Gelap

Suamiku Lemah Syahwat 2

🇲🇾 Malaysia
Kelajuan: 1.0x
Status: Sedia
×

Bantuan tetapan main balik

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lain

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear ⚙ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll

Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.

Suamiku Lemah Syahwat 2

. Jam dinding di kamar berdering kencang satu kali.
Dara yang tampak masih terlelap dalam nyenyak tidurnya tersentak seketika.
Dengan gerakan pelan ia duduk dan bersila di atas ranjang sembari menguap dan mengusap wajahnya beberapa kali.
"Sudah siang ..." bisiknya dalam hati, kedua matanya tampak melihat ke arah pintu yang masih tertutup dengan rapat.
Dara terdiam beberapa detik, membawa terbang alam pikirnya untuk sejenak.
Perasaannya masih terasa kisruh tak menentu.
Rasa penasaran yang mengganjal masih mendekam dalam hati seolah tidak pernah pergi dan terlepas, selalu menghantui jalan pikirnya.
Hasrat yang terpendam dalam dada selalu mengganggu hari-harinya.
Semua khayalan tentang nikmatnya penyatuan diri antara suami istri yang baru saja menikah, seakan menjadi satu hal yang mustahil baginya.
Seharusnya, saat ini mereka sedang menikmati masa-masa bulan madu dengan hasrat yang membara dalam dada, memompa andrenalin dengan kencang, seperti layaknya pasangan suami istri yang baru saja menikah.
Tetapi yang terjadi hanya sepi.
Dara sangat kecewa, gairahnya tidak pernah dapat dipenuhi oleh suaminya.
Ia merasa gagal menjadi wanita yang seutuhnya.
Hasrat yang setiap hari terkumpul semakin menumpuk terasa mengganjal, menghalangi aliran darahnya.
Ia merasa semua ini harus segera disalurkan.
Tiba-tiba, ingatannya tertuju pada satu peristiwa.
Suatu ketika, ia dan temannya pernah menonton sebuah film dewasa di rumah Wita.
Sebuah film, yang menceritakan tentang sepinya hati seorang istri yang tidak pernah mendapat kepuasan biologis dari suaminya, "Hmmm, iya, ya!" pikir Dara dalam hati , "tak berbeda dengan yang aku alami ..." desisnya dalam hati.
Dara tampak menganggukan kepalanya berkali-kali, "satu-satunya jalan, hanya dengan menggunakan jari ... atau, alat bantu? glek! Ah, sial! Aku tidak memiliki alat bantu dewasa!" pekiknya dalam hati.
Dara menelan air liurnya sendiri, membayangkan kembali film dewasa itu, membuatnya harus kembali menahan gejolak hasrat yang mulai kembali bergemuruh kencang, berdentum jantungnya seperti genderang perang.
Mata Dara liar menyapu seluruh sudut kamar, mencari sesuatu yang dapat di gunakannya sebagai alat bantu.
Area kewanitaannya tiba-tiba mengembang nyut-nyutan.
Tetapi ia tidak menemukan sesuatu yang dapat dijadikannya sebagai objek pelampiasan.
Sesaat kemudian ia bangkit, lalu bergegas turun dari ranjang.
Jantungnya terasa berdebar-debar, lirikan mata menyapu ke sekeliling ruangan.
Lalu, dengan langkah pelan, ia berjalan mendekati pintu.
Setelah berada di muka pintu, Dara mengunci pintu kamarnya dari dalam dan berbisik, "aman!" ucapnya dalam hati, dadanya terasa berdebar-debar.
Dara kembali membalikan tubuh, menuju ke kamar mandi yang berada di dalam kamarnya, dan mendekati cermin di atas meja toilet.
Di depan cermin, ia tampak tertegun beberapa saat, "hmm, tapi aku butuh! Tidak ada jalan lain, kecuali melakukannya ...." bisiknya dalam hati meyakinkan diri.
Napasnya kini sudah mulai terdengar tak beraturan.
Perlahan, Dara menanggalkan gaun tidurnya.
Berdiri tegak memandang pantulan tubuhnya yang polos tanpa sehelai benang pun menutupi tubuhnya di depan cermin.
Semenjak menikah, ia memang jarang mengenakan pakaian dalam, berharap suaminya dapat bergairah.
Dara sangat menanti pergerakan jantan dari senjata pusaka suaminya.
Tetapi kenyataannya, sampai hari ini ia masih juga mendapatkannya.
Senjata pusaka suaminya itu tetap saja lemah.
Pelan-pelan, telunjuk tangan kanannya mulai mengusap lembut bukit kembar yang sebelah kiri.
sedangkan telapak tangan kirinya ia usapkan ke permukaan area sensitifnya yang dipenuhi bulu-bulu halus di sekitar area kewanitaan yang terbelah di antara pangkal pahanya itu.

Sumber:Internet