. Om Jimmy ternyata sangat baik kepada Linggar.
Ia transfer uang jika dia membutuhkan.
Saat dia iseng minta uang buat beli motor matic, esoknya dikirim motor dari dealer seharga 20 jt komplit dengan BPKB.
Papanya tak pernah menanyakan darimana dia mendapat motor itu karena ia begitu sibuk dan membanting tulang untuk mencukupi kebutuhan di rumah dengan anak banyak.
Paling mama yg suka tanyakan dan dijawab dapat hadiah dari lomba nyanyi di walikota karena ibunya tahu suaranya memang bagus.
Pernah suatu hari doi nyanyi di TV itu juga kebetulan ada promosi pulsa.
Linggar nemenangkan lomba Goyang gayung yg diadakan kartu Flexi.
Jadi tetangga anggap dia sudah jadi artis.
Adiknya dibelikan hp dan uang jajan cukup bila dapet uang dari om Jimmy yg berencana cari rumah kos di komplek perumahan yg disarankan om Jimmy karena di rumah sangat kumuh dan sulit untuk memasukkan motor, apalagi mobil om Jimmy bila menjemput.
Dia sudah siap dijadikan simpenan om Jimmy dari pada di rumah juga sering dijadikan mangsa oleh pamannya sendiri, kadang bos papa yg datang menggoda dengan memberi uang.
Linggar memang sudah tak lagi bisa mempertahankan mahkotanya, tapi setidaknya tidak rusak dan hancur dalam kebodohan.
" Nggar..ada bos rekaman nih mau ajak lo ikut cuap2 di mik.
" kata Comel dalam hp.
" Males.
" kata Linggar.
" Lo jangan omong gi udah jadi simpenan Jimmy" kataku kritik dia.
Dia nyengir aja.
Comel tuh lagaknya ngomong diajak nyanyi sama produsen rekaman gak taunya suruh pegang mikrofon anu.
Aku jadi ketawa ndiri kalau denger bahasa Linggar.
Nyepong dikata nyanyi katanya.
Sialan.
Linggar lanjutin curhat lagi.
" Aku paling nggak enak kalau lagi enak2 tidur diganggu kakak iparku yg suka gerayangi memekku.
Aku bangun tuh barang udah nggenjot berapa kali sampai aku klimaks.
A aku paling jijik liat barang lelaki, tapi gegara paman, kakak ipar yg mesum, ngajari aku sex dari klas 6 sudah jadi menu.
" kata Linggar.
" Lo SD dah diajarin om lo ?" tanyaku.
" Iya..sumpah.." Di rumah yg cukup besar itu aku disuruh tinggal sendirian tapi disediain sopir dan mobil untuk aku sekolah.
Rasanya gak nyaman kalau masih sekolah sudah tinggal sendiri dalam perumahan.
Apa kata tetangga kalau bukan yg negatif saja.
Aku lebih suka tinggal bersama orang tua walaupun kumuh.
Kecuali bila nanti sudah kuliah dan harus kost, atau sudah kerja.
Om Jimmy datang jemput aku dengan mobil dan memintaku tinggal di rumah itu karena sudah dibayar dimuka.
Ya sudah aku ikut saja melihat lokasinya.
Ya am maksud Om Jimmy aku disuruh ikut rekaman nyanyi.
" Aku sudah dengar info kalau suaramu merdu dik.." kata om Jimmy yg mengantar aku ke studio di Pluit.
"Studio itu milik om Jimmy yg dikelola seorang seniman dan beberapa arranger dan musisi electrik.
Sempet disetel ulang video penampolanku waktu lomba goyang gayung dimana aku memenangkan dan dapet juara.
" Sudah ada daftar lagunya..reprooo" kata om Jimmy yg ternyata mahir main keyboard kek John Lord.
Aku jadi terharu saat nyanyi di depan mickrofon.
Lagu2 yg lagi trend saat ini sukaanku.
" cerita Linggar didalam mobilku.
Kelihatannya Linggar bermotif sepertiku.
Sama2 dari keluarga miskin tapi ingin berjuang menaikkan drajat keluarga.
Tapi kini aku sedang dalam proses mau mencari jati diriku.
Anggota mafia yg menyamar.
Kalau Linggar memang dalam kesulitan, aku siap kok menolongnya.
Setidaknya tidak jadi psk murahan.
Kelihatannya Linggar senang dan bangga telah menjadi simpanan om Jimmy seperti waktu aku kenal dengan om Johan yg kini telah menjadi bosku sampai aku bisa mengerjakan tugas yg dipercayakan padaku.
Membunuh orang.
Gila memang!! Aku menghela nafas lega.
Mudah2 an Linggar bisa membatasi diri agar tak dimanfaatin om Jimmy yg ia cintai.
***
Sumber:Internet