Gelap

Aku Dan 4 Wanita 2

🇮🇩 Indonesia
Kecepatan: 1.0x
Status: Siap
×

Bantuan pengaturan pemutaran

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tapi tetap tidak bisa putar, cek pengaturan Ponsel/PC Anda.
Pastikan mesin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin Anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lainya

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Keluaran Teks-ke-Suara.
Jika tidak ada, Pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih text-ke-suara atau text-ke-ucapan, atau yang mirip itu.
Untuk menambahkan bahasa, klik ikon gear ⚙ > install data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan/Konten lisan
Atau pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "konten yang di ucapkan/konten lisan" enter
Untuk tambahkan bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Pengaturan Sistem > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mulai > Pengaturan > Waktu & Bahasa > Ucapan atau Speech.
Windows 7 & 8
Control Panel > Ease of Acces > Speech Recognition > Text to Speech
Windows XP
Start > Control Panel > Sounds, Speech, and Audio Devices > Speech
Windows 2000 & ME
Start > Settings > Control Panel > Speech
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Harap cari pengaturan untuk aktifkan text-to-speech di mesin pencari, seperti Google, Bing, dll

Catatan Untuk saat ini, halaman ini bekerja sesuai mesin dari perangkat anda.
Jadi suara yang di hasilkan, mengikuti mesin TTS dari perangkat anda.

