Gelap

Akibat Merusak Gagang Pintu 3

🇮🇩 Indonesia
Kecepatan: 1.0x
Status: Siap
×

Bantuan pengaturan pemutaran

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tapi tetap tidak bisa putar, cek pengaturan Ponsel/PC Anda.
Pastikan mesin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin Anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lainya

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Keluaran Teks-ke-Suara.
Jika tidak ada, Pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih text-ke-suara atau text-ke-ucapan, atau yang mirip itu.
Untuk menambahkan bahasa, klik ikon gear ⚙ > install data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan/Konten lisan
Atau pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "konten yang di ucapkan/konten lisan" enter
Untuk tambahkan bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Pengaturan Sistem > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mulai > Pengaturan > Waktu & Bahasa > Ucapan atau Speech.
Windows 7 & 8
Control Panel > Ease of Acces > Speech Recognition > Text to Speech
Windows XP
Start > Control Panel > Sounds, Speech, and Audio Devices > Speech
Windows 2000 & ME
Start > Settings > Control Panel > Speech
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Harap cari pengaturan untuk aktifkan text-to-speech di mesin pencari, seperti Google, Bing, dll

Catatan Untuk saat ini, halaman ini bekerja sesuai mesin dari perangkat anda.
Jadi suara yang di hasilkan, mengikuti mesin TTS dari perangkat anda.

Akibat Merusak Gagang Pintu 3

. POV RatnaSekitar jam 4 pagi, aku akhirnya terbangun dari tidurku.
Saat bangun kulihat Andi masih tidur menindih tubuhku dan juga penisnya yang walaupun sudah terlepas namun masih menempel di bibir tempikku.
Aku pun mengelus-elus dan mencoba mengangkat kepala anakku yang masih terlelap.
Ketika kuangkat wajahnya terlihat dia masih terlelap dan “Ohh tidak dia keliatan sangat tampan sekali kalo sedang tidur”.
Tak berapa lama kemudian akhirnya Andi pun terbangun.
Terlihat wajahnya yg lelah namun puas menatapku dengan tersenyum.
Aku pun akhirnya mulai membuka pembicaraan dengannya.
“Gimana tidurnya sayang? Pules gak?”“Pules banget Bu, aku puas banget rasanya”.
“Yaudah kalo gitu turun gih, badan kamu berat nih nindihin Ibu dari tadi malem jadi bikin pegel”.
Perintahku padanya“Bentar dulu Bu, aku masih mau ngeliat anting-anting Ibu dari deket kayak gini”.
Rajuk Andi dengan manja.
“Aduh Andi, nanti kamu jadi ngeres lagi kalo ngeliatin anting-anting Ibu terus”.
Kataku mengingatkannya.
“Kan aku ngeres sama Ibuku sendiri bukan sama orang lain”.
Balasnya membela diri.
Karena tidak mau berdebat panjang akhirnya aku membiarkan Andi tetap menindihku.
Saat dia menindih tubuhku kami pun mengobrol tentang banyak hal.
Selama mengobrol dengannya Andi seringkali menciumi payudara, leher dan juga anting-antingku.
Walaupun merasa geli namun aku membiarkan tingkahnya seperti itu karena aku sayang padanya.
Setelah 10 menit berada dalam posisi tersebut, rupanya penis Andi kembali mengeras di bibir tempikku.
Karena aku sudah lelah aku pun memintanya untuk tidak melakukan hubungan intim denganku lagi.
“Tuh kan Andi punyamu keras lagi di tempik Ibu.
Ini pasti gara-gara ngeliatin anting-anting Ibu terus dari tadi makanya kamu jadingeres lagi sama Ibu.
“Bukan cuma anting-anting Ibu yang bikin aku ngeres tapi juga tetek Ibu montok banget terus leher Ibu juga putih mulus gini bikin aku jadi lepas kendali”.
Karena sudah sangat bernafsu, Andi pun kembali memasukkan penisnya ke dalam tempikku.
BLESS BLESS SREET SREET! Begitulah gerakan penis Andi di dalam tempikku.
Aku yg sudah kelelahan hanya bisa pasrah sambil terlentang dan membiarkan Andi “memperkosaku” dengan sisa-sisa tenaga yg dia miliki.
Persetubuhan ini berlangsung selama kurang lebih 15 menit.
Setelah mencapai orgasme bersamaan, kulihat wajah Andi begitu memerah karena puas denganku.
Aku pun tersenyum sambil mengelus wajahnya.
“Gimana sayang? Udah puas kan sekarang?” Kalo udah turun dong dari badan Ibu sayang.
Ayahmu pagi ini pulang lho, bisa bahaya nanti kalo dia ngeliat kita lagi kayak gini”.
Ujarku memberikan pengertian padanya.
“Bentar ya Bu, aku masih mau meluk Ibu”.
Katanya manja sambil mengusel-uselkan kepalanya ke payudaraku yang montok.
“Ihh manja banget sih kamu sayang, yaudah tapi jangan lama-lama ya meluknya”.
Kataku sambil mengusap-usap kepalanya dengan lembut.
Setelah 10 menit menindihku, akhirnya Andi pun bangkit dari tubuhku.
Sebelum dia kembali ke kamarnya, dia kembali menciumi bibirku dengan mesra lalu pergi meninggalkan kamarku.

Sumber:Internet