Gelap

Satu Centang Abu 9

🇲🇾 Malaysia
Kelajuan: 1.0x
Status: Sedia
×

Bantuan tetapan main balik

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lain

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear ⚙ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll

Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.

Satu Centang Abu 9

. Bagian I.
Bertahan sebelum Kehilangan10 Januari 2013 - di atas kasur, memikirkanmu.
Bab 1, ayat 1 Agoraphobia.
Sebuah kondisi ketika seseorang merasa takut berlebihan saat pergi ke tempat keramaian dan menganggap jika tempat itu tidak aman.
H.
S.
S Eryana mengernyitkan kening seraya menyesap susu strawberry dari cangkir.
Kaki jenjangnya ia luruskan di pinggiran jendela.
Rambut pendeknya ia biarkan tersibak mengikuti irama angin pagi.
Tangannya kembali bergerak untuk membalikkan halaman buku abu-abu itu.
14 Januari 2013 - di taman, menatapmu.
Bab 1, ayat 2 Genggam tanganku saat rasa takutku datang, terus peluklah aku hingga hati ini kembali tenang.
H.
S.
S Eryana masih mengernyitkan kening.
Agoraphobia? Ia merasa asing dengan istilah itu, baru kali ini juga Eryana mendengarnya.
Apa Hilman penderita Agoraphobia? Lalu apa maksud dari tulisan Hilman di halaman kedua? Apa lelaki itu membutuhkan genggaman dan pelukan saat phobia nya kambuh? Eryana terus memikirkannya di dalam. benak.
Rupanya ia membutuhkan sebuah bukti untuk menguatkan dugaan tersebut.
Ah iya, sore ini Hilman sudah berjanji untuk menemaninya bertemu Pak Tomi, kepala penerbit Pustaka Aksara.
Ia bisa memanfaatkan keadaan resto yang ramai, mengingat sekarang adalah Hari Sabtu.
Segera saja Eryana menutup buku lusuh itu.
Ia beranjak dari kursi.
Lalu berjalan menuju kamar setelah meletakkan cangkir bekas susu ke dalam wastafel.
Masih dengan dipenuhi tanda tanya, gadis itu meletakkan buku Hilman ke tempat semula, tempatnya menyimpan underwear.
Ia terduduk di samping ranjang.
Tangannya meraih ponsel yang tergeletak di atas nakas.
Eryana perlu banyak penjelasan mengenai Agoraphobia.
Maka ia memutuskan untuk mencari info dari internet.
'Agoraphobia umumnya timbul saat seseorang pernah mengalami lebih dari satu kali serangan panik pada suatu tempat atau kondisi tertentu.
Hal ini menyebabkan penderita agoraphobia takut dan menghindari tempat atau kondisi tersebut.
' Eryana kembali menggeser layar ponselnya semakin ke bawah.
'Gejala fisik penderita adalah jantung terasa berdebar-debar, napas menjadi cepat, nyeri dada, tubuh terasa panas dan berkeringat, gemetaran, mati rasa/kesemutan, sakit perut/diare, kesulitan menelan, merasa ingin pingsan.
' Gadis itu menggelengkan kepala pelan.
Ia tidak pernah tahu jika Hilman akan semenderita ini ketika berada di keramaian.
Pantas saja waktu alerginya kambuh di resto, Hilman langsung menggenggam tangannya.
Menutupi wajah dan hampir seluruh kepalanya menggunakan tudung jaket.
Seakan-akan tubuhnya menolak untuk berada di tempat seperti itu.
Bahkan Eryana juga bisa merasakan bagaimana tangan Hilman yang terasa dingin dan gemetar saat menggenggamnya.
Ia sempat melihat wajah pucat suaminya, menyiratkan sesuatu yang harus ia ulik lebih dalam.
Dan Eryana baru mengetahuinya sekarang.
"Eryana.
" Gadis berambut sebahu itu tersentak.
Ia baru saja melamunkan lelaki tampan yang kini sudah berada di hadapannya.
Eryana tersenyum kikuk, jempolnya terus bergerak untuk menekan tombol 'home' agar layar ponselnya kembali ke wallpaper utama dengan mata yang terus menatap lelaki itu.
"Ada apa, Mas? Mau aku buatin sesuatu? Jus melon mungkin?" Tanya Eryana seiring dengan Hilman yang semakin mendekat ke arahnya.
Lelaki itu menggeleng pelan, mata tajamnya mengintrupsi Eryana untuk tetap menatapnya.
"Ibu saya baru datang dari Bandung.
Beliau menunggu kamu di bawah.
" Ucap Hilman lirih.
Tidak seperti biasa, suaranya terdengar sangat lembut di telinga Eryana.

Sumber:Internet