Gelap

Anakku Menikahi Ibunya 36

🇮🇩 Indonesia
Kecepatan: 1.0x
Status: Siap
×

Bantuan pengaturan pemutaran

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tapi tetap tidak bisa putar, cek pengaturan Ponsel/PC Anda.
Pastikan mesin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin Anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lainya

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Keluaran Teks-ke-Suara.
Jika tidak ada, Pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih text-ke-suara atau text-ke-ucapan, atau yang mirip itu.
Untuk menambahkan bahasa, klik ikon gear ⚙ > install data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan/Konten lisan
Atau pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "konten yang di ucapkan/konten lisan" enter
Untuk tambahkan bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Pengaturan Sistem > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mulai > Pengaturan > Waktu & Bahasa > Ucapan atau Speech.
Windows 7 & 8
Control Panel > Ease of Acces > Speech Recognition > Text to Speech
Windows XP
Start > Control Panel > Sounds, Speech, and Audio Devices > Speech
Windows 2000 & ME
Start > Settings > Control Panel > Speech
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Harap cari pengaturan untuk aktifkan text-to-speech di mesin pencari, seperti Google, Bing, dll

Catatan Untuk saat ini, halaman ini bekerja sesuai mesin dari perangkat anda.
Jadi suara yang di hasilkan, mengikuti mesin TTS dari perangkat anda.

Anakku Menikahi Ibunya 36

. Karena ayah memiliki darah keturunan india maka adat pernikahan yang dilakukan juga seperti umumnya di India, setelah seorang brahmana mengucapkan semua mantra, saya dan Roni melakukan sembahyang dan ahirnya Roni mengikatklan mangalsutra di leherku, serbagai tanda aku wanita bersuami.
Itu adalah adegan yang mengesankan bagiku karena anakku sendiri yang mengikat sutra di sekitar leher saya sebagai tanda bahwa dia telah menikahi aku.
Kemudian dia duduk di sampingku untuk menyelesaikan serangkaian acara lain, dan terahir dia memasangkan sebuah cincin bermata berlian merah di jariku, adat pemakaian cincin ini memang tidak lajim diindia, tapi ayah tidak berkeberatan kami melakukannya.
Setelah semua dijalani, barulah kami resmi menjadi suami istri, ayah yang bertindak sebagai waliku, sedangkan kakakku menjadi wali bagi Roni.
Pernikahan baru selesai jam setengah enam sore, lalu semua orang mendatangi rumah kami untuk makan malam.
Saat makan malam itu mereka mendudukkan aku dan Roni di kursi khusus bagi pengantin.
Mereka memberi kami makanan dalam satu piring sehingga kami dapat berbagi, Roni memngambil beberapa jenis makanan dan kemudian menyuapi saya.
Sejenak pikiranku melayang pada masa lalu, dulu akulah yang menyuapi Roni saat dia masih kecil.
Sekarang karena Roni menikahi aku, ibunya sendiri, maka dialah yang menyuapi saya.
Saat kami makan itulah saudaraku menghampiri kami dan berkata “aku tidak tahu bagaimana harus memanggil kalian berdua? Adik?, saudara ipar?, keponakan?, atau anak?” katanya sambil tersenyum menggoda.
Kerabat kami semuanya tertawa, hanya aku sendiri yang tersipu.
Ronilah yang kemudian menjawab “tunggu sampai kami memiliki anak-anak, kalian harus memutuskan memanggil mereka keponakan atau cucu! Tanpa dapat ditolong lagi mukaku terasa panas pasti merah padam karena malu mendengar kata-kata Roni, yang berarti dia berencana memiliki anak-anak dengan ibunya sendiri.
Malam pertamaSetelah semua ritual pernikahan berakhir sebagian besar kerabat kami pulang, ini adalah malam pertama, tapi bukan malam pertama bagiku melainkan malam pengantin saya dengan Roni.
Sulit bagiku membayangkan anak yang lahir dari rahimku, dan mereguk air susu dari buah dadaku, sekarang memasuki kamarku sebagai seorang suami di malam pengantin kami.
Setelah selesai ritual terahir, kerabat yang tersisa segera mengantarkan Roni kedalam kamar pengantin.
Beberapa menit kemudian ayah memberi segelas susu dan membimbing saya keruang tengah.
Kerabat yang tersisa tertawa menyaksikan semua itu
Sumber:Internet