×
Bantuan tetapan main balik
Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.
Untuk pengguna Android dan OS lain
Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear ⚙ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.
Untuk pengguna iOS
Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara
Untuk pengguna PC MacOS
Akses Menu: Klik Menu Apple () > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.
Untuk pengguna Windows
Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll
Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.
Warung
.
. Pagi itu aku pulang sekolah lebih awal,
karena memang minggu ini kami. menjalani ujian semester 2 untuk. kenaikan kelas 3 SMU.
Sesampai
dirumah nampak sebuah mobil sedan. putih parkir didepan rumah.
Siapa ya ?
dalam hatiku bertanya.
Padahal mama hari ini jadwalnya. tennis.
Untuk menghilangkan
penasaranku segera kumasuki rumah.
Ternyata di ruang tamu ada mama. yang sedang berbincang dengan. tamunya.
Mama masih menggunakan
pakaian olah raganya, sedangkan tamu
itu masih berpakaian kerja dan berdasi.
“Sudah pulang sekolahnya ya sayang”. Tanya mama padaku.
“Oh iya, ini perkenalkan om Ari relasi
bisnis papamu, kebetulan pulang tennis
tadi ketemu, jadi mama diantar pulang
sekalian”.
Kami saling berjabat tangan
untuk berkenalan.
.
melayustory.
Mereka
kutinggalkan masuk kekamarku untuk. berganti baju seragam sekolah.
Aku adalah anak kedua dari dua. bersaudara.
Kakakku perempuan
melanjutkan sekolah SMU-nya di kota. “M” dan tingalnya indekost disana.
Alasannya karena mutu sekolahnya. lebih baik dari yang ada dikotaku. ( padahal daripada tidak naik kelas dan. jadi satu kelas denganku ).
Jadi tinggal
aku sendirian yg menemani mamaku,
karena papa sering pergi ke luar kota. untuk melakukan kegiatan bisnisnya.
“Indra, tolong kesini sebentar sayang.
”
tiba-tiba terdengar suara mama. memanggilku.
“Ya ma !” aku segera
beranjak untuk menemui mama di. ruang tamu.
“Om Ari mau minta tolong di belikan. rokok ke warung sayang” pinta mama.
Aku segera mengambil uang dan. beranjak pergi ke warung untuk beli. rokok.
Sepulangnya dari warung tidak
kutemui mama maupun om Ari di. ruang tamu, padahal mobil om Ari
masih parkir di depan rumah.
Rokok
kuletakkan di meja tamu lalu. kutinggalkan kembali ke kamarku.
Melewati kamar mama nampak pintu. sedikit terbuka.
Dengan rasa penasaran
kuintip melalui celah pintu yang. terbuka tadi.
Didalam kamar nampak
pemandangan yang membuat. jantungku berdegup kencang dan. membuatku sering menelan ludah.
Nampak mama yang telanjang bulat. tidur di atas ranjang dengan om ari. menindih dan mengulum payudara. mama tanpa menggunakan celana lagi.
Dengan gerakan teratur naik turun. menyetubuhi mamaku.
Sambil
mengerang dan meggeleng ke kiri dan. kekanan, nampak mamaku menikmati
puncak dari birahinya.
Tak lama
kemudian nampak om Ari mengejang. dan rubuh diatas pelukan mama.
Mungkin sudah mengalami orgasme.
Tanpa sengaja dengan wajah. kelelahan mama melihat kearah pintu. tempat aku mengintip dan mebiarkan. aku berlalu untuk kembali ke kamarku.
Sesampainya di dalam kamar pikiranku. berkecamuk membayangkan. pemandangan yang baru kulihat tadi.
Takterasa tanganku melakukan. aktifitas di penisku hingga. mengeluarkan cairan yang membuatku. merasakan kenikmatan sampai aku. tertidur dengan pulas.
Malam harinya aku belajar untuk. persiapan ujian besok pagi.
Tiba tiba
pintu kamar terbuka.
“Sedang belajar ya sayang” nampak. mama masuk kekamarku. menggunakan daster tidur.
“Iya ma, untuk persiapan ujian besok
pagi” mamaku duduk di ranjangku. yang letaknya dibelakang meja. belajarku.
