Gelap

Three In One Di Puncak

🇮🇩 Indonesia
Kecepatan: 1.0x
Status: Siap
×

Bantuan pengaturan pemutaran

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tapi tetap tidak bisa putar, cek pengaturan Ponsel/PC Anda.
Pastikan mesin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin Anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lainya

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Keluaran Teks-ke-Suara.
Jika tidak ada, Pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih text-ke-suara atau text-ke-ucapan, atau yang mirip itu.
Untuk menambahkan bahasa, klik ikon gear ⚙ > install data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan/Konten lisan
Atau pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "konten yang di ucapkan/konten lisan" enter
Untuk tambahkan bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Pengaturan Sistem > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mulai > Pengaturan > Waktu & Bahasa > Ucapan atau Speech.
Windows 7 & 8
Control Panel > Ease of Acces > Speech Recognition > Text to Speech
Windows XP
Start > Control Panel > Sounds, Speech, and Audio Devices > Speech
Windows 2000 & ME
Start > Settings > Control Panel > Speech
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Harap cari pengaturan untuk aktifkan text-to-speech di mesin pencari, seperti Google, Bing, dll

Catatan Untuk saat ini, halaman ini bekerja sesuai mesin dari perangkat anda.
Jadi suara yang di hasilkan, mengikuti mesin TTS dari perangkat anda.

Three In One Di Puncak

. . “Ke puncak yuk say..” ajak Ale’ pacarku tiba-tiba sambil memeluk badankuyang kecil (160cm/54kg).
Dia memang punya sebuah villa di puncak.
Memang sih, rasanya sudah lamasekali kami tidak berlibur, sejak ia membuka usaha bengkelnya.
“Boleh.. Kapan?” jawabku.
“Jumat sore ini kita berangkat, terus pulangnya senin sore.
Kan seninhari libur!”Boleh juga pikirku.
“Ok!” jawabku setuju.
Jumat sore itu, aku dijemput di kantor.
Sudah siap dengan semuabarang-barangku.
Kuletakkan badanku dijok mobil porche birunya yangempuk.
Sebelum berangkat, ia sempat mencium bibirku lembut, kemudianmenginjak gas, dan kami berangkat ke puncak.
Dalam perjalanan, sebentar-sebentar tangan kanannya mengusap pahaku,kadang ke dadaku, dan mengusap tetekku yang berukuran 36B, hingga putingku mengeras.
Ku geser badanku menghadapnya dengan satu kaki menekuk kearahnya hingga rokku terbuka dan memperlihatkan celah vaginaku yanghanya ditutupi celana g-string merah yang dibelikannya minggu lalu.
Jarinya pun menggeser tali g-stringku kesamping, kemudian memainkanjarinya di vaginaku yang sudah mulai basah.
Jarinya mengorek-ngorek kedalam vaginaku, seakan berusaha menarik clitorisku keluar.
“Ssh.. Aah.. Shh.. Ah..” desahku sambil memuntir muntir putingku sendiri.
Ditengah jalanan yang macet antara puncak dan jakarta, didalam mobilporche nya yang berkaca hitam, aku membuka resleting celananya, danmulai mengulum penisnya yang sudah mulai mengeras.
Batang penissepanjang 20 cm itu kukulum masuk ke dalam mulutku.
Karena tidak dapatsemuanya masuk, aku memegang sisa batangnya dengan tangan kananku danmulai mengocoknya.
“Aaakhh.. Say.. Enak.. Pinter banget sih..” sambil tangannya sebentarsebentar menekan kepalaku.
Kujilati batang penisnya, kuemput buah zakarnya.
Kusedot sedot kepalapenisnya, dan kumainkan lidahku berputar putar diatas helemnya saatpenisnya masih dalam mulutku, hingga penisnya yang besar itu sepertiberputar putar di mulutku yang sempit.
Tiba tiba ia menekan kepalakuhingga penisnya terasa penuh dalam mulutku dan ia mengeluarkan pejunyake dalam mulutku yang kutelan habis pejunya.
“Ssshh.. Ahh.. Say, makin mahir aja kamu nyedotnya.. Ada yang ngajarinya?” ujarnya sambil tersenyum dan melirikku nakal.
