nak, ayo sayang…” Surya juga sudah mulai bernafsu.
Mereka melupakan diri mereak antara ibu dan anak.
Mereka sepadang anak manusia yang benar-benar sedang saling membuituhkan.
Wiwiek tak mampu membendung keinginannya.
Dia melakukan berbagai gerakan dari bawah dan anaknya memompanya dari atas.
Pergumulan yang keras dan hangat itu membuat keduanya berpelukan rapat dalam udara dingin.
Di luar angin terdengan menderu-deru.
“Ayo sayang, buntingi Mama nak.
Buntingi Mama Nak, biar papamu merasa anak mu adalah anaknya.
Ayo sayang…”“Ya, Mam.. aku akan membuntingimu.
”“Terima kasih sayang… tujah sedalam-dalamnya memek mama sayang.
Enak kan? Nikmat, kan?Ayo sayang… ayo,” cerocos Wiwiek pada anaknya.
Keduanya sudah tak perduli.
Malam sekitar pukul 19.
00, pak Amat dan Pak Ujang baru datang menjaga ruah mereka.
Itu pun jauh digerbang dan satu atau setengah jam sekali, mereka baru ronda mengelilingi rumah.
Sebenarnya di kawasan ityu tak ada maling.
Tapi sebagaisebuah rumah besar dan milik bosa harusdijaga, agar kesannya kelihatan lebih elite.
“Habisi mama sayang,” teriak Wiwiek.
Surya terus menggenjo tubuh ibunya dengan kerakusannya.
Suara bunyi air berceipak di dalam memek Wiwiek terdengar sebagai irama musik yang indah.
Bibir mereka saling berpagut, lidah mereka saling berkait.
Desir angin yang kuat menyelusupdari kisi-kisi jendela membuat mereka dingin.
Merekamenutupi tubuh mereka pakai selimut tebal sampai ke leher.
Selimut ituseperti bergelombang.
“Kamu ingin punya anak, kan sayang…” kata Wiwiek sembari terus mengguyang pantatnya dari bawah.
“Ingin, Ma.
Aku ingin punya anak.
”“Nanti kamu harusm enyayanginya ya.
Jaga diabaik-baik dan sekolahkan setingi-tingginya.
”“Ya.
Mam.
”“Nah… buntingi mama sayang,.
Semprotkan spermamu sebanyak-banyaknyake dalam memek mama sayang.
Kontolmu besar dan enak sekali.
Ayo Nak,”Wiwiek terus menyerocos seperti orang kesurupan.
Surya anaknya pun terus memeompa.
“Ma, apa nanti tidak ketahuan?”“Tidak sayang.
Kita jaga rahasia.
Ayosayang, buntingi Mama sayang.
Mama mau punya anak darimu, bukan dari Papamu sibajingan itu.
Ayo sayang, tujah memek mama sepuasmu,” kata Wiwiek mendesah-desah.
Sesekali dijilatinya leher anaknya, sesekali digigitnya bahu anaknya itu.
“Ma… aku sudah mau keluar Ma…”“Ya sayang, mama juga sudah mau keluar.
Ayolah, kita sama -sama dan keluarkan yang banyak sayang…”“Ya Mam… ini dia,” Surya memeluk mamanyasekuat tenaganya dan tubuhnya kejang.
Wiwiek memeluk anaknya dengan kuat dari bawah dan berteriak sekuat tenaganya memenuhikamarnya.
“Buntingi mama sayaaaaaannnngggg…”“Ya Ma.
Mama harus Bunting…”Bisik Surya.
Mereka bepelukan dengan kuat dan saling mendesahkan nafasnya dengan kuat.

Sumber:Internet