Gelap

Aku Dan 4 Wanita 1

🇮🇩 Indonesia
Kecepatan: 1.0x
Status: Siap
×

Bantuan pengaturan pemutaran

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tapi tetap tidak bisa putar, cek pengaturan Ponsel/PC Anda.
Pastikan mesin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin Anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lainya

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Keluaran Teks-ke-Suara.
Jika tidak ada, Pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih text-ke-suara atau text-ke-ucapan, atau yang mirip itu.
Untuk menambahkan bahasa, klik ikon gear ⚙ > install data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan/Konten lisan
Atau pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "konten yang di ucapkan/konten lisan" enter
Untuk tambahkan bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Pengaturan Sistem > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mulai > Pengaturan > Waktu & Bahasa > Ucapan atau Speech.
Windows 7 & 8
Control Panel > Ease of Acces > Speech Recognition > Text to Speech
Windows XP
Start > Control Panel > Sounds, Speech, and Audio Devices > Speech
Windows 2000 & ME
Start > Settings > Control Panel > Speech
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Harap cari pengaturan untuk aktifkan text-to-speech di mesin pencari, seperti Google, Bing, dll

Catatan Untuk saat ini, halaman ini bekerja sesuai mesin dari perangkat anda.
Jadi suara yang di hasilkan, mengikuti mesin TTS dari perangkat anda.

