. Masih ingat dengan saya, Jun, Kembali hadir dengan cerita panas, seperti biasanya.
Malam itu, aku piket di kantor, kebetulan sendiri, teman-teman yang lain tugas keluar kota.
Saat itu, aku lapar, dan ku nyalakan motorku untuk membeli makan.
Kebetulan yang ada nasi goreng, dan ku membeli serta dimakan langsung di tempat.
Tak berapa lama, datang pembeli yang sangat wangi, ku tidak tau siapa, karena ku sibuk makan, sepertinya suara perempuan, memesan mie goreng, dan setelah memesan menunya, ternyata duduk di dekatku.
Karena wangi, ku lirik, ternyata perempuan muda berbaju seksi, dengan rok sepaha, kulitnya putih bersih.
Dia tersenyum padaku, ku balas senyumnya.
Karena kebetulan yang beli makan, hanya kami berdua.
Ku lanjutkan makan ku, dua memainkan ponselnya.
Tiba-tiba tangannya, memegang pahaku dan mengelusnya.
"Namaku Anggi.." bisik nya.
"Aku Jun.." jawabku, dan tangannya masih meraba-raba pahaku.
Ku biarkan saja, tangannya meraba pahaku.
Darahku berdesir, menikmati rabaannya.
"Kamu darimana, kok malam-malam sampai disini?" tanyaku"Ku baru disini, main ke tempat sodara.
""Memangnya darimana?""Dari kota P"Akupun melanjutkan makanku, diapun mulai memakan mie goreng pesanannya, sesekali kami ngobrol.
Ternyata dia masih berumur 17 tahun, lagi libur sekolah,an liburan kerumah tantenya.
Tak lama, ku sudah selesai makan, dan dia juga berhenti.
"Kok sudah selesai, padahal belum habis?"tanyaku.
"Dah kenyang om...""Kamu diantar siapa kesini?""Sendiri om..."Ku bayar makananku, sekalian punya Anggi ku bayar.
"Mau diantar?""Boleh om..""Ya sudah ayo naik.
"Anggi pun naik diboncengan motorku, dan ku lajukan motorku.
Tiba-tiba Anggi melingkarkan tangannya diperutku.
Lalu satu tangannya turun, dan meremas kontolu yang sudah menegang.
Lalu badannya mendekat, dan menekankan payudaranya ke punggungku.
Nafsuku sudah di ubun-ubun, ku remas paha mulusnya, dia mendesah didekat telingaku.
Ku bawa dia ke kantorku, untuk ku garap.
Sesampainya di kantor, ku ajak masuk, dan ku lumat bibirnya.
Kami saling melumat, Anggi melepas kancing bajuku, terlihatlah dada bidang dan perut rataku.
"Kenapa kamu menggodaku?""Om gan seksi, ku ingin dientot om Jun...""Beneran mau...?" Anggi kembali melumatku, sambil ku remas susunya yang kenyal.
"Ohhhh omhhhh ahhhh.." desahnya.
Ku buka baju dan bra-nya... Ku lumat susunya, kanan kiri, Anggi semakin mendesah gak karuan.
Susunya gak gede, tapi pas segenggaman tanganku.
Habis susunya, perutnya ku cium, lalu naik lagi sampai lehernya.
Tanganganku sambil mengelus memeknya yang masih memakai CD.
Anggi masih mendesah keenakan.
Kembali ku lumat bibirnya, tanganku masih mengelus memeknya, yang sudah basah.
Ku buka celanaku dan CD ku, anggi terkejut.
"Gede om... Wow...." tangannya memegang kontolku, ku merem menikmati sentuhan tangannya pada kontolku, lalu dia memasukkan kontolku ke dalam mulutnya, dan mengeluarkan masukkan kontolku dalam mulutnya.
"Ohhh ahhh Nggi ahhh ohhh desahku, Anggi terus memainkan kontolku dalam mulutnya.
Cukup lama Anggi mengoral kontolku, ku raih tubuhnya, ku duduk di kursi, dan Anggi naik kepangkuanku, lalu memasukkan kontolku dalam memeknya.
"Ahhhhhhh desah kami bersamaan.
Anggi memulai goyangannya diatas pangkuanku.
Sungguh nikmat, nikmat sekali.
"Yahh ahhhh ohh desahku.
"Omhhhh yahh ahAnggi terus menggoyangkan pinggulnya, mulutku sambil menghisap puting susunya, Anggi terus meracau, kami berkeringat.
"Omhhhh ahhh ahhhh kuhhhh mauhhhh.. Kehhh cret cret cretAnggi orgasme, dia menghentikan goyangannya, ku lumat bibirnya, kami saling melumat.
Ku buat dia telentang, ku masukkan rudalku kedalam memeknya, perlahan ku goyangkan pinggulku maju mundur.
"Ahhhh ahhhh ahhhh.." desahku sambil menggenjot tubuh Anggi.
"Ommmhhh ohhhh enak ommhhhh..""Kamu sukahh ... Ahhhh.. Ahh ahh ahhh""Sukahhh ommhhh Anggi meraih wajahku, dan mencium bibirku.
Emnuachh emmuachjj emmuac Ciuman kami, kontolku menerobos dinding memeknya, ku percepat.
"Ahhh ahhh ahhhh.." desah kami,Semakin cepat, semakin ingin keluar.
"Omm hhhhh mauhh keluar Nggik.....ahhjjj""Keluarin om..."Ku keluarkan kontolku, ku arahkan ke wajahnya.
Croott croott croott croott croott croott croott croott croott croott Ku peluk Anggi, deru nafas kami masih memburu, keringat kami bercucuran.
Kami membersihkan diri, dan segera memakai baju.
Dan ku antar Anggi pulang ke rumah saudaranya.
Seminggu Anggi disini, tiap hari kami ngentot, ku bawa ke hotel, ke kantor dan ke kost yang sengaja ku sewa.
Sumber:Internet