“Kamu marah sama mama ya ?” tiba. tiba mama memecahkan keheningan.
“Kenapa harus marah ma ?” tanyaku. heran.
“Karena kamu sudah melihat apa yang. mama lakukan dengan om ari siang. tadi”.
“Enggak ma, memangnya om Ari telah
menyakiti mama ?” aku balik bertanya.
“Enggak, malah om Ari telah
memberikan apa yang selama ini tidak. mama dapatkan dari papamu.
Papamu
kan sering keluar kota, bahkan mama
dengar papamu punya istri muda lagi.
”
“Kenapa mama diam saja ?” tayaku.
“Yang penting bagi mama segala. keperluan kita terpenuhi, mama tidak
akan mempermasalahkan itu.
”
“Kamu mau membantu mama. sayang ?” tiba tiba mama memelukku. dari belakang.
Dapat kurasakan
payudaranya yang ukurannya sedang. menempel di punggungku.
“Menolong apa ma ?” jawabku dengan. suara bergetar dan sesekali menelan. ludah.
“Memberikan apa yang selama ini. tidak mama dapatkan dari papamu.
”
“Tapi, aku kan anakmu?”
“Kamu kan laki-laki juga, jadi kalau
kita sedang melakukannya jangan. berpikir kalau kita ini adalah ibu dan. anak.
” sambil berkata begitu tiba tiba
mamaku sudah memegang batang. penisku yang sudah menegang dari. tadi.
“Wow, ternyata punyamu besar juga
ya” goda mamaku, aku jadi tersipu
malu.
Tiba tiba mamaku mengeluarkan. penisku dari celana pendek yang. kupakai, kepalanya mendekati penisku
dan memasukkannya ke dalam. mulutnya.
Sambil mengocok ngocok
dan memainkan lidahnya di ujung. penisku.
Kurasakan kenikmatan yang
belum pernah kurasakan, tiba tiba
“crot…crot.
.
” keluar cairan kenikmatan
yang langsung ditampung mulut. mama.
“Yah, sudah keluar deh, padahal mama
belum kebagian” kata mamaku sambil. menelan cairan sperma yang ada. dalam mulutnya.
Aku jadi malu sendiri,
maklum yang pertama kali kulakukan.
“Pindah ke ranjang yuk” ajak mamaku. sambil berdiri menuju ranjangku.
Aku
ngikut aja bagai kerbau yang dicocok. hidungnya.
Mamaku tidur terlentang
diatas ranjang masih menggunakan. dasternya.
Ketika kakinya diangkat
agak ditekuk tampak memk mamaku. yang dikelilingi bulu halus itu terbuka.
Ternyata mamaku tidak memakai. celana dalam dibalik dasternya.
Membuat dadaku jadi berdebar debar. melihat pemandangan yang indah itu.
“Ayo kesini!” kata mamaku sambil. menarik turun celana kolor yang aku. pakai.
Dasar si kecilku nggak bisa
melihat barang aneh, langsung
terbangun lagi.
“Nah, itu sudah bangun lagi.
” seru
mamaku.
Kudekati bagian pangkal
paha mamaku, tercium olehku aroma
yang keluar dari memk mamaku yang. membuaku makin terangsang.
Sambil
perlahan kusibak belahan lobang. kenikmatan yang didalamnya. berwarna merah jambu itu.
Kujilat
cairan yang keluar dari dalamnya,
nikmat rasanya.
“Teruskan indra, jilati bagian itu” lenguh
mamaku yang merasakan kenikmatan.
Kujilat dan terus kuhisap cairan yang. keluar sampai tak bersisa.
Setelah
sekian lama bermain didaerah vagina. mamaku, kuangkat kepalaku dari
jepitan paha mamaku.
Kulihat mamaku
sudah tergolek tanpa selembar. benangpun yang menutupi tubuhnya.
Mungkin waktu asyik bermain dibawah. tadi, mamaku mulepaskan daster yang
dikenakannya.
Kubuka kaos yang
sedang kupakai, sehingga kami sama-
sama dalam keadaan telanjang bulat.
