Gelap

Anakku Menikahi Ibunya 28

🇮🇩 Indonesia
Kecepatan: 1.0x
Status: Siap
×

Bantuan pengaturan pemutaran

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tapi tetap tidak bisa putar, cek pengaturan Ponsel/PC Anda.
Pastikan mesin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin Anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lainya

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Keluaran Teks-ke-Suara.
Jika tidak ada, Pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih text-ke-suara atau text-ke-ucapan, atau yang mirip itu.
Untuk menambahkan bahasa, klik ikon gear ⚙ > install data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan/Konten lisan
Atau pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "konten yang di ucapkan/konten lisan" enter
Untuk tambahkan bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Pengaturan Sistem > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mulai > Pengaturan > Waktu & Bahasa > Ucapan atau Speech.
Windows 7 & 8
Control Panel > Ease of Acces > Speech Recognition > Text to Speech
Windows XP
Start > Control Panel > Sounds, Speech, and Audio Devices > Speech
Windows 2000 & ME
Start > Settings > Control Panel > Speech
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Harap cari pengaturan untuk aktifkan text-to-speech di mesin pencari, seperti Google, Bing, dll

Catatan Untuk saat ini, halaman ini bekerja sesuai mesin dari perangkat anda.
Jadi suara yang di hasilkan, mengikuti mesin TTS dari perangkat anda.

Anakku Menikahi Ibunya 28

. Aku melakukan semua itu seakan tidak sengaja, sambil membenahi dudukku, aku bergeser menjauh dan menutupkan tas tanganku pada pahaku, untuk menghindari kenakalannya yang lebih jauh.
“Makanya jangan nakal, hampir saja celaka, nyopir yang benar” sungutku sambil melirik nakal pada Roni, yang hanya bisa nyengir dan kecewa.
Sesampainya dirumah hari sudah larut dan ayah pasti sudah tidur.
“Bu tunggu sebentar… ini ada hadiah buat ibu” panggil Roni ketika aku mau berjalan kekamarku.
“Apa?” tanyaku sambil berbalik melihat Roni dengan pandangan bertanya.
“Ulurkan tangan ibu dan pejamkan matanya” kata Roni sambil tersenyum.
Kuturuti kata-kata Roni, kurasakan tanganku dipegangnya dan sesuatu dimasukkan kedalam jari, “nah sekarang bukalah matanya” kudengar Roni berkata.
Kubuka mataku dan kupandang cincin bermata berlian yang melingkar ditanganku.
“Wooow…“seruku tak mampu menahan rasa kejut melihat keindahan cincin itu.
“ini… ini untukku?” tanyaku tidak percaya, Roni hanya mengangguk.
Setelah tertegun sejenak, aku mengucapkan terima kasih sambil berniat mengecup bibirnya sekilas.
Tidak kusadari itulah yang ditunggu Roni saat aku mendekatinya untuk mencium bibirnya, tangannya telah merengkuh pinggangku dan ciuman sekilas itu berubah menjadi ciuman dan lumatan yang lama.
Bibirkulah yang dikulumnya dengan ganasnya sementara lidahnya mencoba masuk.
Aku langsung terlena dan membiarkan lidah itu menerobos mencari lawan.
Kurasakan lidah Roni menjilati bagian dalam mulutku dan aku menyerah lidah kami yang kemudian bergulat dengan serunya.
Sampai aku ahirnya sadar dan mendorong tubuhnya ketika kurasakan tang Roni mulai meremas buah dadaku.
Dengan napas terengah dan tubuh gemetar oleh kuatnya napsu yang timbul, aku berdesis “terima kasih” lalu secepatnya aku berbalik dan berjalan kekamarku.
Kutuntaskan birahiku dikamar seperti biasa dengan jariku mempermainkan klitorisku sendiri, dan aku meraih orgasme yang nikmat.
Besoknya Roni pamit untuk pergi bagi satu keperluan, seperti biasa dia pamit, aku sudah siap untuk kecupan ringan dibibirku seeperti biasanya, tapi kali ini Roni tidak hanya mengecup, tapi dia mengulum bibirku dan menyapu bibir itu dengan lidah.
Lalu meninggalkanku yang sempat terpana.
‘kurang ajar anak itu semakin berani dia’ makiku dalam hati tapi tanpa kemarahan.
“Hari pernikahan kalian tinggal lima hari lagi, seperti petunjuk Guru, tiga hari menjelang pernikahan, kedua pengantin dilarang bertemu, karena itu Ron, bukan aku mengusirmu tapi lusa kamu terpaksa harus pergi dari rumah ini danmenginap di hotel” kata Ayah saat kami makan malam.

Sumber:Internet