Gelap

Anakku Menikahi Ibunya 35

🇮🇩 Indonesia
Kecepatan: 1.0x
Status: Siap
×

Bantuan pengaturan pemutaran

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tapi tetap tidak bisa putar, cek pengaturan Ponsel/PC Anda.
Pastikan mesin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin Anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lainya

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Keluaran Teks-ke-Suara.
Jika tidak ada, Pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih text-ke-suara atau text-ke-ucapan, atau yang mirip itu.
Untuk menambahkan bahasa, klik ikon gear ⚙ > install data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan/Konten lisan
Atau pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "konten yang di ucapkan/konten lisan" enter
Untuk tambahkan bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Pengaturan Sistem > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mulai > Pengaturan > Waktu & Bahasa > Ucapan atau Speech.
Windows 7 & 8
Control Panel > Ease of Acces > Speech Recognition > Text to Speech
Windows XP
Start > Control Panel > Sounds, Speech, and Audio Devices > Speech
Windows 2000 & ME
Start > Settings > Control Panel > Speech
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Harap cari pengaturan untuk aktifkan text-to-speech di mesin pencari, seperti Google, Bing, dll

Catatan Untuk saat ini, halaman ini bekerja sesuai mesin dari perangkat anda.
Jadi suara yang di hasilkan, mengikuti mesin TTS dari perangkat anda.

Anakku Menikahi Ibunya 35

. Aku terbeliak mendengarnya “Ayah?… kakek!” protesku.
Roni cuma nyengir ayah lah yang menyahut “setelah menikahimu, dia memang berhak menyebutku ayah”.
“Cis…” kataku sambil membereskan sisa makanan dan membawanya kedapur.
Didapur sempat kudengar ayah dan Roni berbincang, tapi karena suaranya tidak keras aku tidak tahu apa yang mereka perbincangkan, hanya saat keluar dari dapur kulihat Roni kembali menyerahkan sehelai checq kepada ayah.
Kuikuti langkah Roni yang berjalan keruang depan, “kau pergi sekarang?” tanyaku, Roni mengangguk dan tiba-tiba saja dia memeluk ku dengan erat lalu menciumku, bukan sekedar ciuman sekilas, tapi ciuman penuh napsu yang memabukkan, tanpa menghiraukan ayah yang ada di ruang dalam dan hanya terpisah sebuah dinding.
Kulayani ciumannya, dan kami berciuman cukup lama, sampai ahirnya aku mendorong tubuhnya dengan tanganku, “pergilah…” kataku dengan napas terengah-engah.
Kulihat Roni pun sama terengah-engah.
Sambil tersenyum dia berkata “aku pergi sekarang, jangan lupa pakai perhiasannya” katanya sambil melangkah keluar rumah.
Saat aku masuk keruang dalam kudengar ayah berkata “bukan main… kuat juga napas kalian, lebih dari lima menit kalian berciuman, haa… haaa.
ha… dasar anak muda sekarang tidak sabaran” katanya.
Mukaku memerah kubuat muka setan dan tanpa berkata apa-apa aku lari kekamar.
Menjelang siangnya beberapa kerabat mulai datang, mereka membantu ayah menghias rumah kami, rupanya ayah memilih kamarnya yang akan digunakan sebagai kamar pengantin, “biar kalian tidak perlu keluar kamar, kalau mau ke air” katanya, memang hanya kamar ayah lah yang memiliki kamar mandi di dalamnya.
Meskipun mukaku memerah mendengar kata-kata itu, tapi kubantu juga ayah memindahkan semua barang-barangnya kedalam kamar bekas Roni, sedangkan barang-barang Roni dipindahkan kedalam kamar pengantin, begitu juga barang-barangku meskipun semula aku protes, tap tetap saja dipindahkan.
Hari Pernikahan tiba, pernikahan berlangsung sore hari pukul 4 sore di sebuah kuil dekat rumah kami.
Ada beberapa orang yang hadir dan aku tidak mendengar gunjingan apapun dari mereka, meskipun mereka semua mengenal kami dengan sangat baik.
Belakangan baru saya tahu bahwa Roni membayar mereka denagn mahal juga!Aku mengenakan gaun pengantin sutra yang baru dibeli Roni, gaun yang mirip seperti yang kupakai dulu saat menikah dengan ayahnya.
Roni sendiri mengenakan setelan jas seperti dulu ayahnya menikah denganku, hanya saja berbeda warna.
Dalam pakaian itu Roni jelas tampak sangat mirip dengan ayahnya.

Sumber:Internet