Aku kembali keposisiku bersandar pada sandaran kursi dengan satu kaki naik dan jarikumemainkan vaginaku yang sudah sangat basah.
“Sudah nggak tahan sayang? Ada dildo tuh di dalem dashbord,” ujarnyasambil menunjuk dashbord mobilnya.
Ia memang paling senang membelikan aku mainan baru berupa dildo atauhanya sebuah vibrator.
Sebuah dildo karet yang cukup kecil sepanjang 10cm dan berdiameter 2 cm dengan duri-duri yang agak rebah.
Perlahan diamasukkan dalam vaginaku.
“Sshh..” desisku merasakan ada barang yang masuk dalam vaginaku.
Belum sampai mentok ia mendorongnya, tiba-tiba ia menariknya cepat danmembuat duri-duri yang tadinya tidur, tiba tiba berdiri dan menggarukdinding vaginaku!“Aaahh.. Allee’..” jeritku kaget, aku tidak mengira akan seenak itu.
Dengan pintu sebagai topangan badanku, aku sedikit menggoyang pinggulkumengikuti irama keluar masuk dildo dalam vaginaku.
Karena sesekali Ale’harus melepas dildo itu, akhirnya aku mengambilnya dan mengendalikannyasendiri.
“Aaahh.. Aahh.. Allee..” desahku setiap kali dildo itu kutarik keluar.
Belum aku mencapai klimaks, ternyata mobil telah masuk ke dalam garasiVillanya.
Tiba-tiba Ale’ membuka pintu yang kusandari, hingga aku hampirterjatuh, tapi ia menahanku dari belakang.
Kemudian ia mengambil alihdildo yang ada dalam vaginaku dan ia mengocoknya cepat.
“Ssshha aahh.. Aaahh.. Aaahh.. Allee’.. Ahh.. Fuck me.. Fuck me..”Mendengar rintihanku, ia langsung membalik badanku dan mengarahkanpenisnya yang telah berdiri tegak ke lubang vaginaku.
Sekalipun sudahbasah, tapi tetap saja, penisnya yang berdiameter 5 cm itu tidak dapatmasuk dengan mudah.
Setelah beberapa kali kepala penisnya mengoreklubang vaginaku, akhirnya dapat juga masuk.
“Sshh aahh..” jeritku ketika ia menusukkan penisnya dalam sekalipunmasih tersisa 4 cm diluar vaginaku.
Ia mengikatkan kakiku ke pinggulnya dan ia menarikku keluar dari mobil,hingga aku digendongnya dengan penis sudah ada didalam vaginaku.
Iamembawaku masuk ke dalam kamarnya di lantai 1, sekalipun ia harus naiktangga, Ale’ tetap kuat mengangkatku, dan aku sudah mulai mengejangkarena terasa sangat mengganjal dengan 4 cm penisnya yang sepertimenusuk-nusuk berusaha mendobrak peranakanku.
Dan kakiku semakin kuatmenjepit pinggulnya.
Sesampainya di kamar, ia menidurkanku diatas kasurnya yang empuk,kemudian mengangkat kedua kakiku ke pundaknya dan merapatkan pahaku.
“Ahh.. Allee.. Ennakk.. ffuucckk.. HH..”Vaginaku terasa sangat sempit, dan ia mengocok penisnya dan memaksakanpenisnya yang tersisa diluar untuk masuk lebih dalam.
Namun tetap tidakbisa.
Ia segera membalikkan badanku, hingga dalam posisi doggy dengandia berdiri di pinggir kasur.
Badanku sudah mulai bergetar keras karenanikmatnya, Ale’ tetap menusukkan penisnya dengan membabi buta ke dalamvaginaku, sementara tangannya memeras-meras tetekku dengan keras hinggameninggalkan bekas merah.
“Aaahh.. Allee.. SsSSHH.. Alee.. Aku mau keluaarr nihh.. lebbiihhceeppaatt ssaayyaangghh..” pintaku dengan nafsu yang sudah hampir tidakdapat ditahan lagi.