Aku Dan 4 Wanita 1

. . Kisah ini merupakan pengalaman pribadiku sendiri.
Namaku Andrie, umur 23 tahun waktu i baru saja berkenalan dengan seorang gadis yang berumur 23 tahun juga.
Aku bekerja di perusahaan swasta di Jakarta, sedang dia bekerja di sebuah Rumah Sakit swasta.
Namanya Yuni.
Aku baru berkenalan dengannya sekitar 2 bulan.
Waktu awal kenalan, aku tidak pernah mampir kerumahnya.
Kami hanya bertemu diluar saja dan ngobrol-ngobrol saja.
Tapi lantaran perasaan kami yang semakin akrab, maka suatu kali aku mampir juga kerumahnya, sekaligus berkenalan dengan keluarganya.
Yuni punya seorang ibu tiri yang umurnya sekitar 38 tahun dan dua orang kakak perempuan, yang tertua namanya Linda, umurnya 28 tahun dan yang nomor dua namanya Shinta umurnya 26 tahun.
Walaupun ibunya ibu tiri, tapi sangat baik.
Mereka tinggal 3 orang satu rumah.
Sedang kakaknya yang pertama sudah menikah, belum punya anak dan tinggal ditempat lain.
Hubungan mereka sekeluarga sangat akrab.
Keluarganya ramah terhadapku.
Waktu kedatanganku yang pertama aku cuma duduk bdiruang yang selanjutnya aku sudah biasa aja dirumahnya.
Aku sudah bisa masuk keruangan yang lainnya.
Suatu kali aku masuk kekamar Yuni, didalam kami ngobrol-ngobrol aja.
Jarak antara kami makin dekat.
Kupegang tangannya, kemudian perlahan-lahan kudekatkan wajahku ke saling berciuman.
Kulumat bibirnya yang berwarna kemerah-merahan dan Yuni membalas ciumanku.
Cukup lama kami berciuman dan aku tidak berani menyentuh bagian yang lain.
Sehabis itu kami main Play Stasion.
Minggu berikutnya aku main lagi ke rumah Yuni.
Waktu itu kakaknya yang no.
2 yaitu Shinta ada dirumah.
Dia tidak masuk kerja.
Setelah basa basi dengan kakaknya aku masuk kekamar Yuni.
Didalam seperti biasa setelah kami ngobrol-ngobrol sedikit aku mendekati Yuni.
Kami kembali berciuman, aku meremas tangannya, kemudian ciumanku menyusuri lehernya yang putih ber Yuni terdengar agak meneruskan ciumanku dengan meremas dadanya yang indah.
kemudian satu persatu kancing bajunya kutanggalkan, sampai dia hanya pakai BH saja.
BH nya yang berukuran 36B itupun kutanggalkan.
Payudaranya yang sekal dan indah itu pun habis kuciumi.
Sementara tanganku meremas-remas dengan lembut payudaranya i puting payudaranya yang berwarna agak kecoklatan kuhisap dan kujila makin menderu nafa terus asyik menghisap payudaranya yang sekal i secara tiba-tiba aku melirik ke pintu yang sedikit. terbuka, disitu kulihat shinta berdiri segera menghentikan gerakanku.
Shinta kemudian masuk kekamar Yuni.
Tapi Yuni cuek saja melihat kakaknya masuk kedalam kamarnya.
Dia tidak berusaha menutupi membiarkan saja tubuhnya dalam keadaan tentu saja merasa grogi.
Aku takut Shinta marah kemudian melarangku main kerumahnya lagi.
Tapi Shinta tidak marah malah tersenyum melihat aku yang salah Shinta bicara: "Kamu mau kubuatkan teh Andrie?" "Ya mbak, boleh ..e kasih.."jawabku agak gugup.
Dalam hati aku merasa senang karena Shinta tidak marah aku keluar dari kamar dan Yuni memakai bajunya tanpa mengenakan BH lagi.
Masih kelihatan payudaranya yang montok itu dibungkus baju kaos yang diruang tamu ngobrol-ngobrol saja bersama Yuni dan kakaknya.
Shinta sama sekali tidak menyinggung kejadian tadi, dan bicara hal-hal lain.
Minggu berikutnya aku kembali datang kerumah Yuni.
Setelah ngobrol-ngobrol dengan kakaknya Shinta, aku kembali masuk kekamar Yuni.
Didalam kami kembali berciuman.
Aku mencium bibir Yuni yang membalas ciumanku.
Berbeda waktu kemarinnya, kali ini Yuni agak agre mencium bibirku dengan ganasnya.
Aku juga semakin berani membuka pakaian Yuni, sehingga dia hanya memakai celana dalam segera menyapu lehernya yang jenjang dan putih ber terlihat menggelinjang membuat aku semakin ber mulai terus kearah dadanya yang mon menghisap puting sangat enak ra menghisap puting payudaranya. bergan makin terengah-engah.
Lalu aku membuka celana dalamnya, sehingga sekarang dia tidak memakai pakaian sehelai benangpun.
