Gelap

Anakku Menikahi Ibunya 15

🇮🇩 Indonesia
Kecepatan: 1.0x
Status: Siap
×

Bantuan pengaturan pemutaran

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tapi tetap tidak bisa putar, cek pengaturan Ponsel/PC Anda.
Pastikan mesin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin Anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lainya

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Keluaran Teks-ke-Suara.
Jika tidak ada, Pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih text-ke-suara atau text-ke-ucapan, atau yang mirip itu.
Untuk menambahkan bahasa, klik ikon gear ⚙ > install data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan/Konten lisan
Atau pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "konten yang di ucapkan/konten lisan" enter
Untuk tambahkan bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Pengaturan Sistem > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mulai > Pengaturan > Waktu & Bahasa > Ucapan atau Speech.
Windows 7 & 8
Control Panel > Ease of Acces > Speech Recognition > Text to Speech
Windows XP
Start > Control Panel > Sounds, Speech, and Audio Devices > Speech
Windows 2000 & ME
Start > Settings > Control Panel > Speech
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Harap cari pengaturan untuk aktifkan text-to-speech di mesin pencari, seperti Google, Bing, dll

Catatan Untuk saat ini, halaman ini bekerja sesuai mesin dari perangkat anda.
Jadi suara yang di hasilkan, mengikuti mesin TTS dari perangkat anda.

Anakku Menikahi Ibunya 15

. Dengan sudut mataku kulihat tiba-tiba wajah ayah menjadi cerah, “aku senang mendengar akhirnya kau menyetujui rencana pernikahan itu anakku” katanya.
“Apa ada kemungkinan ayah bisa dibantah?” kataku sambil tetap bersikap acuh tidak acuh.
Sebagai ganti jawabannya ayah hanya tersenyum lebar, “Ayah akan segera menemui guru pendeta di kuil, untuk memastikan tanggal pernikahanmu” kata ayah sambil mulai bersantap pagi.
Kami bersantap berdua karena Roni tidak kulihat batang hidungnya dan aku malu untuk bertanya kepada ayah.
Selesai sarapan ayah langsung pergi “ayah kekuil dulu Sum” begitu pamitnya kepadaku.
Tengah hari ayah baru pulang, dan dia langsung berkata padaku “Tadi aku telah menemui guru, dan dia bersedia menikahkanmu enam minggu lagi dari sekarang, tepatnya tanggal 1 Oktober, itulah hari yang bagus menurut pilihan Guru”.
Aku tersentak sedikit, dan diluar sadarku aku bertanya “Begitu lama? “He… he… he… rupanya kau sudah tidak sabar ya Sum” goda ayah sambil tertawa.
“Bukan itu..” kataku terputus mengingat semakin banyak bicara maka mungkin akan semakin terlihat belangku, karena itu aku berusaha menampilkan sikap acuh tak acuh kembali.
Aku terus memperlihatkan sikap itu pada Roni, aku tidak mau Roni merasa menang karena dia sudah tahu ahirnya aku menyetujui pernikahan kami dan bahkan tanggal pernikahannya telah ditetapkan.
Sengaja aku terus memberi kesan kepada Roni, bahwa aku sebenarnya enggan, dan kalau aku menyetujuinya maka itu adalah suatu hal yang terpaksa karena desakan ayahku, yang juga merupakan kakeknya.
Tapi jauh didalam hatiku, aku merasa seperti gadis perawan lagi yang akan menikah untuk pertama kalinya, bahkan ada kebahagian lebih dalam diri ini dibanding seorang perawan yang akan menikah, karena aku sadar bahwa yang akan menjadi suamiku adalah seorang pria muda yang sangat tampan, yang keluar dari rahimku dua puluh tiga tahun lalu, tepatnya anak kandungku sendiri.
Sejak saat ayah menetapkan tanggal pernikahan, aku memutuskan untuk mulai menggoda Roni, karena itu saat kami bersantap malam bersama, sengaja kugunakan baju daster yang rendah potongan dadanya, saat makan kurasakan seringnya Roni mencuri lihat pada dadaku, diam-diam aku tersenyum dalam hati, rupanya Roni memang benar-benar tertarik padaku, bukan hanya sekedar sikap pura-pura.
Selesai makan malam, Roni mengajakku keluar esok harinya, barangkali ini adalah kencan pertama kami.
Dengan sikap sedikit enggan aku menyetujuinya, padahal dalam hati aku sudah punya rencana untuk mulai menggodanya dengan bersikap sebagai teman wanita dan bukan ibunya, sekaligus untuk mengajuk isi hati Roni yang sebenarnya.

Sumber:Internet