. "Mama!" Sharif duduk di dalam pangkuan Safa.
Anaknya yang leka dengan permainan robot Transformers di perhati dengan penuh sayang.
Terasa pergerakan anak keduanya itu.
~~~~~ "Dulu saya buta menilai.
Saya bodoh.
Tapi sekarang, saya tahu how blessed I am.
Ada sayang.
Sharif and baby.
And more babie Kata Arif lalu mencium pipi Safa.
___ Safa tertawa sendirian "Haih? Sayang you okay?" Arif menghampiri isterinya.
Dari tadi dia melihat isterinya mengelamun.
Apalah yang lucu sangat sehinggakan dirinya ketawa sendirian? "Huh? Ha.. Okay! Kenapa?" Jawab Safa dalam sisa tawanya.
"Ri Awak ketawa seorang diri.
Sharif, have you eat your breakfast?" Arif mencium pipi montel Sharif.
Anaknya itu hanya menggelengkan kepala.
"Eh, yang.. Sharif belum breakie ke?" Soal Arif, hairan.
"Huh? Sharif tipu lah.. He ate his breakfast already.. B, put your hand on my bump.
" Arif meletakkan tangannya di atas perut Safa.
"Baby's moving.. Ya Allah Serious tak sangka akan ada peluang nak dengan you through your pregnancy.
" Arif tersenyum girang.
Safa tersenyum.
Dia juga tidak sangka.
"Well, I guess unexpected things are the best.
" Tangan Arif digenggamnya erat.
"Thank you so much! Safa Safiyyah.. I love you!" Arif mencium perut Safa.
"Sharif! Jom teman papa main game!" Sharif melepaskan robotnya Dan berlari anak menuju ke arah Arif.
"Mama can continue her reading and rest ya.
" Arif tersenyum Manis melihat Safa.
Safa turut membalas senyuman Arif.
_________ "So far, the baby's in a good condition Encik Ihtisyam.
" Kata Dr Tijah, tersenyum melihat kerisauan seorang bakal ayah.
"Alhamdulillah.. Oh ya doc.. The due date bila ya?" Arif bertanya lagi.
Dia sudah tidak sabar menimang cahaya mata yang keduanya itu.
"Dijangkakan Puan Safa akan melahirkan baby tu dalam bulan 5 nanti.
" Arif tersenyum sendirian.
Bulan 5? Tidak lama lagi fikirnya.
"Okay doc.
Thanks.
If there's anything else, I'll contact you.
" "Ya.. Please do! Jarang saya tengok suami yang beria-ia belajar tentang pregnancy, delivering babies... Untung Puan Safa!" Kata Dr Tijah.
Terbit rasa terharu di dalam hatinya apabila ada juga jenis suami yang mengambil berat tentang isterinya.
"Saya yang untung ada Safa.
Okay, doc! Saya pergi dulu.
Assalamualaikum!" Kata Arif lalu pergi.
____________ Breakfast dah siap.
Sayang makan okay? Sharif and I taman for a walk.
Love you & baby ♥ Safa tersenyum.
Susu suam itu diminumnya perlahan.
Roti itu dikunyahnya perlahan.
Sejak mereka kembali bersama, Arif menjadi seorang ayah dan suami yang baik.
Suratan takdir untuknya sememangnya indah.
Alhamdulillah.
Ujarnya di dalam hati.
Mungkin inilah hikmah untuk mereka.
Perutnya diusap perlahan.
Masa berlalu dengan begitu pantas.
Kandungannya sudah mencecah 8 bulan.
"Baby.. Be a good one like Abang okay? Mama loves you.
Can't wait to see you.
" Safa tersenyum.
Teringat dahulu sewaktu mengandung anak sulungnya, Sharif Althaf, dia berada di Australia.
Dia akan menghabiskan masa di Bondi Bay.
Perutnya diusap penuh kasih.
"But you're luckier because papa ada dengan kita during pregnancy.
Sharif, tak.
But its okay baby.
We're waiting for you, little angel.
" Terbayang di matanya saat dia bersendirian di Australia.
Betapa banyaknya dugaan yang di laluinya.
"Tapi aku bersyukur dengan segala takdir yang telah kau tentukan ya Allah.
"
Sumber:Internet