Gelap

Anakku Menikahi Ibunya 23

🇮🇩 Indonesia
Kecepatan: 1.0x
Status: Siap
×

Bantuan pengaturan pemutaran

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tapi tetap tidak bisa putar, cek pengaturan Ponsel/PC Anda.
Pastikan mesin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin Anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lainya

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Keluaran Teks-ke-Suara.
Jika tidak ada, Pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih text-ke-suara atau text-ke-ucapan, atau yang mirip itu.
Untuk menambahkan bahasa, klik ikon gear ⚙ > install data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan/Konten lisan
Atau pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "konten yang di ucapkan/konten lisan" enter
Untuk tambahkan bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Pengaturan Sistem > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mulai > Pengaturan > Waktu & Bahasa > Ucapan atau Speech.
Windows 7 & 8
Control Panel > Ease of Acces > Speech Recognition > Text to Speech
Windows XP
Start > Control Panel > Sounds, Speech, and Audio Devices > Speech
Windows 2000 & ME
Start > Settings > Control Panel > Speech
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Harap cari pengaturan untuk aktifkan text-to-speech di mesin pencari, seperti Google, Bing, dll

Catatan Untuk saat ini, halaman ini bekerja sesuai mesin dari perangkat anda.
Jadi suara yang di hasilkan, mengikuti mesin TTS dari perangkat anda.

Anakku Menikahi Ibunya 23

. Dan dipantai itu aku menjalankan rencanaku, setelah ganti baju dengan bikini, aku berjemur sambil berbaring dipantai beralaskan tikar dan berpayungkan payung raksasa yang bisa disewa, kebetulan matahari tertutup awan jadi udara tidak terlalu panas meskipun kami sampai disana menjelang tengah hari.
Kupejamkan mata seakan tidur, tapi dibalik bulu mataku aku mengintip solah Roni yang duduk disampingku, tampak olehku mata Roni seakan melotot melihat seluruh pahaku yang terbuka sampai pangkal paha.
Beberapa lama dia bersikap demikian lalu setelah mengedarkan matanya melihat pantai yang relatif sepi dia berkata “Bu… kurasa lebih baik ibu memakai krim tabir surya” tawarnya padaku.
Dengan tingkah menggiurkan kubuka mataku, aku tahu Roni tengah mencari-cari alasan untuk bisa menyentuh tubuhku, karenanya kujawab “Enggak usah mataharinya enggak terik kok, lagian aku mau berenang sekarang” kataku sambil bangkit dan berlari dan masuk kedalam air.
Roni ikut berlari dan menyusul aku masuk kedalam air, diair kurasakan Roni selalu berusaha mendekatiku, tapi akulah yang selalu menjauh sambil tertawa menyemburkan air kearahnya.
Terus terang melihat tubuhnya yang atletis dan tonjolan di selangkangannya, sebenarnya telah membuat gairah birahiku naik, apalagi meskipun aku selalu berusaha mengelak, toh tetap saja pada beberapa kesempatan tuh kami sempat bersentuhan.
Sampai ahirnya aku mengajak berganti baju dan pulang Roni tidak berhasil menyentuh tubuhku, tapi kulihat selangkangannya tetap menonjol meskipun kami lama bermain di air.
Bahkan sampai saatnya kami pulang tonjolan itu masih tampak, tanda batang yang ada didalamnya masih keras.
‘Ya Tuhan apakah batang itu tidak pernah layu’ pikirku dengan darah berdesir keras karena saat sampai kerumahpun kulihat tonjolan itu tidak sekalipun mengecil.
Pikiran itu benar-benar menggodaku dan membuat aku yang tengah menggoda Roni nyaris terseret kembali kedalam buaian gairah birahi.
Malam itu kulewatkan dengan gelisah, aku benar-benar terbakar napsu birahi, tapi aku mencoba untuk bertahan, karena itu aku tidak bisa tidur, menjelang tengah malam aku yang masih terjaga kebelet pingin pipis, dengan perlahan aku keluar dari kamarku dan menuju kamar mandi.
Saat lewat kamar Roni telingaku sempat mendengar keluhannya, kupikir Roni pasti tidurnya gelisah, tapi semua berubah saat aku kembali dari kamar mandi, kudengar Roni mengerang “Sum… okh… sum… nikmat sekali…”.
Aku tersentak, dengan hati-hati aku mengintip kekamarnya, untunglah kamar itu tidak tertutup rapat, karena nya kudorong pintunya dengan pelan-pelan dan hati-hati.
Dan… kontan napasku serasa terhenti melihat pemandangan yang ada.

Sumber:Internet