Gelap

Anakku Menikahi Ibunya 44

🇮🇩 Indonesia
Kecepatan: 1.0x
Status: Siap
×

Bantuan pengaturan pemutaran

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tapi tetap tidak bisa putar, cek pengaturan Ponsel/PC Anda.
Pastikan mesin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin Anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lainya

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Keluaran Teks-ke-Suara.
Jika tidak ada, Pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih text-ke-suara atau text-ke-ucapan, atau yang mirip itu.
Untuk menambahkan bahasa, klik ikon gear ⚙ > install data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan/Konten lisan
Atau pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "konten yang di ucapkan/konten lisan" enter
Untuk tambahkan bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Pengaturan Sistem > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mulai > Pengaturan > Waktu & Bahasa > Ucapan atau Speech.
Windows 7 & 8
Control Panel > Ease of Acces > Speech Recognition > Text to Speech
Windows XP
Start > Control Panel > Sounds, Speech, and Audio Devices > Speech
Windows 2000 & ME
Start > Settings > Control Panel > Speech
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Harap cari pengaturan untuk aktifkan text-to-speech di mesin pencari, seperti Google, Bing, dll

Catatan Untuk saat ini, halaman ini bekerja sesuai mesin dari perangkat anda.
Jadi suara yang di hasilkan, mengikuti mesin TTS dari perangkat anda.

Anakku Menikahi Ibunya 44

. Tapi hari ini sang anak telah menyetubuhi ibunya, dan ibunya mau tidak mau jadi istrinya, menikah ataupun tidak menikah.
Aku beruntung karena aku menjadi istrinya yang dinikahinya.
Itu sebabnya aku menghormati Roni, karena dia membuat saya, ibunya, menjadi istrinya lewat upacara pernikahn yang resmi sebelum menikmati vaginaku.
Jika dia hanya sekedar ingin menikmati vaginaku, dia bisa mengimingimingi aku uang sehingga aku jadi pelacur bagi anakku, atau dia memperkosaku, cara lainnya adalah dia menggodaku sehingga aku menyerah disetubuhinya tanpa menikahi aku.
Jadi sekarang kami syah bersetubuh, karena aku adalah istrinya.
Dengan pikiran-pikiran itu aku tergolek lemas akibat persetubuhan pertama kami dimalam pengantin ini.
Roni bangkit dari posisinya menindihku sehingga batang penisnya yang lemas keluar dari vaginaku, keluar dari ikatn incest kami.
Kurasakan Roni berbaring miring menghadapku disebelah kananku dan bertanya “apa ibu menyukai persetubuhan kita?” Aku tertegun, apa yang bisa kukatakan?, anak kandungku sendiri menyetubuhiku atas nama pernikahan kami, lalu kini dia bertanya apakah aku menyukai persetubuhan kami.
Aku tidak tahu apakah aku harus jadi istrinya sepenuhnya, kalau aku jadi istrinya sepenuhnya maka aku pasti akan menjawab “iya,” atau aku harus mengesankan pada Roni bahwa aku masih tetap ibunya, sehingga aku tidak menjawab apa-apa.
Walaupun kami telah bersetubuh, dan melanggar hubungan antara ibu dan anak, namun naluri keibuan saya masih tetap tidak menerimanya sebagai suamiku, aku mungkin telah menerima Roni sebagai kekasihku, seorang kekasih ibu, tapi bukan sebagai suami ibu.
Karena itu aku tidak menjawab karena rasa malu dari naluri keibuanku, tapi mengikuti naluri kewanitaanku maka aku memiringkan tubuhku sehingga kami saling berhadapan, lalu dengan serta merta mencium bibirnya sekilas dan kemudian menyurukkan wajahku didadanya, sambil mengeluarkan suara aleman “hemm…Walaupun aku merasa bimbang harus berbuat atau berkata bagaimana, tapi satu fakta tidak terbantahkan bahwa aku mengalami orgasme berkali-kali, sedangkan air mani anakku yang berpadu dengan air nikmatku telah menetes dari baginaku menyusuri sepanjang pahaku.
Dalam keadaan air nikmat kami yang berpadu dan menetes dipahaku itulah aku tertidur kelelahan, semtara air kenikmatan itu mulai mengalir kebawah diantar kedua kakiku.
Aku tidur dengan sebuah senyum diwajahku, senyum kepuasan.
Entah berapa lama aku tertidur, aku terbangun karena rasa nikmat di vaginaku, sekilas aku melihat jam didinding, waktu menunjukkan pukul tiga, pasti dinihari, tapi selanjutnya gelenjar kenikmatan yang sangat melanda tubuhku kurasakan klitorisku dijilati dan disedot-sedot oleh bibir, ‘pasti bibir Roni’ pikirku, dan aku kembali menghanyutkan diri dalam kenikmatan malam pengantin.

Sumber:Internet