Aku Dan 4 Wanita 2

. . Akupun nggak jadi takut dan ikut jadi berani dengan situasi seperti ini.
Aku merasa seperti diberi lampu hijau.
Aku langsung saja mengarahkan tanganku ke payudara Linda dan meremas-remas payudaranya dari luar hanya tersenyum saja aku perlakukan begi segera melumat bibirnya dan Linda membalasnya juga dengan ganasnya.
Nampaknya dia benar-benar membutuhkan semakin senang.
Aku segera melucuti pakaian yang dikenakan Linda, sampai dia tidak memakai pakaian sehelai benangpun seperti adik-adiknya.
Aku merasa kaget juga, karena payudaranya Mbak Linda lebih besar dibandingkan payudara adik-adiknya.
Terus terang aku sangat senang dengan ukuran payudaranya yang besar i segera menciumi payudaranya bertubi-tubi dan bergantian, maklum nafsu seksku mulai bangkit lagi.
Linda sudah mulai terengah-engah menghadapi kembali melumat bibir Mbak Linda yang indah.
Mbak Linda juga kembali membalas ciumanku dengan bernafsu.
Sementara itu aku juga melirik Shinta dan Yuni dan mereka cuma tersenyum menatapku sambil mengelus-elus vaginanya masing-masing.
Ciuamanku kembali kuarahkan keleher Linda yang putih ber terus kuturunkan ke payudaranya yang montok.
payudaranya kuciumi bergantian dan puting payudaranya kuhisap dengan la aku menghisap berkata, "ak sekarang jadi bayi..ya..terus hisap payudara Mbak..sayang..?"katanya menceracau.
Aku nggak peduli dengan rintihan dan erangan Mbak Linda.
Malah aku semakin bersemangat kuturunkan keperutnya yang putih dan ramping dan terus turun kepahanya yang mulus.
Pahanya kujilatin sampai basah kunaikkan ke sela-sela pahanya yaitu ke vaginanya.
"Ak ini Andrie..oh Andrie.."kata Mbak Linda.
Kayaknya dia juga tidak peduli lagi dengan sekitarnya.
Aku menjilati vaginanya.
Aku mencari klitorisnya dan menghisa Linda menjerit tertahan dan menekan belakang kepalaku, sehingga aku semakin mencium bau wangi dari vaginanya.
Aku terus menjilati klitorisnya itu, sampai akhirnya aku merasakan cairan yang keluar dari vagina Mbak Linda.
Tapi Mbak Linda sendiri belum keluar.
Sementara punyaku sendiri sudah semakin segera merubah posisiku dan menyodorkan penisku kemulut Mbak Linda.
Mbak Linda membuka mulutnya dan melahap penisku dan menghisap penisku dengan sangat bernaf menyadari nafsu seks Mbak Linda sangat aku yakin bisa memuaskannya.
Akhirnya kusuruh Mbak Linda menurut untuk telentang dan membuka kakinya lebar-lebar.
Akupun segera mengatur posisiku untuk mengarahkan penisku kedalam lubang kemaluannya.
Tapi sebelum aku memasukkannya, Yuni dan shinta mendekat dan berkata, "Andrie..sebentar dulu.."kata Shinta.
Tanpa menunggu jawabanku dia langsung memegang penisku dan memasukkan kedalam mulutnya lalu menghisapnya.
Setelah itu giliran Yuni yang menghisap melihat Mbak Linda sudah nggak sabaran untuk merasakan setelah Yuni menghisap penisku, dia membimbing penisku dan mengarah kan ke lubang vagina kakaknya.
Setelah posisinya pas, aku segera menekan pantatku perlahan-lahan.
Terdengar desahan dan jerita kecil keluar dari mulut Mbak Linda.
Rupanya lubang vagina Mbak Linda masih sempit seperti punya adik-adiknya.
Aku sangat senang segera menaik-turunkan pantatku ke vagina Mbak Linda.
Jeritan dan desahan nafas Mbak Linda makin keras.
Aku tidak peduli dan terus saja menggenjot dan menaik turunkan seperti vagina adik-adiknya, vagina Mbak Linda seperti meremas-remas penisku.
Aku sudah hampir keluar, tapi aku berusaha bertahan selama mungkin.
Dan kuperhatikan Mbak Linda hampir mencapai puncak orgasmenya.
"..ak andrie..ak sudah mau keluar ni terus menceracau.
" Aahh aku juga mau keluar mbak.."kataku sambil meremas dan menghisap payudaranya.
Akhirnya aku merasakan cairan hangat membasahi penisku.
"Ah sudah keluar.."kata Mbak Linda.
Rupanya dia sudah keluar.
Bersamaan dengan itu akupun merasa sudah nggak kuat lagi.
"Mbak..ak keluar..h.."kataku dengan suara agak parau.
Akhirnya spermaku tumpah membasahi vaginanya.
Aku tertelungkup lemas diatas tubuh Mbak LInda.
Kulihat Shinta dan Yuni tersenyum menata lalu mencabut penisku dari lubang vagina Mbak Linda dan tidur menelentang.
