Gelap

Anakku Menikahi Ibunya 13

🇮🇩 Indonesia
Kecepatan: 1.0x
Status: Siap
×

Bantuan pengaturan pemutaran

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tapi tetap tidak bisa putar, cek pengaturan Ponsel/PC Anda.
Pastikan mesin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin Anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lainya

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Keluaran Teks-ke-Suara.
Jika tidak ada, Pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih text-ke-suara atau text-ke-ucapan, atau yang mirip itu.
Untuk menambahkan bahasa, klik ikon gear ⚙ > install data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan/Konten lisan
Atau pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "konten yang di ucapkan/konten lisan" enter
Untuk tambahkan bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Pengaturan Sistem > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mulai > Pengaturan > Waktu & Bahasa > Ucapan atau Speech.
Windows 7 & 8
Control Panel > Ease of Acces > Speech Recognition > Text to Speech
Windows XP
Start > Control Panel > Sounds, Speech, and Audio Devices > Speech
Windows 2000 & ME
Start > Settings > Control Panel > Speech
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Harap cari pengaturan untuk aktifkan text-to-speech di mesin pencari, seperti Google, Bing, dll

Catatan Untuk saat ini, halaman ini bekerja sesuai mesin dari perangkat anda.
Jadi suara yang di hasilkan, mengikuti mesin TTS dari perangkat anda.

Anakku Menikahi Ibunya 13

. Aku menahan napas ketika terbayang olehku tubuh ini digeluti anakku.
Tak tahan lagi aku segera membaringkan diri di pembaringan, sebelah tanganku mulai mengelus-elus belahan vaginaku yang telah basah.
Tanganku yang satu lagi mengelus tubuhku bagian lain, kuelus-elus buah dadaku dengan lembut hingga terus terang menimbulkan rangsangan tersendiri bagiku.
Libidoku naik dengan cepat dan hasratku jadi memuncak saat membayangkan yang mengelus-elus ini adalah Roni, mataku yang lentik pun mulai sayu merem melek merasakan nikmatnya usapan tanganku sendiri hingga tanpa kusadari jariku yang tadinya bermain di belahan vagina, kumasukkan ke dalam bibirku.
Kuhisap telunjukku dan kukulum dengan mulutku yang mungil dan berbibir tipis, ada rasa lendir yang sedikit asin di lidahku hingga segera kuturunkan lagi jari-jariku ke bagian buah dadaku.
Kali ini bukan lagi belaian yang kulakukan, tapi aku sudah mulai melakukan remasan ke payudara ku.
Kupilin-pilin puting payudaraku dengan menggunakan ibu jari dan jari telunjukku.
Nikmat sekali rasanya, terlebih saat tanganku yang satu lagi kuturunkan untuk mengelus-elus selangkanganku.
Saat jari-jariku mengenai bibir-bibir vaginaku, aku pun merasakan darah yang mengalir di tubuhku seakan mengalir lebih cepat daripada biasanya.
Aku sudah terangsang sekali, liang vaginaku sudah sangat banjiri oleh lendir yang keluar dari dalam rahimku.
Dapat kurasakan ada cairan lain di bibir vaginaku.
Lalu jari-jariku kuarahkan ke klitorisku.
Kutempelkan dan kugesek-gesek klitoris vaginaku dengan jariku sendiri hingga aku pun tak kuasa membendung gejolak dan hasratku yang semakin menggebu.
Badanku meliuk bagaikan penari erotis yang biasa kulihat di film blue, yang dulu sering ditonton suamiku untuk menaikan gairahnya, kukangkangkan pahaku dengan meletakkan kedua telapak kakiku di samping kiri dan kanan tempat aku berbaring.
Jari tengah dan telunjuk tangan kiriku kupakai untuk menyibak bibir vaginaku sambil menggesek-geseknya.
Sementara jari tengah dan telunjuk tangan kananku aktif menggosok-gosok klitorisku sekujur tubuhku mulai mengkilat oleh keringat yang mulai mengalir keluar, dinginnya angin malam yang masuk dari lubang udara kamar tidurku seakan tidak mampu menembus kehangatan yang kurasakan.
Kualihkan jari tangan kananku ke arah lipatan vaginaku.
Ujung jariku mengarah ke pintu masuk liang kenikmatanku, kusorongkan sedikit masuk ke dalam.
Awalnya memang sedikit agak sulit masuk namun karena aku memang sudah benar-benar horny sehingga lubang vaginaku juga sudah benar-benar basah oleh lendir yang licin hingga berikutnya jari-jariku dengan mudahnya menyeruak masuk ke dalam liang vaginaku.
Kini jari tangan kiriku sudah tidak perlu lagi menyingkap bibir kemaluanku lagi hingga kualihkan tugasnya untuk menggesek-gesek klitorisku.

Sumber:Internet