“Samaa ssayy.. keeluaariin diimanaa?” tanya alle dengan semakin cepat iamengocok penisnya.
“Di daleemm ajaa.. diddalleemm.. Aaahh.. Ssshh.. Aaahh..” jawabku karenaaku sudah minum pil KB beberapa bulan ini.
“Baarreengngg ssaayy.. Dikkitt llaggii.. Aahh..”Bersamaan dengan keluarnya pejunya dalam vaginaku dan rongga vaginakuyang berkedut keras.
Entah berapa kali Ale’ semprotkan pejunya, karenacukup banyak, sampai meleleh keluar vaginaku bercampur dengan cairancinta dari dalam vaginaku.
“Makasih sayang..” ujarnya sambil mengecup keningku.
“Ale’.. Kamu emang jago!” pujiku padanya.
Setelah agak lama aku berbaring di dadanya.
Ia menyuruhku membersihkandiri di kamar mandi, sementara ia mengambil barang-barang kami di mobilnya.
Sementara aku mandi dengan shower, samar samar aku mendengar ada orangberbincang bincang di kamar.
Tadinya kupikir suara TV yang keras.
Ternyata ketika aku keluar hanya dengan berlilitkan handuk, aku terkejutmelihat Micky dan Barry, dua teman Ale’ yang nggak kalah macho! Ale’langsung memelukku dari belakang dan mencium leherku dan membuyarkanterkejutku.
“Mereka kesini mau ikutan main say.
Kamukan dulu bilang ingin coba maindengan cowok lebih dari 1.
Dari pada cari yang enggak jelas, mendingcari teman sendiri.
Mereka juga suka kok say, dan mereka juga suka kamu.
Nggak papa kan?” ujarnya mesra.
“Ale’.. Kamu tahu aja!” ujarku sambil melingkarkan tanganku ke belakangkepalanya kemudian menciumnya mesra.
Sambil Ale’ menciumku, ia memberi tanda pada kedua temannya untukmendekat, ia sedikit mendorongku untuk tiduran di kasur.
Ketika akusudah terlentang diatas kasur, ia menyodorkan penisnya ke mulutku.
Langsung ku sambut penisnya yang besar itu dan mulai menjilat jilatnya.
Sementara Barry mulai menjilati putingku yang sudah keras.
Micky,memainkan vaginaku dengan lidahnya.
Mengorek ngoreknya dengan lidahnyayang panas.
“Emmpphh..” desahku tertahan penis Ale’ setiap kali Micky mengorekclitorisku dengan lidahnya.
Barry tiba tiba melepas antingnya dan menjepitkan di putingku.
“Barry.. Sakit sayang..” kataku sesaat melepaskan penis Ale’ dari mulutku.
“Tenang sayang.. Enak kok.
” ujarnya kemudian menjilat putingku yangmemakai anting itu.
Dan memang ternyata enak.
Kujilat kembali penis Ale’ seperti menjilatbatang eskrim yang besar.
Tak lama, Micky melepas mulutnya dari vaginakudan tiduran di sebelahku sementara Barry tiduran diatasku.
Kulirik Mickyyang sedang mengoleskan penisnya dengan madu.
Ale’ mengangkatku hinggahampir duduk diatas Micky yang terbaring disebelahku.
Ia menyandarkankepalaku ke dadanya yang bidang, hingga pantatku menghadap Micky.
Tiba tiba kurasakan jari Micky yang telah diolesi madu memasuki anusku.
“Ssshh.. Aaahh.. Mic, sakit.. Ssshh..” jeritku.
“Tenang say.. Sakitnya cuma sebentar, tapi nikmatnya selangit.
Relaxaja, dan enjoy biar nggak sakit.
”Aku berusaha tenang sambil bersandar pada dada Ale’.
Makin lama makinenak, tak lama kemudian Micky menusukkan penisnya sepanjang 14 cm dgdiameter 4 cm, menerobos dalam anusku.
“Aaahh.. Ssshh..” jeritku sambil mempererat pelukanku pada Ale’.
Setelah penisnya masuk semua ke dalam anusku, Ale’ membuatku terlentangdiatas Micky.