Shinta dan Yuni segera mendekatkan melutnya dan kembali menghisap penisku bergan juga dengan Mbak Linda bangun untuk menghisap penisku bergan kami kembali reba Linda disebelah kananku, Shinta disebelah kiriku, sementara Yuni dengan manjanya telungkup diatas sama-sama menarik nafas tanganku kembali bergerilya seperti tadi meraba seluruh tubuh kakak-adik itu dan meremas-remas payudara mereka bergan mereka juga bangun sebentar hanya untuk menghisap sama-sama terbaring lemas.
Tak lama Shinta membuka pembicaraan, "Wa memang kuat bisa mengalahkan Mbak Linda.
penismu juga besar dan kuat lho Andrie.
" Aku hanya tersenyum saja dan meremas payudara Shinta dengan lembut dan memainkan puting payudaranya dengan ujung jariku.
"Baru kali ini aku merasa puas kalo main gini Ndrie.."kata Mbak Linda.
Aku hanya tersenyum saja mendengar pujian mereka dan tanganku semakin nakal dengan memasukkan jariku kelubang vagina Mbak Linda.
"A nakal..aku lagi capek nih.."kata Mbak Linda manja.
Aku lalu berkata,"Wa Shinta, mbak Linda, kayaknya kita harus berpakaian nih sebelum ibumu datang.
" Yuni segera menjawab, "Nggak apa-apa kok Andrie.
Kalau ibu datang dan melihat kita begini nggak bakalan marah kok..ya kan mbak?"kata Yuni sambil bertanya pada kakaknya.
Kedua kakaknya tersenyum saja dan Shinta berkata, "Kalau kamu mau, kamu juga boleh main sama ibu Andrie.." "Iya..ibu pasti senang sekali ya kan Mbak Linda?"tanya Yuni sama Mbak Linda.
Mbak Linda menganggukkan ke aku sudah mulai tenagaku sudah mulai kami terdiam, tapi tanganku tetap tidak bisa diam dan selalu menggerayangi tubuh ke mungkin karena kecapean, mereka bertiga cuma diam saja ketika tanganku menggerayangi tubuhnya, walaupun jari tengahku mengorek-ngorek vaginanya.
Tiba-tiba terdengar suara dari luar, "Shinta, Yuni..kalian dimana?" Rupanya ibunya sudah datang.
"Kami disini Bu.."sahut Yuni.
Lalu Yuni berkata padaku, "Ayo Andrie..kamu boleh coba ibuku..katanya tersenyum.
Aku cuma mengangguk saja dan sekarang tenagaku sudah benar-benar pulih lagi.
Tak lama kemudian ibunya Yuni sampai di kamar dan terkejut, " lagi ngapain?"katanya sambil menutup mulutnya.
Ibunya Yuni masih melotot tidak percaya menata dekat tanganku langsung memeluk ibu Yuni dan langsung meremas-remas itu dia masih setengah tidak percaya, tapi dia membiarkan tanganku meremas-remas berdiri aku menciumi bibirnya dan sekarang dia mulai membalas ciumanku.
Aku tidak menduga ciuman ibunya ganas juga.
Sementara tanganku masih terus meremas-remas segera melucuti pakaiannya satu demi dia sekarang sudah bisa tersenyum dan berkata, "Linda, Shinta, Yuni..kalian bear-benar nakalya..?tapi kalian baik juga mau mengajak ibu main sama Andrie.
" Linda, Shinta dan Yuni hanya tersenyum saja dan berkata, "ya Bu..jangan malu-malu ya..ya..penis Andrie enak lho Bu.." Setelah pakaian luarnya kulucuti, hingga hanya tinggal BH dan CD aja.
Tanganku masih saja meremas-remas ibu Yuni mulai naik membiarkan saja apapun yang kulakukan pada tubuhnya dan menikma mulai melepaskan BH nya dan aku kaget juga payudara dia masih kencang, putih dan montok dan besarnya hampir sama dengan payudara Mbak Linda.
Aku segera menyerbu payudaranya dengan ciuman-ciumanku.
Aku menghisap puting payudaranya sambil berdiri.
Dia hanya merintih-rintih meremas-remas pantatnya yang montok, sementara mulutku tidak berhenti menghisap puting payudaranya kiri kanan.
Setelah puas dibagian payudara, ciumanku kulanjutkan ke bawah.
Ciumanku kuarahkan ke pahanya yang putih mulus dan terus naik ke melepaskan CD nya sehingga dia tidak mengenakan apa-apa lagi, bugil seperti aku dan anak-anak tirinya.
Aku lalu menjilati vaginanya.
Sambil berdiri, dia membuka kakinya agar mulutku leluasa menjilati vaginanya.
Sementara tangannya menekan belakang ke terus saja menghisap klitorisnya.
Dia menjerit-jerit kecil dan kakinya kulihat agak gemetaran.
Setelah puas menjilati vaginanya, aku lalu menekan tubuhnya supaya duduk jongkok menghada mengerti dan langsung saja mulutnya melumat merasa sangat enak.
