Gelap

Akik Adiku Korban Intimidasi Dan Kesesatan 3

🇮🇩 Indonesia
Kecepatan: 1.0x
Status: Siap
×

Bantuan pengaturan pemutaran

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tapi tetap tidak bisa putar, cek pengaturan Ponsel/PC Anda.
Pastikan mesin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin Anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lainya

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Keluaran Teks-ke-Suara.
Jika tidak ada, Pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih text-ke-suara atau text-ke-ucapan, atau yang mirip itu.
Untuk menambahkan bahasa, klik ikon gear ⚙ > install data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan/Konten lisan
Atau pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "konten yang di ucapkan/konten lisan" enter
Untuk tambahkan bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Pengaturan Sistem > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mulai > Pengaturan > Waktu & Bahasa > Ucapan atau Speech.
Windows 7 & 8
Control Panel > Ease of Acces > Speech Recognition > Text to Speech
Windows XP
Start > Control Panel > Sounds, Speech, and Audio Devices > Speech
Windows 2000 & ME
Start > Settings > Control Panel > Speech
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Harap cari pengaturan untuk aktifkan text-to-speech di mesin pencari, seperti Google, Bing, dll

Catatan Untuk saat ini, halaman ini bekerja sesuai mesin dari perangkat anda.
Jadi suara yang di hasilkan, mengikuti mesin TTS dari perangkat anda.

Akik Adiku Korban Intimidasi Dan Kesesatan 3

. Menjelang jam 9 malam isteri Ahmad mendatangi rumahku, rupanya dia tidak memberitahukan tentang kepergianya ke Surabaya.
namun anehnya tidak ada kelegaan diwajah manisnya, justru bibirnya semakin manyun seperti kesal dan marah.
Meski pada awalnya dia sempat menggeleng ketika aku bertanya tentang masalahnya, namun pada akhirnya rengekan anaknya memaksa Anis untuk membuka mulut.
Rupanya dia kehabisan susu padahal paginya sebelum berangkat kerja dia menjanjikan sekotak susu dengan kasbon gaji kepadaku.
Kebetulan aku mau beli rokok, ayo ikut! Kataku mengajaknya sekalian menuju ke sebuah minimarket 24 jam yang berjarak cukup lumayan.
Maklum, di daerahku jam segitu sudah sepi karena memang berada di pinggiran sehingga harus menuju jalur jalan propinsi yang relatif ramai.
“ambil sekalian beberapa kotak atau mungkin kebutuhan lain.
kataku‘makasih Mas, susu aja sudah cukup! Jawabnya sungkan“enggak apa-apa, tadi aku baru dapat rejeki lumayan.
JawabkuSejenak aku memutar menuju etalase snack dan minuman untuk teman begadang nonton bola sebelum akhirnya kembali menemui Anis yang nampak terdiam dan fokus membaca label beberapa produk kosmetik.
Manis juga si Anis… langsing dan jenjang gumamku sambil melihatnya dari ujung kaki hingga ujung kepala yang tampak alami.
Di poles dikit pasti makin kinclong, gumamku sesaat sebelum kembali menyapanya dan mempersilahkan mengambil barang kebutuhanya.
Lagi-lagi dia menolak dan sungkan terlebih dia sudah mengambil dua kotak susu dengan alasan harga kosmetiknya mahal.
Udah mana yang kamu ambil, ambil aja! Kataku sambil mengambil beberapa produk yang sempat dia pegang kedalam keranjang tanpa mempedulikan ekspresinya.
Dalam perjalanan pulang situasinya menjadi berbeda, selain nampak ceria Anis juga open dengan kondisinya sehingga akupun menjadi lumayan tahu kehidupanya.
Sebenarnya dia berasal dari keluarga yang lumayan berada namun kini terhalang oleh tembok bernama Ahmad sehingga memutus silaturahmi bahkan untuk sekedar berkeluh kesah.
Dengan lirih dia mengaku punya sedikit sesal karena tidak mendengarkan kata-kata ibunya dan memilih memperjuangkan cinta padahal kenyataanya modal berumah tangga membutuhkan lebih dari cinta.
Tak lupa dia juga membahas tentang ASI untuk anaknya yang sering gak lancar keluarnya, bahkan di dua bulan terakhir sama sekali tidak keluar.
“waahhh… pasti gara-gara Ahmad tidak mau mengalah ama anaknya! kataku mencairkan suasana‘iiiihhhh… Mas ini kok mikirnya sejauh itu sih.
Katanya mendadak salah tingkah dan berani mencubit“tapi bener kan? Kataku sambil tertawa‘tahu darimana, Mas kan belum menikah? Jawabnya spontan“belum menikah bukan berarti belum kawin! Kataku kembali tertawa lepas‘udah sampai Mas… cepet banget pulangnya! Gak mampir dulu? Tawar Anis basa-basi“dengan senang hati aku. akan mampir! Jawabku membuatnya terkejut‘mmm… mmm… iiii… iya silahkan! Jawabnya gugup sambil tengok kanan-kiri“aku parkirin mobil dulu yah? Kataku yang sebenarnya basa-basi saja.
Sumber:Internet