. .
Cerita ini bermula dari suatu minggu siang ketika aku ke rumah mertuaku, saat itu rumah sepi hanya ada Vera adik iparku yang berusia 25 tahun, yang aku yakin dia juga memendam hasrat yang sama denganku, karena berulang ulang kulihat sorot matanya yang bergairah sambil memperlihatkan tubuhnya yang mulus dan susunya yang montok itu ketika dia ganti baju di de maka siang itu nekat aku ke rumah mertua yang aku tahu pasti sepi karena menghadiri pernikahan di Semarang, ketika aku masuk ke dalam rumah kulihat Vera masih tiduran di kamar yang pintunya terbuka dan hanya mengenakan daster tipis.
Ketika aku masuk kamar dan duduk di pinggir ranjang, dia masih asyik membaca koran minggu, dan tidak menghiraukan aku yang saat itu kontolku sudah ngaceng karena melihat dasternya tersingkap sampai ke batas paha.
ahh, mulu lalu sambil lalu kupegang pahanya mulai dari betis naik ke dengan takut takut kuelus elus pahanya, dan ketika kulihat dia masih juga asyik membaca ( pura pura membaca padahal sudah menunggu adegan selanjutnya, begitu katanya setelah kami selesai bercinta ), nekat kuciumi eh, dia malah menggeliat sambil membuka kedua pahanya, nampaklah kini olehku celana dalam tipis warna hitam yang dulu kubelikan.
aku masih terus menciumi pahanya sambil membuka risleting celanaku, sehingga aku juga hanya memakai celdam dengan ****** yang sudah sangat tegang meminta untuk segera dimasukkan ke liang dan ketika ciumanku sampai ke daerah vaginanya, vera mende matanya merem melek, sambil kujilati sekitar paha sebelah dalam, tanganku bergerak memelorotkan celana dalamnya, kini nampaklah olehku memek dengan rambut hitam pekat yang menebarkan aroma yang sangat merang jilatan dan ciuman aku teruskan, kusibak rambut yang menutupi liang vaginanya, vagina yang sudah basah kucium, kujilati kelentitnya.. dia semakin mendesah, menggeliat geliat bagai cacing kepanasan.., sssshh.. aduh masssss,.... sambil terus mebuka lebar lebar kedua sementara tanganku tidak tinggal diam, tangan kiri naik keatas mencengkeram susunya yang ternyata tanpa mengenakan Btangan kananku kutusukkan pelan pelan ke dalam lubang memeknya yang benar benar sudah basah kuyu desahnya berulang ulang... ayo massssss aku sudah tidak kuat lagi..... desamasukkan masss ma kontolku sudah sangat Akhirnya dengan sekali gerakan, kupelorotkan celdamku, lalu kusingkap daster yang masih menutupi sebelah atas ssssssshhhh.., ayolah massss kini liang senggamanya dengan kontolku sudah berhadapan, tapi tidak langsung kumasukkan,kusenggol senggol bibir vaginanya dengan ujung kon hal ini semakin membuatnya mendesah de aduhhhhhh masssss tangannya memegangkontolku, dituntunnya untuk memasuki lubang vaginanya..... dan ke blesssss dia mendelik sambil menjerit kecil... ahhhhhh segera kugenjot kontolku lebihdalam lagi.... dan kutarik pelan pelan.. hal ini semakin membuatnya mendesah desah tidak karuan... ahhhhhh ahhhh semakin cepatgerakan kontolku, dia mengimbanginya dengan goyangan yang sangat luar bia ternyata dia lebih liar dibandingkan isteriku, tubuhnya lebih montok, lebih mulusDengan vagina yang ditumbuhi rambut yang sangat lebat sehingga semakin menambah kenikmatanku dalam menyetubu sekitar lima belas menit kugenjot kon dengan satu gerakan kasar, dan teriakan kecil... dia menjeri aduh masssssssss aku dapet nihhhh.. terus massss pahanya semakin kuat menjepit dan...... ahhhhhhhhhh sambil mencium bibirku, dengan napas yang memburu, dia mencapai klimak sambil kutekan kuat kuat kontolku di dalam vaginanya....... terasa cairan sperma yang menumpukpun sudah mau keluar....akhirnya dengan satu kali genjotan yang kuat muncrat juga spermaku membasahi dinding ahhhhhhhhhhhh maka sejak saat itu, kami selalu mencuri curi kesempatan untuk melakukannya... dan hal itupun kami lakukan walau saat itu rumah lengkap dengan isteri dan anakku yang tidur di rumah merTetapi kalau hasrat dan gairah sudah memuncak, Vera tidak dapat dikendalikan lagi... dia pasti menyusulku yang tidur di ruang sungguh nikmatnya bercinta dengan adik iTAMAT.
.
Sumber:Internet