Gelap

Anakku Menikahi Ibunya 6

🇮🇩 Indonesia
Kecepatan: 1.0x
Status: Siap
×

Bantuan pengaturan pemutaran

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tapi tetap tidak bisa putar, cek pengaturan Ponsel/PC Anda.
Pastikan mesin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin Anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lainya

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Keluaran Teks-ke-Suara.
Jika tidak ada, Pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih text-ke-suara atau text-ke-ucapan, atau yang mirip itu.
Untuk menambahkan bahasa, klik ikon gear ⚙ > install data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan/Konten lisan
Atau pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "konten yang di ucapkan/konten lisan" enter
Untuk tambahkan bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Pengaturan Sistem > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mulai > Pengaturan > Waktu & Bahasa > Ucapan atau Speech.
Windows 7 & 8
Control Panel > Ease of Acces > Speech Recognition > Text to Speech
Windows XP
Start > Control Panel > Sounds, Speech, and Audio Devices > Speech
Windows 2000 & ME
Start > Settings > Control Panel > Speech
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Harap cari pengaturan untuk aktifkan text-to-speech di mesin pencari, seperti Google, Bing, dll

Catatan Untuk saat ini, halaman ini bekerja sesuai mesin dari perangkat anda.
Jadi suara yang di hasilkan, mengikuti mesin TTS dari perangkat anda.

Anakku Menikahi Ibunya 6

. Senyum dibibir ayah semakin lebar, “anakmu bukan hanya setuju, bahkan dialah yang mengusulkan agar kamu menikah kembali” jawab ayah dengan nada santai.
Aku tertegun mendengar jawaban ayah, dan saya sedikit terkejut mendengar bahwa anak saya menyarankan saya untuk menikah lagi.
Apa yang terbayangkan dibenak saat itu adalah ‘mungkin Roni berpikir saya adalah beban bagi dia dan rencananya dalam menjali kehidupan selanjutnya’.
“Sungguhkah Roni yang mengusulkan agar aku menikah lagi?” tanyaku pada ayah sambil memandang dengan tajam, untuk memastikan jawabannya.
Ayahku mengangguk dengan pasti, tapi dia tidak mengucapkan sepatah katapun lagi.
Lama aku terdiam, dan dengan perasaan sedikit terluka karena bayangan yang ada dibenakku ‘bahwa anakku tidak mau terbebani ibunya’ akhirnya aku menjawab, “jika Roni memang menyetujui dan bahkan menghendaki aku menikah lagi, baiklah aku setuju tapi itupun harus menunggu selesai suatu masa seorang perempuan yang ditinggal mati atau dicerai suaminya”.
“Itukan menurut anutan hidup suamimu, ingat ayahmu berbeda anutan hidup dengannya, meskipun kami bersahabat sejak kami masih kecil” jawab ayahku sambil tersenyum.
Aku tidak mau dipusingkan dengan anutan hidup tersebut, karena terus terang aku sendiri tidak tahu apa anutan hidupku, karena itu aku bertanya pada ayah “dimana Roni sekarang?“Oh dia sedang pergi ke pasar untuk membeli beberapa macam kebutuhan kita” jawab ayah dengan wajah sumringah, kulihat jelas kegembiraan dan rasa bahagia dimuka ayahku.
“Jadi aku harus mulai berdandan dan berhias kembali untuk menjadikan aku pantas menarik perhatian laki-laki sehingga ada yang tertarik dan melamarku menjadi istrinya?” tanyaku pada ayah.
“Oh tidak, berdandan dan berhias iya, tapi aku sudah memilih seorang calon yang akan menjadi suamimu, dan… kamu pasti akan menyukainya” jawab ayah.
Aku terdiam sejenak karena sedikit terkejut, akankah terulang lagi aku menikah dengan seorang laki-laki yang bukan pilihanku sendiri, demikian anganku berkecamuk.
“Percayalah, kamu pasti menyukai dia” lanjut ayahku yang rupanya mengerti kesangsianku.
Dengan ragu aku bertanya “siapa?, Roni kenal dengan orang itu?” “Tentu saja” jawab ayahku dengan nada pasti.
Beberapa lamanya terjadi keheningan, aku tidak mampu berkata apa-apa karena benakku terasa sangat kusut, mengingat pada semua rancangan yang dilakukan secara diam-diam oleh Roni dan ayah, untuk menjadikan aku segera menikah lagi.
‘Sungguh tak kusangka aku telah sedemikian membebani mereka, sehingga mereka ingin segera melihat aku menikah lagi’ begitu perasaanku saat itu.

Sumber:Internet