Gelap

Anakku Menikahi Ibunya 18

🇮🇩 Indonesia
Kecepatan: 1.0x
Status: Siap
×

Bantuan pengaturan pemutaran

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tapi tetap tidak bisa putar, cek pengaturan Ponsel/PC Anda.
Pastikan mesin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin Anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lainya

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Keluaran Teks-ke-Suara.
Jika tidak ada, Pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih text-ke-suara atau text-ke-ucapan, atau yang mirip itu.
Untuk menambahkan bahasa, klik ikon gear ⚙ > install data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan/Konten lisan
Atau pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "konten yang di ucapkan/konten lisan" enter
Untuk tambahkan bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Pengaturan Sistem > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mulai > Pengaturan > Waktu & Bahasa > Ucapan atau Speech.
Windows 7 & 8
Control Panel > Ease of Acces > Speech Recognition > Text to Speech
Windows XP
Start > Control Panel > Sounds, Speech, and Audio Devices > Speech
Windows 2000 & ME
Start > Settings > Control Panel > Speech
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Harap cari pengaturan untuk aktifkan text-to-speech di mesin pencari, seperti Google, Bing, dll

Catatan Untuk saat ini, halaman ini bekerja sesuai mesin dari perangkat anda.
Jadi suara yang di hasilkan, mengikuti mesin TTS dari perangkat anda.

Anakku Menikahi Ibunya 18

. Byar… tiba-tiba lampu di gedung pertunjukkan menyala, dengan cepat aku menepiskan tangan Roni dari dadaku, jantungku berdentang dengan cepat mataku liar mengelilingi seluruh ruangan, takut dan malu kalau ada yang menyaksikan ulah Roni padaku.
Tapi semuanya tampak aman, penonton perlahan mulai bubar dan berjalan dilorong sebelahku.
Akupun bangkit berdiri sekilas kulihat selangkangan Roni menonjol keluar, aku segera berpaling sambil tersipu, dan tidak berani memandang lagi.
Kami saling berdiam diri saat keluar dari gedung pertunjukkan, aku berjalan didepan menuju terminal bus dan Roni mengikuti dibelakangku.
Sambil berjalan perasaanku diaduk rasa malu, takut, menyesal tapi juga sekaligus bergairah, tapi ahirnya naluri kewanitaanku yang menang, konon lagi aku juga tidak merasa bersalah.
Itu sebabnya saat melewati toko herbal yang menjual macam-macam jamu dan ramuan dan dekat dengan tertminal, aku berhenti “belilah tiket bus, aku menunggu disini” kataku pada Roni.
Roni mengangguk dan berjalan meninggalkan aku.
Kutunggu sejenak setelah Roni agak jauh, aku segera masuk kedalam toko itu.
Kuingat cerita ibu-ibu saat arisan dulu, bahwa seorang perempuan yang makan ramuan tertentu akan menyebabkan vaginanya seret, serta mengempot keras bak gadis perawan.
Aku bahkan pernah sekali mempraktekkannya, dan hasilnya ayah Roni langsung knock out saat memasuki diriku, “Duh Sum vaginamu betul-betul seret dan meremasku dengan kuat, hingga aku tidak tahan merasakannya” begitu keluh suamiku saat itu.
Kuhitung jarak hari pernikahan kami, lalu kupesan paket ramuan untuk dua bulan lamanya dan dengan cepat membayarnya, kusembunyikan belanjaanku ini diantara tumpukan baju yang Roni belikan untukku.
Untunglah saat semuanya selesai Roni baru datang, sehingga dia tidak tahu ulahku.
Mari Bu, tiketnya sudah ada dan busnya akan berangkat lima menit lagi kata Roni sambil mengambil barang belanjaan kami, aku mengikutinya dan naik kedalam bus.
Tidak lama kemudian bus mulai berjalan menyusuri gelap malam.
Setelah keluar dari kota lampu dalam bus dimatikan, sehingga keadaan dalam bus remang-remang.
Kulirik jam tangan yang dipakai Roni, ternyata sudah hampir jam sepuluh, sebagian besar penumpang mulai memejamkan mata mengingat perjalanan akan memakan waktu hampir tiga jam.
Akupun bersandar didinding bus sambil memperhatikan jendela, melihat gelapnya malam yang sekali-sekali diterangi lampu kendaraan dari arah yang berlawanan.
Benakku dipenuhi kenangan dari yang kami lakukan sepanjang hari tadi.
Rupanya karena lelah, tanpa terasa mataku terpejam dan tertidurlah aku.

Sumber:Internet