Kemudian ia mengikatkan kedua tanganku ke kepala ranjangyang cukup tinggi dengan menggunakan kain yang cukup halus, hingga akudapat berpegangan dan sedikit mengangkat pantatku dengan kakimengangkang.
Ale’ tidak membuang kesepatan ini untuk mulai mengoreklubang vaginaku dengan penisnya yang besar.
“Aahh.. Hhh.. Ssshh.. Alee.. Massuukkinn ssayy..” mendengar permintaankuitu, Ale’ tidak segan segan mulai menusukkan penisnya ke dalam vaginaku.
“Emmpphh.. Penuhh Lee’.. Pelan pelan..”Perlahan namun pasti, Ale’ menusukkan penisnya yang besar itu ke dalamvaginaku hingga mentok.
Ale’ mulai mencondongkan badannya ke arahku danmemakai satu kakinya untuk menopang badannya, ia mulai mengayunkanpinggangnya.
Pertama pelan.. Kemudian makin cepat, dan makin cepatt..“Ssshh aahh.. Alee..”Micky juga mulai menggoyangkan pinggulnya membuat kedua lubangku dikocokbergantian.
Ketika Ale’ masuk, Micky keluar.
Ale’ keluar, Micky masuk,begitu seterusnya hingga..“Ahh.. Ssshh.. AAHh.. Ssayy.. Fuckk..!! Alee.. Bentar lagi dapeett nih..Aaahh..” jeritku..“I’m coming..” desah Micky..“Ssh.. Iiyaa.. Keeluar bareng ya.. Shh.. Aahh.. Ahh” ujar Ale’.
Tiba tiba kurasakan perasaan nikmat yang tak dapat kutahan, lorongvaginaku mulai berkedut keras tanda aku mulai orgasme.
“AAH..” jeritku, bersamaan dengan semprotan pejuh di anusku.
Disambutdengan tusukkan yang dalam di vaginaku dan tumpahan pejuh Ale’ dalamvaginaku serta kedutan yang keras dari penis Micky di anusku dan penisAle’ di vaginaku.
Lemas badanku dibuatnya, aku masih berada diantara Micky dan Ale’seperti sandwich yang basah dengan keringat.
Masih dengan penis yangmenancap di anus dan vaginaku.
Ale’ menarikku hingga penis Micky lepasdari anusku.
“Plop” bunyinya nyaring.
Penis Ale’ masih setengah berdiri masih dalam vaginaku, sambil iamenidurkanku di dadanya.
Kulirik jam dinding sudah pukul 3 pagi dan akulangsung tertidur lelah.
Paginya, aku terbangun karena merasakan ada yang menjilat jilat vaginakudan meremas remas tetekku.
Ternyata Barry yang menjilatku dan Ale’ sertaMicky yang meremas tetekku.
“Ssh.. Aaahh.. Enak Barry..”Tak lama Barry duduk berlutut di depan vaginaku dan mengarahkan penisnyayang agak bengkok ke atas seperti pisang itu ke celah vaginaku.
“Aaahh..” jeritku ketika ia menusukkan penisnya dengan cepat ke dalamvaginaku.
Seakan ada yang menggaruk bagian atas lorong vaginaku.
Kemudian Barrymengangkat kaki kananku dan meletakkannya di atas kaki kiriku hinggabadanku seperti terpelintir karena kedua tetekku ditahan dalam mulutAle’ dan Micky.
“Aduuhh.. Enaakkhh..”Penisnya yang bengkok itu menggaruk bagian dalam vaginaku.
Perlahannamun pasti Barry mengocok vaginaku..“Sshh.. Aahahh.. Barryy.. Mmmhh..”Dengan irama 3 kali tusukan pelan dan 1 kali tusukan cepat dan dalam,membuatku melayang dibuatnya.
Tak lama tusukkan penisnya semakin takterkontrol, semakin membabi buta membuatku semakin melayang!“Ahh.. Ssshh.. Emmpphh..” desahku saat Barry kembali membuka kakikuhingga vaginaku terbuka lebar dihadapannya.
Ale’ menepuk nepuk dan menekan nekan vaginaku supaya aku semakinterangsang.