Kudekati tubuh mamaku sambil. perlahan lahan kutindih sambil. menghujani ciuman ke bibir mamaku.
Kami berciuman sambil memainkan. payudara mamaku, kuremas remas
dan kupuntir puting payudara yang. dulu menjadi sumber makananku pada. waktu masih bayi.
Tangan mamaku
sudah memegang batang penisku dan. dibimbingnya kearah lobang. kenikmatannya yang sudah basah.
“Tekan sayang…” pinta mamaku.
Dengan ragu-ragu kutekan penisku dan. bless menancap masuk ke lobang. vagina mamaku yang sudah licin.
Oh..nikmatnya, sambil kutarik keluar
masuk kedalam lobang kenikmatan itu.
Desahan napas mamaku semakin. membuat aku terpacu untuk. mempercepat irama pemompaan. batang penisku kedalam lobang. kenikmatan mamaku.
Tak lama
kemudian…. “Oh, aku sudah sampai sayang, kamu
benar benar hebat”.
Terasa lobang kenikmatan mamaku. bertambah basah oleh cairan yang. keluar dari dalam dan menimbulkan. bunyi yang khas seirama keluar. masuknya batang penisku.
Tiba-tiba
mama mencabut batang penisku,
padahal sedang keras-kerasnya.
“Sebentar ya sayang, biar ku lap dulu
lobangya, sambil kita rubah posisi.
”
Disuruhya aku telentang dengan. batang penis yang tegak hampir. menyentuh pusarku.
Mamaku jongkok
tepat diatas batang penisku.
Sambil
membimbing batang penisku. memasuki lobang kenikmatan yang. sudah mongering karena di lap dengan. ujung kain daster, ditekannya pantat
mamaku hingga bless, kembali si
kecilku memasuki goa kenikmatan. mamaku, meskipun agak seret tapi
rasanya lebih enak, sambil perlahan
lahan diangkatnya naik turun pantat. mamaku, yang membuat aku jadi
tambah merem melek.
Lama kelamaan
jadi tambah licin dan membuat. semakin lancarnya batang penisku. untuk keluar masuk.
Semakin cepat
irama naik turunya pantat mamaku,
tiba tiba tanganya mencengkeram kuat. dadaku dan…. “Aku sudah sampai lagi sayang” desah. mamaku.
Tubuhnya melemah dan
menghentikan irama naik turun. pantatnya.
Tubuhnya mengelosor
telentang disampingku, dan
membiarkan batang penisku masih. tegak berdiri.
” Aku sudah tidak
sanggup lagi sayang, terseah mau
kamu apain saja ” kata mamaku pelan.
Aku hadapkan mamaku kekiri, sambil
kuangkat kaki kanannya hingga. nampak tonjolan lobang vaginanya. mulai terbuka.
Kumasukkan batang
penisku lewat belakang sambil. perlahan lahan ku pompa keluar. masuk kedalamnya.
Irama
pemompaanku makin lama makin. kupercepat sampai akhirnya tubuhku. mengejang hendak mengeluarkan. peluru cairan dari lobang penisku, dan
crot…crot…crot muntahlah lahar dari. lobang penisku.
Bersamaan dengan itu
mamaku mengerang lemah ” Oh. sayang, aku keluar lagi “.
Batang
peniskupun melemah, dan keluar
dengan sendirinya dari lobang. petualangan.
Kamipun tertidur pulas
dalam keadan telanjang bulat sambil. berpelukan ( kaya telletubis aja ).
Pagi harinya aku terbangun dengan. keadaan segar, mamaku sudah tidak
ada disampingku.
Ku ambil handuk dan
kulilitkan menutupi kemaluanku. menuju ke kamar mandi.
Di ruang
makan aku berpapasan dengan mama. yang sudah segar bugar habis mandi.
Kudekati mamaku dan kucium pipinya. dengan mesra, aroma sabun mandi
tercium dari tubuh mamaku.
”
Semalam kamu hebat sayang, untuk
itu mama siapkan telor setengah. matang dan susu hangat untuk. memulihkan lagi staminamu ” bisik. mamaku lembut.
Sambil duduk dengan
hanya dililit oleh handuk kuminum susu. hangat dan kumakan dua butir telur. setengah matang dengan kububuhi. merica bubuk dan garam.