Kayaknya Dia lebih berpengalaman dalam hal menjilat terus saja menghisap penisku dengan penuh semangat.
Akhirnya aku sudah tidak tahan lagi, aku lalu menyuruhnya membelakangiku.
Aku lalu mengatur posisi dan mengarahkan penisku ke lubang vaginanya dari belakang dan menekannya menjerit aku tidak peduli.
sementara Linda, Shinta dan Yuni hanya menonton dengan bersemangat dari menggoyang pantatku maju mundur sambil berdiri.
Tangan kirinya kutarik kebelakang dan tangan kananku meremas-remas payudaranya yang sebelah kanan.
Dia kembali menjerit-jerit dengan desahan nafasnya yang memburu.
"Andrie..kamu..punyamu sangat enak menceracau.
Aku semakin bersemangat mendengar rinti aku menarik tangan kanannya sehingga kedua tangannya kutarik kebelakang.
Sementara pantatku tetap maju mundur menggoyang yang besar terus saja bergoyang-goyang ke bawah.
Aku lalu merubah posisi dan menyuruhnya nafas memburu dia menurut saja dan telentang dengan membuka kakinya lebar-lebar.
Aku segera mengarahkan penisku ke vaginanya.
Penisku pun segera menusuk vaginanya dan pantatku naik turun menghujam vaginanya.
vaginanya tidak kalah rasanya dibandingkan vagina anak-anaknya.
Masih menggigit dan meremas-remas penisku.
Nafaskupun semakin cepat seperti nafasnya.
Sementara penisku menusuk-nusuk vaginanya, aku selalu menghisap payudaranya bergantian Sekitar hampir satu jam kami main, sampai akhirnya dia berkata, "Andrie..ah sangat enak vaginau jadi penuh oleh sudah hampir keluarh Dan tak berapa lama akupun segera merasakan penisku jadi hangat karena cairan dari vaginanya sebagai tanda dia sudah sampai puncak orga yang tegang tadi mulai lemas.
Aku masih saja menggenjot vaginanya dan akhirnya akupun merasakan sesuatu yang hendak keluar.
penisku kubenamkan dalam-dalam kedalam vaginanya.
Dan spermaku pun keluar membasahi liang vaginanya.
Aku tertelungkup lemas dengan nafas tidak beraturan.
Dia juga begitu lemas dan nafasnya juga tidak bera lalu mencabut penisku dari vaginanya dan telentang sambil menarik nafas memejamkan ma sudah keluar tapi penisku masih ngaceng.
Mbak Linda, shinta dan Yuni mendekat dan mereka bergantian menghisap penisku dan menelan sisa-sisa merasakan nikmatnya hisapan mereka bergantian.
Mereka bertiga akhirnya merebahkan badannyadisam kami terdiam karena kelela Yuni berkata, "Gimana Bu..?Enakkan penisnya Andrie..?" Ibunya berkata,"Wa memang luar bia besar, kua sekali.." Aku menjawab,"Kalian juga sangat enak kalian terasa meremas-remas juga sangat suka dengan payudara kalian yang montok-montok ini.
"kataku sambil meremas-remas payudara mereka bergantian.
Akhirnya aku tidak diperbolehkan pulang dan harus menginap malam i kembali main bergan kembali main sama Mbak Linda, Shinta , Yuni dan ibunya.
Sungguh aku merasa sangat terpuaskan saat i bisa menikmati tubuh mereka, tubuh kakak Yuni, tubuhnya sendiri dan tubuh ibunya.
Aduh sangat enak kulit tubuh mereka putih semua, maklum karena mereka adalah orang cina payudara mereka sangat montok dan vaginanya juga bisa memijit-mijit penisku.
Setelah hari itu, tiap kali aku main ke sana, kalau baru sampai di rumah Yuni, aku selalu meremas-remas payudara mereka bergan aku langsung melucuti pakaian mereka dan langsung menghisap payudara mereka bergan pun sangat senang dengan caraku waktu aku datang i kalau baru datang, aku langsung membuka celanaku dan menyodorkan penisku kedalam mulut Yuni, Shinta ibunya atau Mbak Linda.
Mereka pun sangat senang tiap kali aku datang kesana pasti main dengan mereka bergantian.
Kadang-kadang Yuni, Shinta, mbak Linda atau ibunya juga memperkenalkan aku dengan teman-temannya dan akupun sering juga main dengan teman-teman mereka.
Aku bilang pada mereka, kalau mau mengundang teman untuk main harus yang ber teman-teman mereka itu adalah wanita yang tidak bisa dipuaskan oleh salah satu temannya yang mau memberiku bayaran, tapi aku menolaknya karena aku melakukannya dengan suka sama aku sangat suka seks.
TAMAT.
.
Sumber:Internet