Gelap

Anakku Menikahi Ibunya 31

🇮🇩 Indonesia
Kecepatan: 1.0x
Status: Siap
×

Bantuan pengaturan pemutaran

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tapi tetap tidak bisa putar, cek pengaturan Ponsel/PC Anda.
Pastikan mesin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin Anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lainya

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Keluaran Teks-ke-Suara.
Jika tidak ada, Pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih text-ke-suara atau text-ke-ucapan, atau yang mirip itu.
Untuk menambahkan bahasa, klik ikon gear ⚙ > install data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan/Konten lisan
Atau pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "konten yang di ucapkan/konten lisan" enter
Untuk tambahkan bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Pengaturan Sistem > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mulai > Pengaturan > Waktu & Bahasa > Ucapan atau Speech.
Windows 7 & 8
Control Panel > Ease of Acces > Speech Recognition > Text to Speech
Windows XP
Start > Control Panel > Sounds, Speech, and Audio Devices > Speech
Windows 2000 & ME
Start > Settings > Control Panel > Speech
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Harap cari pengaturan untuk aktifkan text-to-speech di mesin pencari, seperti Google, Bing, dll

Catatan Untuk saat ini, halaman ini bekerja sesuai mesin dari perangkat anda.
Jadi suara yang di hasilkan, mengikuti mesin TTS dari perangkat anda.

Anakku Menikahi Ibunya 31

. ‘Paling juga aku harus merelakan frensh kiss lagi seperti itu’ pikirku, karenanya aku segera berbalik memandang Roni, “apa lagi Ron, aku sudah lelah” kataku, “pejamkan dulu dong matanya!” pinta Roni padaku.
Aku menurut dan kurasakan tangan Toni menarik kedua tanganku serta menengadahkannya, lalu kurasa ada sebuah kotak yang diletakan ditanganku.
“Sekarang bukalah matanya” aku menurut dan seperti sebelumnya, mataku segera silau menatap seperangkat perhiasan bermata berlian didalam kotak.
“Aku ingin ibu memakai ini saat pernikahan kita” katanya saat aku memandangnya dengan pandangan tanya.
“Wooow… indah sekali Ron…” sejenak aku tertegun mengamati perhiasan itu sebuah kalung berlian dengan mata kalung berlian besar, sebuah cincin, sepasang anting, sebuah gelang semuanya bermata berlian.
Semuanya merupakan perhiasan yang tidak mungkin kudapatkan dimasa lampau, tapi kini jadi milikku.
“Ini untukku?” tanyaku meyakinkan, Roni menganguk tegas sambil memandangku mesra dan tetap dalam sikapnya itu.
Aku maklum apa yang ditunggu Roni karena itu aku mendekat dan membiarkan pinggangku direngkuh Roni aku sendiri langsung mencium bibirnya.
Kami saling berkuluman bibir dan kali ini lidahku yang mulai menyambar lidahnya, Kami benar-benar bagai kelaparan, sebuah ciuman disusul dengan ciuman yang lain, entah berapa banyak air liurku yang direguk Roni seperti halnya air liur Roni yang kureguk juga.
Akhirnya saat aku merasa gejolak birahi dalam diriku seakan meledak segera kudorong tubuhnya, ‘gawat… bisa-bisa kami bersetubuh malam ini’ pikirku.
“Sudahlah tidurlah, aku juga mau tidur” kataku.
Roni dengan enggan melepaskan rangkulannya.
“Kau tidak ingin mencobanya?” tanya Roni mengejutkan aku yang sedang memperhatikan perhiasan, sejenak aku bimbang, “cobalah!” desak Roni, aku mengangguk.
Roni kemudian mengambil kotak perhiasan dan menuntunku untuk duduk di ruang dalam.
Kami duduk bersebelahan dengan rapat, ketika aku mengambil cincin untuk dipasangkan di jariku, kulihat cincin kawin dari ayahnya masih melingkar di jari manisku.
“Kau seharusnya sudah tidak memakai cincin itu” desis Roni, aku menganguk kulepas cincin yang ada dan kuletakan diatas meja serta berniat memasang cincin yang baru di jari manisku.
“Itu bukan cincin kawin, cincin yang satu itu baru aku berikan pada saat pernikahan kita” desis Roni, “mari aku pasangkan” katanya sambil mengambil cincin dan memasangkannya dijari tengah bersebelahan dengan cincin yang telah dipasangkannya.
Satu persatu perhiasan itu dikenakan ditubuhku.
Terakhir yang dikenakan Roni adalah kalung, untuk memasangkannya aku harus sedikit membalikkan badan, kurasakan dengus napas Roni di kudukku, membuat seluruh bulu ditubuhku meriding, apalagi Roni kemudian bukan hanya mengenakan kalung, tapi dia juga mencium kuduk dan belakang telingaku.

Sumber:Internet