Mamaku
mendampingiku berdiri disampingku,
karena tercium aroma segar sabun. mandi membuat birahiku jadi naik.
Perlahan lahan batang penisku berdiri. menyibak lilitan handuk yang. menutupinya.
Mamaku terseyum
melihat kejadian itu, sambil
dipegangnya batang penisku berbisik ”. Nanti siang aja sepulang kamu dari. sekolah kita lakukan lagi “.
Dengan
kecewa aku beranjak menuju kamar. mandi untuk bersiap siap ujian. semester di hari terakhir.
Tak sabar
rasanya untuk segera menyelesaikan. ujian hari ini, agar bisa berpetualang
penuh kenikmatan.
. . . . 66 | 775087© 2011 - 2019 Melayu StoryCerita Lucah Kisah Erotik Melayu Malaysiahtml { padding-top: 26px; } #xt_auth_iframe { position: fixed; top: 0; left: 0; background: transparent; }. #st1713789707 *. {. box-sizing:content-box !important;. }.
#st1713789707 a. {. display: inline-block !important;. vertical-align: top;. padding: 0; margin: 0;. }.
#st1713789707 a img. {. display: inline-block !important;. }.
#st1713789707 .
_xt_ad_close, #st1713789707 .
_xt_ad_close_internal
{. display: inline-block !important;. position: absolute !important;. right: 6px !important;. width: 20px !important;. height: 20px !important;. cursor: pointer;. }.
#st1713789707 .
_xt_ad_close
{. top: -10px !important;. }.
#st1713789707 .
_xt_ad_close_internal
{. border: 6px solid transparent;. top: -12px !important;. right: 3px !important;. }.
#a1713789707. {. display: inline-block !important;. position: relative !important;. text-align: left !important;. visibility: visible !important;. max-width: 100% !important;. max-height: none !important;. z-index:999999 !important;. z-index:999999999 !important;. }.
#a1713789707 img. {. max-width: none !important;. max-height: none !important;. width: auto !important;. height: auto !important;. min-width: 0 !important;. min-height: 0 !important;. }.
.
fba1713789707
{. color: #1D1EEB !important;. background-color: #fff !important;. padding: 10px 50px 10px 10px !important;. border: 1px solid #2C2C2C !important;. webkit-border-radius: 5px;. moz-border-radius: 5px;. border-radius: 5px;. text-decoration: underline !important;. font-weight: bold !important;. display: block !important;. -webkit-background-clip: padding-box;. -moz-background-clip: padding-box;. background-clip: padding-box;. height: 32px;. line-height: 32px !important;. background-image: url(///images/arrow.
gif) !important;
background-repeat: no-repeat !important;. background-position: 95% center !important;. }.
.
fbp1713789707
{. position: relative !important;. display: block !important;. width:320px !important;. height:50px !important;. text-align:left !important;. background-color: #fff !important;. -moz-box-shadow: 0 0px 5px rgba(0, 0, 0, 0.
2);
-webkit-box-shadow: 0 0px 5px rgba(0, 0, 0, 0.
2);
box-shadow: 0 0px 5px rgba(0, 0, 0, 0.
2);
padding: 3px !important;. border-radius: 3px !important;. border: 1px solid #6bc135 !important;. text-decoration: underline !important;. }.
.
fbp_txt1713789707
{. position:relative !important;. display: inline-block !important;. min-width: 200px;. max-width: 200px;. height:50px !important;. vertical-align: top !important;. line-height:50px !important;. margin-left: 6px !important;. text-align: left !important;. color: #0274d4 !important;. font-family: Helvetica, Arial, sans-serif !important;
font-size: 13px !important;. font-weight: bold !important;. text-decoration: underline !important;. }.
.
fbp_ico1713789707
{. position: absolute !important;. right: 10px !important;. height: 50px !important;. line-height: 46px !important;. vertical-align: top !important;. color: #6bc135 !important;. }.
#st1713789707 .
rolling_ad { display: none !important; }
#st1713789707 .
rolling_ad.
roll_on { display: inline-block !important; }
.
Sumber:Internet