Aku menjilati pahanya yang putih mulus.
Jilatanku terus naik kearah vagina Yuni yang memancarkan hawa harum dan wangi.
Aku menjilat klitorisnya yang sebelumnya aku menyibakkan bulunya yang belum begitu lebat.
Lama aku menghisap klitori aku merasakan cairan yang khas, mungkin dia sudah semakin teransang.
Yuni lalu mendorongku, sehingga aku berada dalam posisi telentang.
Dia langsung mengarahkan bibirnya yang mungil ke sekali .. Yuni mengulum dan menghisap penisku .
Aku semakin pun semakin semangat mendengar desahan nafasku.
Lalu aku mendorong Yuni dengan lembut agar dia segera pun mengerti dengan keinginanku.
Penisku kuarahkan kearah vagina Yuni dan memasukkannya dengan menjerit tertahan begitu penisku masuk semua kedalam vaginanya.
Aku mengangkat pantatku perlahan-lahan, dan mema seterusnya aku lakukan, memaju-mundurkan kelihatan sangat menikmatinya.
Lalu aku mengangkat kaki kiri Yuni dan tetap aku menggoyang pantatnya yang mon akhirnya dia menjerit dengan suara yang agak keras.
Dan akupun merasakan cairan hangat yang membasahi penisku didalam vaginanya.
Rupanya Yuni sudah keluar.
Sementara aku nampaknya masih lama untuk mencapai puncak orgasmeku.
Tiba-tiba aku dikejutkan suara yang sudah aku kenal.
"Wa kuat juga ya Andrie.." Rupanya itu suaranya Shinta kakak Yuni.
Rupanya dia sudah dari tadi berdiri dibelakangku memperhatikan apa yang kuperbuat bersama dengan adiknya.
Aku sangat kaget sekali, dan mencabut penisku yang masih tegang dari vagina Yuni.
Kupikir tadi Yuni sudah mengunci pintu kamar.
Shinta segera menghampiri kami berdua.
Kulihat Yuni cuek saja dan masih menikmati puncak orgasmenya.
Shinta duduk disamping kami dan memperhatikan punyaku yang masih aku sendiri masih jauh dari puncak orga situasinya seperti itu aku jadi memberanikan diriku meraih tangan lembut tangannya dan aku segera melumat bibirnya yang. lembut.
Sementara tanganku langsung meremas-remas aku melirik Yuni dan kulihat dia tersenyum melihat yang kuperbuat dengan kakaknya.
Dia bilang, "Na giliran saya yang nonton kakak ya..?" Shinta hanya menjawab dengan tersenyum Yuni ingin aku berbuat yang sama dengan kakaknya.
Tanganku terus saja meremas-remas payudaranya dari luar.
Aku segera melepaskan semua pakaian yang menempel ditubuhnya, sampai dia tidak mengenakan pakaian selembar benangpun alias bugil, seperti Yuni.
Aku terus melumat bibirnya.
Shinta pun tidak kalah membalas ciumanku.
Ciumanku terus turun kelehernya yang putih ber mengelinjang membuat aku semakin bersemangat terus menciumi payudaranya yang montok, mungkin ukurannya ada sekitar 36, aku tidak tahu persis tapi sama dengan ukurannya si Yuni.
Aku menghisap puting payudaranya dengan la kembali melirik Yuni dan melihat dia tersenyum manis jadi semakin bersemangat Shinta terus saja menggelinjang keenakan.
Aku terus saja menghisap puting payudara tangan kiriku meraba-raba selangkangan merasakan bulu-bulu vaginanya yang lembut.
Ciumanku terus kuturunkan kedaerah vaginanya.
Aku menjilati klitoris Shinta dan Shinta terus saja menggelinjang.
Aku merasakan cairan yang khas dari vaginanya, tapi aku yakin dia belum orgasme.
Aku lalu mendekatkan penisku kedalam mulut Shinta dan diapun melumat penisku dan menghisa sangat enak Shinta menghisap penisku yang sudah sangat tegang hampir tidak tahan lagi.
Aku menyuruh Shinta supaya menungging.
Aku lalu mengatur posisiku di belakang aku memasukkan penisku kedalam vaginanya.
Tapi sebelum aku memasukkan penisku, Yuni bergerak mendekatiku dan tangannya menggenggam penisku.
"Biar kumasukin Ndrie..,"katanya.
Tapi sebelum itu dia masih sempat-sempatnya menghisap itu dia mengarahkan penisku ke kemaluan kakaknya.
Dia tersenyum juga tersenyum semakin tidak tahan dan segera memasukkan penisku ke vagina menjerit tertahan, "Ah enak Aku semakin bersemangat menggoyangkan Yuni duduk disam segera meraih tangan Yuni dan aku bilang, "Yun, sini payudaramu aku hisap.." Yuni segera menyodorkan payudaranya kemulu sementara aku menggoyang Shinta, mulutku menghisap payudaranya Yuni.
