Gelap

Akhirnya Dinikmatin Juga 6

🇮🇩 Indonesia
Kecepatan: 1.0x
Status: Siap
×

Bantuan pengaturan pemutaran

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tapi tetap tidak bisa putar, cek pengaturan Ponsel/PC Anda.
Pastikan mesin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin Anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lainya

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Keluaran Teks-ke-Suara.
Jika tidak ada, Pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih text-ke-suara atau text-ke-ucapan, atau yang mirip itu.
Untuk menambahkan bahasa, klik ikon gear ⚙ > install data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan/Konten lisan
Atau pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "konten yang di ucapkan/konten lisan" enter
Untuk tambahkan bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Pengaturan Sistem > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mulai > Pengaturan > Waktu & Bahasa > Ucapan atau Speech.
Windows 7 & 8
Control Panel > Ease of Acces > Speech Recognition > Text to Speech
Windows XP
Start > Control Panel > Sounds, Speech, and Audio Devices > Speech
Windows 2000 & ME
Start > Settings > Control Panel > Speech
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Harap cari pengaturan untuk aktifkan text-to-speech di mesin pencari, seperti Google, Bing, dll

Catatan Untuk saat ini, halaman ini bekerja sesuai mesin dari perangkat anda.
Jadi suara yang di hasilkan, mengikuti mesin TTS dari perangkat anda.

Akhirnya Dinikmatin Juga 6

. . Akhirnya setelah beberapa kali dan sedikit demi sedikit menyodok masuk, kontol Ronad berhasil tembus tertanam dalam lubang taiku.
Aku mungkin kelenger.
Aku tak mampu lagi merasakan sakit atau tidak sakit lagi.
Aku lunglai dalam rasa panas dan pedas yang amat sangat.
Aku tak mampu lagi berontak atau melawan.
Aku benar-benar jadi pesakitan.
Aku adalah korban keganasan Ronald.
Dan saat Ronad mulai memompakan kontolnya, aku benar-benar pingsan.
Entah berapa lama.
Aku terbangun saat aku rasakan ada air yang menyiram wajah dan mulutku hingga aku gelagapan.
Pelan-pelan aku membuka mataku.
Aku belum melihat apa-apa.
Aku masih mengingat-ingat apa yang telah terjadi.
Kulihat ada bayang-bayang gelap yang hampir menutupi wajahku.
Dan.. Biadab, anjiingg.. Begundal busuk kau Ronaadd.. Dia benar-benar gila.
Dia tengah menduduki aku dengan kontolnya yang mengarah dan mengencingi wajah dan mulutku.
Sebagian air kencingnya masuk kemulutku dan tertelan hingga membuat aku gelagapan tersedak-sedak.
Kudengar samar-samar.
"Minum, ini sundal, minum kencingku.
Ayoo.. Minum.. Air segar inii.. minum perempuan sial.. Minum kencingku sundalku.." Tangannya membekap hidungku yang langsung membuat mulutku ternganga mencari nafas.
Dan pada saat yang bersaman air kencing itu deras ngucur ke mulutku.
Bagaimanapun aku tak terpaksa menelannya.
Aku gelagapan setengah mati dan kembali pingsan.
Entah berapa lama aku kelenger.. Hingga kudengar bunyi telepon keras berdering.. Kubiarkan telpon itu terus berdering hingga berhenti dengan sendirinya.. Badanku, celana jeans dan blusku, seprei ranjang, selimut, bantal, semuanya basah.
Bau anyir dan pesing memenuhi kamar.
Aku jadi ingat, itu air kencing.
Aku juga jadi ingat tanganku, telah lepas dari borgolku.
Aku jadi ingat saat terakhir yang aku ingat, Ronad menduduki dadaku dan kencing ke wajah dan mulutku.. Kemana dia sekarang..?? Dimana Ronad bajingan itu..?? Tiba-tiba rasa mual langsung menyergap aku.
Aku tak mampu menahan ingatan itu dan mualku makin menjadi-jadi.
Aku muntah-muntah.
Telpon kembali berdering keras.
Dengan terseok aku bangkit dari ranjang dan kuraih telepon, "Cepat balik ke kamarmu, penataran sudah selesai, suamimu sedang menuju ke lift untuk kembali ke kamar.
Cepat..!!" itu suara Ronad.
Telepon langsung putus.
Aku panik.
Kusambar apa yang kuingat.
Aku keluar kamar Ronad dan kembali ke kamarku.
Tanganku gemetar tak keruan saat memasukkan kunci pintu.
Aku berkejaran dengan suamiku.
Aku berkejaran dengan nasibku.
Aku berkejaran dengan keutuhan keluargaku.
Aku berkejaran dengan martabatku.. Dengan terseok aku berlari ke kamarku dan langsung masuk kamar mandi dan mengunci pintunya.
Ah.. ini semua adalah hasil kebodohanku.. Aku benar-benar keluar dari siksaan neraka jahanam.. Kudengar seseorang membuka pintu kamar.
"Ma, kok pintunya nggak dikunci..?" terdengar suara suamiku.
Ah, ademnya.. damainya.. Shower dingin di kamar mandi langsung membuat kesadaranku kembali utuh.
Saat aku keluar kamar mandi suamiku menjemputku dan mencium aku dengan sepenuh cinta dan kerinduannya.
"Kita pulang, Ma.
Ayo cepetan dandan, teman-teman sudah menunggu makan siang.
Aku telepon ke kamar tadi.
Kemana kamu, Ma? Shopping? Jalan-jalan?" Ah.. Suamiku.. Cinta sejatiku.. Orang yang kuingkari.. Yang aku khianati.. Sejak saat itu aku tak pernah berjumpa lagi dengan Ronald.
Tak aku pungkiri, hingga kini aku masih merindukan kontolnya yang gede panjang itu.
Aku masih terobsesi padanya.
Aku sering membayangkan betapa kekerasan dan kekasarannya memberikan nikmat syahwatku.
Dalam keadaan sendiri aku sering mencoba ber-masturbasi.
Aku merindukan orgasme beruntun yang kudapatkan dari dia.
Aku pernah mencoba menghubungi telpon yang tertera di kartu namanya.
Ternyata dia telah pindah.
Dia tidak lagi berdomisili di Malang.
Saat berkumpul dengan ibu-ibu kenalanku, aku suka memancing, apakah mereka pernah periksa ke dokter kandungan? Aku berharap mereka pernah berjumpa dengan Ronald.
Tetapi pertanyaanku tak ada jawabannya.
Aku juga coba telpon ke Novotel, apakah ada tamu berinisial Ronald menginap di hotel ini?! Akhirnya aku menyerah.
Dia telah raib dibawa angin lalu.
Aku juga berharap, kapankan angin lalu juga membawa raib obsesiku? Sungguh lelah mencoba menempatkan hasrat birahi dalam penantian tanpa kunjung jelas.
Aku akan berusaha melupakannya.
Aku mencoba memberikan perhatian lebih banyak kepada suamiku.
Aku melengkapi perabotan dapurku.
Aku punya hobby memasak makanan oriental.
Kemarin masakan suamiku memuji masakanku Muc Don Thit.
Masakan tumis cumi yang telah aku isi dengan soun, hioko dan jamur kuping.
Aku juga membuat Tom Yang Goong yang pedasnya demikian menggigit.
Kami makan malam bersama dalam penerangan lilin.
Aku sempat keluar keringat karena kepedasan.
TAMAT.
.
Sumber:Internet