Gelap

Real Story Mama Tiri Dan Adik Tiri 1

🇮🇩 Indonesia
Kecepatan: 1.0x
Status: Siap
×

Bantuan pengaturan pemutaran

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tapi tetap tidak bisa putar, cek pengaturan Ponsel/PC Anda.
Pastikan mesin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin Anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lainya

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Keluaran Teks-ke-Suara.
Jika tidak ada, Pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih text-ke-suara atau text-ke-ucapan, atau yang mirip itu.
Untuk menambahkan bahasa, klik ikon gear ⚙ > install data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan/Konten lisan
Atau pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "konten yang di ucapkan/konten lisan" enter
Untuk tambahkan bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Pengaturan Sistem > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mulai > Pengaturan > Waktu & Bahasa > Ucapan atau Speech.
Windows 7 & 8
Control Panel > Ease of Acces > Speech Recognition > Text to Speech
Windows XP
Start > Control Panel > Sounds, Speech, and Audio Devices > Speech
Windows 2000 & ME
Start > Settings > Control Panel > Speech
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Harap cari pengaturan untuk aktifkan text-to-speech di mesin pencari, seperti Google, Bing, dll

Catatan Untuk saat ini, halaman ini bekerja sesuai mesin dari perangkat anda.
Jadi suara yang di hasilkan, mengikuti mesin TTS dari perangkat anda.