Shinta semakin histeris menjerit-jerit keenakan kugoyang vaginanya dari belakang.
Aku lalu menyuruh Yuni berdiri dan mengarahkan selangkangannya ke mulu kembali menjilati klitoris Yuni.
Yuni terdengar menjerit-jerit keenakan seperti kakaknya.
Tak lama tubuh Shinta menegang.
Agaknya dia sudah mau keluar.
Benar saja tak lama aku merasakan cairan hangat membasahi penisku yang masih menancap di vaginanya.
Yuni juga masih menjeri lalu berdiri dan mengarahkan penisku yang masih tegang ke kemaluan Yuni yang berada dalam posisi berdiri dari de mengangkat kaki Yuni dan meletakkan kakinya di pinggir tempat memasukkan penisku kedalam. vagina Yuni dari depan dan kugoyang-goyang, maju mundur.
Yuni kembali mendesah-desah, "..Ah pintar juga juga pake gaya berdiri seperti dalam film ..ah terus saja menceracau.
Aku terus saja menggoyangnya, sementara mulutku tidak berhenti menciumi payudaranya yang montok kiri kanan bergantian dan juga menghisapnya bergan semakin melayang-layang kenikmatan lama aku juga sudah ingin keluar.
Tapi sebelum aku keluar, Yuni sudah keluar duluan dan badannya mendadak jadi lemas.
Aku segera mencengkram pantatnya dan memeluk tubuhnya.
"Akh.."akhirnya kau keluar juga dengan perasaan yang melayang-layang.
Spermaku membasahi vagina Yuni.
Aku tidak kuat lagi menahan tubuh Yuni dan membiarkan dia terduduk dan akhirnya penisku pun tercabut dari vaginanya.
Shinta yang dari tadi memperhatikan, kembali mendekatkan kepalanya ke penisku dan menjilati sisa sperma yang masih menempel di pun tidak ketinggalan, juga menghisap penisku dan menjilati sisa sperma yang masih menempel di kakak beradik tadi masih dengan lahap menghisap penisku bergantian.
Akhirnya kami bertiga terbaring lemas.
Aku berada ditengah-tengah mereka.
Tanganku masih saja bergantian meremas-remas payudara Yuni dan Shinta bergan juga masih menikmati remasan tanganku di sama-sama menarik nafas kami terdiam.
Tiba-tiba kami dikejutkan teriakan suara panggilan.
"Shinta, Yuni kalian dimana? Ini Mbak Linda datang ni nggak ada yang menyahutin?" Rupanya kakaknya yang tertua da lalu berdiri dan berkata pada Yuni, "Yun, biar Mbak saja yang menemuin Mbak Linda, kayaknya dia sendirian saja ke kayaknya nggak ikut tuh.." Lalu tanpa pakaian sehelai benangpun Shinta berdiri dan jalan keluar kamar.
Aku kaget dan bertanya pada Yuni, "Yun, kalau ketahuan Mbak Linda bagaimana nih..?"kataku agak cemas.
Tapi Yuni hanya tersenyum saja dan mengecup bibirku sebagai jawabannya.
Sementara diluar kamar, mbak Linda sangat terkejut melihat adiknya Shinta menyambutnya tanpa busana sehelai benangpun.
"Shin ngapain..?Kok nggak pake pakaian..?"tanya Mbak Linda.
Tapi Shinta cuma tersenyum saja dan berkata, "Nggak apa-apa kok mbak..Mbak nggak usah banyak tanya deh.." sambil tangannya menggandeng tangan kakaknya kekamar Yuni.
Sesampai dikamar Yuni, mbak Linda kelihatan terkejut melihatku dan Yuni juga tanpa segera menjelaskan, "Mbak, itu Andrie pacarnya Yuni..Mbak udah kenal kan?"kata Shinta.
Sementara aku masih agak cemas, takut kalau-kalau Mbak Linda marah be rupanya Yuni mengerti berkata pada Linda, "Mbak ayo duduk disini, ngapain berdiri disi Mbak nggak pingin merasakan punya Andrie yang perkasa ini..?Bukankah Mbak dulu bilang kalau nggak pernah puas kalau main sama suami mbak..?" Mulanya Mbak Linda ragu-ragu.
Tapi Shinta segera menarik tangan kakaknya dan mengajaknya duduk didekatku yang juga sama-sama bugil dengan adik-adiknya.
Akhirnya Mbak Linda duduk juga dideka berkata, "Ayo Andrie..kita teruskan, nih kakaknya Yuni yang paling tua udah da nggak pernah puas kalau main.
Mungkin kamu ketemu lawan tangguh..,"kata Shinta bercanda.
Mbak Linda dan Yuni kulihat hanya tersenyum saja.
"Sekarang aku dan Mbak Shinta cuma nonton aja, kamu main sama Mbak Linda..habis kami capek sih.."kata Yuni dengan manjanya.
.
Sumber:Internet