Ia mengaitkan jarinya ke bibir vaginaku hingga tertarik.
“Ahh.. Ssshh.. Ahh.. Bbarryy.. Lebihh cceeppaat.. Mauu keluaarr niihh..”Segera Barry mencabut penisnya.
Seketika aku kecewa, ternyata iaberganti posisi dengan Ale’, Ale’ langsung menusukkan penisnya yangbesar itu dalam vaginaku dan Barry menjepitkan penisnya diantara tetekkudan mulai mengocoknya hingga ia memuncratkan pejunya ke wajahku.
Sementara Ale’ mengocokkan penisnya yang panjang itu dalam vaginaku.
“Aaahh.. Ssshh,” jeritku terasa semua ototku tegang karena orgasm yangkurasakan sambil merasakan kedutan penis Ale’ menandakan ia sudahmengeluarkan pejunya dalam vaginaku.
Lemas sekali badanku, harus melayani mereka.
Ale’ tiba tiba mengangkatkudan membawaku ke kamarmandi.
Disana sudah ada Micky yang sedangmengisikan bath tub dengan air panas dan sabun susu wangi.
Ale’mencelupkan badanku yang letih ke dalamnya.
“Kamu istirahat dulu deh say.. Nanti kalau sudah selesai, langsung keruang makan ya,” ujarnya sambil mencium keningku.
Sekitar setengah jam aku berendam melepas lelah.
Setelah selesai,seperti permintaan Ale’ aku menuju ruang makan, hanya dibalut mantel mandi.
Disana sudah ada dua orang perempuan yang sedang memasak di dapur.
Keduanya tak kalah sexy dariku.
Ternyata mereka adalah Amy (160/54 34C)yang ternyata pacarnya Micky.
Serta Sylvy (158/53 34B) yang adalahpacarnya Barry.
Keduanya memakai celana hotpants yang memperlihatkanpaha mereka yang putih dan mulus dan kaos model kemben yang hanyamenutup payudara mereka yang besar.
Samar samar terlihat puting merekamenonjol dibalik kaosnya.
“Sini sayang, kita sarapan dulu,” ujar Ale’ sambil mengeluarkan kursidisebelahnya.
Setelah menunggu aku duduk, ia pun duduk di kursinya.
Micky dan Amyternyata sudah selesai makan, dan mereka sekarang ada di dapur sambilberciuman ditonton kami berempat.
Celana Amy dibuka dan di lemparkan ke bawah kemudian melepaskankembennya, hingga Amy menjadi bugil.
Kulihat penis Ale’ dan Barry yangberada disisiku yang satunya sudah berdiri tegak.
Aku dan Sylvy salingmelihat, tak lama Sylvy menghilang dibawah meja, ternyata sedangmeng-oral penisnya Barry.
Ale’ kemudian melihatku seakan memintakumengoral penisnya.
Tapi karena aku belum selesai makan, aku hanyamengocok penisnya pelan sambil berkata,“Sabar sayang..”Micky mengangkat kaki kanan Amy kemudian mulai menusukkan penisnyadalam-dalam.
“Aaahh..” desah Amy membuatku juga semakin terangsang.
Ale’ yang telah selesai makan, menyingkapkan mantel mandiku dan mulaimenggigit putingku yang sudah mengeras dan mengorek vaginaku denganjarinya.
Sambil aku menekan kepalanya ke dadaku, aku melihat Micky yangsedang mengocok vagina Amy sambil menciumi teteknya dan Barry yangkeenakan disebelahku karena penisnya dikulum Sylvy.
“Aaagghh.. Mic.. I’m commingg..” jerit Amy.
Tak lama kulihat lelehan pejuh di paha kiri Amy menandakan Micky sudahmenembakkan pejunya.
“Ssshh.. fuucckk..” desah Barry disebelahku, kemudian kulihat Sylvymuncul dari bawah meja dengan bibirnya penuh dengan pejuh.
Ale’melepaskan pagutannya di tetekku.
“Nonton BF yuk,” ajaknya ke ruang TV.
Dan kami bermain sepanjang hari.
.
Sumber:Internet