Real Story Mama Tiri Dan Adik Tiri 1

. Perkenalkan saya bernama Jaka (Nama Samaran) Keturuan Chienese Berumur 30 Tahun.
Pada saat saya berumur 16 Tahun Ibuku meninggalkanku dan ayahku tanpa kabar sedikitpun.
Saya dan ayah hidup berdua saja.
Hingga pada saat umurku 25 Tahun saya melihat ayahku mengajak seorang wanita berkenalan denganku yang mana rupanya adalah seorang janda beranak 2.
Hari demi hari berlalu dan janda tersebut selalu datang ke rumah untuk sekedar mampir.
Hingga suatu hari ayah pun berbicara kepadaku bahwa ayah akan mengajak janda itu untuk tinggal disini dan akan menjadi ibuku.
Awalnya saya tidak begitu menerima kehadirannya, akan tetapi ayahku sangat kesepian ditinggal ibu.
Saya pun mengizinkan ayah untuk mengajak janda tersebut tinggal di rumah kami.
Saya pun diajak bekenalan lebih dekat dengan janda tersebut beserta anaknya.
Janda tersebut memiliki seorang anak perempuan sebut saja Hera (nama samaran) yang juga keturuan chienese, berumur 19 Tahun.
Parasnya cantik, imut, putih dan tentunya bodynya pun perfect.
Sebagai seorang laki-laki sejati pun saya sangat tertarik padanya, ya tapi hal yang tidak mungkin karena dia saudara tiri saya.
Waktu terus berlalu, kami pun semakin bisa akrab dan ayahku pun bisa tersenyum kembali.
Setiap malam terkadang saya mendengar ada suara seperti orang merintih kesakitan, karena penasaran saya pun mencari tahu sumber suara tersebut, ternyata suara tersebut berasal dari Ibu tiriku dan ayahku yang sedang melakukan hubungan suami istri.
Hingga suatu hari dimana ayah sedang bekerja, di rumah hanya ada saya, ibu tiri dan adik tiriku.
Pada saat itu saya mendengar suara orang sedang mandi, saya penasaran lalu mencoba mengintip dari celah pintu yang tak tertutup rapat.
Ternyata pada saat itu yang mandi adalah adik tiriku.
Jujur saya sangat kaget ditambah penasaran.
Ibu tiriku berkata kepadaku :I (Ibu)J (saya)I: apa yang kamu lakukan?J: maaf bu, saya penasaran dan ternyata yang mandi adalah Hera, saya minta maaf bu, saya tidak mengulangi lagi.
I: tidak apa-apaJ: saya mohon jangan ceritakan pada hera dan ayah bu, saya bisa kena marah habis - habisan kalau gini.
I: udah stop, jangan dibahas terusJ: sekali lagi maaf bu.
I: udah stop.
Ibu mau tanya padamuJ: apa bu?I: apa yang kamu lihat?J: hera buI: hera kenapa? Apa yang dia lakukan?J: heh.. hmm.
hera lagi mandi buI: kamu suka?J: heeehh.. (diam)I: gpp bilang aja, wajar kok kamu suka, kamu cowo kan? Wajar lah kamu suka dengan ceweJ :… (Diam)I: kok kamu diam saja?J: heh.
Eh.
Gpp buI: udah kamu ikut ibu siniJ: kemana bu?I: (Ibu lalu membuka pintu kamar hera)J: maaf bu saya ke kamar saya ajaI: udah ah, ikut dulu siniJ: kenapa bu? Maafin saya bu saya salah udah ngintip heraTambahan percakapanH: (Hera)I: Heraa, udah mandinya?H: Udah bu, kenapa?I: Sini Keluar duluH: Iya Bu.
(Hera pun keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk)H: iiiihh ibu kenapa ada kak jaka !!!!??I: tadi ibu melihat jaka mengintip kamuJ: maaf dik, kakak ga sengajaH: iiih kakak kok gitu sih, hera malu kakI: Gpp hera, maafin jaka, dia hanya penasaran padamu yang cantik iniH: ya bu.
Jangan diulangin lagi ya kak jakaI: kalian ini ada-ada sajaJ: maaf bu, maaf dik.
Ga akan diulangi lagiHari demi hari pun berlalu, saya pun tidak ada kebenarian untuk mengintip hingga suatu hari menjelang ujian semester saya mengajak teman-teman ke rumah untuk belajar bersama, pada saat itu rumah dalam keadaan kosong karena ibu, adik dan ayah sedang pergi.
Teman-temanku membawa beberapa botol minuman arak seperti Soj* (arak korea) yang memiliki kadar alkohol ringan, untuk penyemangat mereka bilang, saya pun ikut meminum itu sambil belajar.
Malam pun semakin larut, teman-teman pun beranjak pulang.
Minuman alkohol yang dibawa temanku pun masih ada beberapa botol yang belum dibuka.
Berhubung saya belum terlalu mengantuk, saya masih mencoba membaca buku catatan saya sambil meneguk minuman tersebut.
Ayah, ibu dan adik pun pulang, mereka menanyakan padaku apa yang saya minum, akan tetapi setelah bertanya mereka diam saja, awalnya tak kirain marah.
Hera adik tiriku bertanya padaku :H: kak, boleh cicip ga?J: ini alkohol dik, jangan lah, ga baikH: Gpp kak, santai ajaJ: jangan, nanti kena marah ibuH: ga akan kena marah kalau kakak diam aja kanJ: ya sudah, sedikit saja yaH: (Hera pun meneguk langsung)Hari semakin malam, karena kebanyakan minum saya pun bergegas ke wc karena mau buang air kecil, pada saat selesai dari wc saya mampir ke dapur sebentar dengan maksud mengambil air putih, setelah mengambil air putih, saya melewati kamar ayah dan ibu yang ternyata tidak di tutup rapat, saya melihat ayah dan ibu melakukan hubungan intim tersebut.
Setelah adegan ayah dan ibu selesai mereka mulai merapikan pakaian mereka dan saya pun segera ke ruang tamu lagi, saat diruang tamu saya melihat hera sudah tertidur lelap, saya coba membangunkan hera namun tidak ada respon.
Muncullah pikiran kotor saya pada saat itu.
Saya coba memberanikan diri untuk menyentuh badan hera, namun saya sembari melihat ke kamar ayah dan ibu apakah mereka masih bangun atau tidak.
Pada saat melihat ke kamar ayah dan ibu, hanya ibu yang masih belum tidur, saya pun bilang kepada ibu :J: bu, hera ketiduran di ruang tamuI: biarin aja kak, kalau ga bangunin aja suruh pindah ke kamarJ: sepertinya udah nyenyak banget buI: yah udah biarin aja, ibu capek mau tidurJ: ya udah bu, saya coba bangunin ajaSaya pun mencoba membangunkan hera yang nampaknya sudah mabuk berat karena minuman alkohol tadi, namun tetap tidak sadarkan diri, hingga pada saat saya berniat untuk mengendong hera ke kamar, badan hera bergerak lalu tidak sengaja tanganku menyentuh bagian dada hera.
Awalnya kaget tapi juga penasaran, saya pun mencoba meraba bagian dada hera pada saat itu.
Dikarenakan hera tidak bangun sama sekali pada saat saya buka baju hera, saya pun terus melakukan apa yang saya lakukan hingga pada akhirnya sampai pada bagian puncaknya saya coba memasukan batang kemaluan saya ke dalam lubang kenikmatan hera yang ternyata tidak perawan lagi.
Pada saat saya memasukan barang kemaluan saya hera terbangun dan saya sangat kaget sekali + terdiam seribu bahasa.
H: kakk, kakak ngapain???? Kakak ngapain hera??J: maaf hera, kakak mabuk, kakak ga sadar, maafin kakak heraH: kak, nanti ayah ibu tau mati kita kakJ: ayah ibu tidur hera.
Maafin kakak heraH: kakak kok gini sih.
Kakak apain heraJ: kakak penasaran sama kamu hera.
Maafin kakakH: hera bakal kasih tau ibu dan ayah kakJ: Ehh, tunggu hera, kamu sepertinya ga perawan lagi kan? Kakak akan kasih tau ibu kamu juga kalau gituH: kakkk, kakak tau dari mana?? Kakak jahat bener, kakak kok gitu sama heraJ: kamu ini ribut banget sih hera!!!H: ya udah kejadian ini jangan sampai kesebar ya kak, hera ga akan cerita tapi kakak jangan cerita sama ibuJ: ok, sekarang kakak tanya kamu ini ga perawan lagi ya?H: Kakak jangan cerita sama ibu ya kak kalau hera bilang sama kakak?J: kamu percaya deh heraH: Jadi gini kak, ibu kan dulu kerja di club malam sebagai pemandu karaoke.
Ayah kandung hera adalah pelanggan setia di club malam itu kak.
H: pada saat hera kelas 1 sma, hera pernah melihat ayah hera dan ibu hera melakukan hubungan intim dengan pria dan wanita lain dengan kata lain 2 orang wanita dan 2 orang pria.
H: Hera ketahuan pada saat itu lalu ayah hera memaksa hera untuk melihat langsung mereka melalukan itu dan hera disuruh ikut melakukan hubungan itu.
Ibu marah besar namun apa daya ibu tidak dapat melawan hingga akhirnya hera pun di perkosa oleh ayah hera.
H: Ibu dan ayah bercerai setelah kejadian itu dan ibu pun pindah kerja di restaurant lalu ketemu dengan ayah kak jaka.
J: oh begitu ya, maafin kakak ya (sambil merapikan pakaian)H: Kak.. Tunggu.. hera mau coba dengan kakak boleh? Tapi pelan aja kak hera takut.
J: yakin kamu?H: iya kak gpp..Kami pun melakukan hubungan layaknya suami istriWaktu sudah menunjukan pukul 04:00 dan kami pun selesai melakukan hubungan tersebut.
Hal yang kutakutkan ternyata terjadi, pada saat membuka pintu kamar hera ternyata ada ibu yang menguping pembicaraan kami dan nampaknya sangat marah sekali- bersambung -.
Sumber:Internet