Gelap

Anakku Menikahi Ibunya 9

🇮🇩 Indonesia
Kecepatan: 1.0x
Status: Siap
×

Bantuan pengaturan pemutaran

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tapi tetap tidak bisa putar, cek pengaturan Ponsel/PC Anda.
Pastikan mesin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin Anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lainya

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Keluaran Teks-ke-Suara.
Jika tidak ada, Pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih text-ke-suara atau text-ke-ucapan, atau yang mirip itu.
Untuk menambahkan bahasa, klik ikon gear ⚙ > install data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan/Konten lisan
Atau pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "konten yang di ucapkan/konten lisan" enter
Untuk tambahkan bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Pengaturan Sistem > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mulai > Pengaturan > Waktu & Bahasa > Ucapan atau Speech.
Windows 7 & 8
Control Panel > Ease of Acces > Speech Recognition > Text to Speech
Windows XP
Start > Control Panel > Sounds, Speech, and Audio Devices > Speech
Windows 2000 & ME
Start > Settings > Control Panel > Speech
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Harap cari pengaturan untuk aktifkan text-to-speech di mesin pencari, seperti Google, Bing, dll

Catatan Untuk saat ini, halaman ini bekerja sesuai mesin dari perangkat anda.
Jadi suara yang di hasilkan, mengikuti mesin TTS dari perangkat anda.

Anakku Menikahi Ibunya 9

. “Dan ayah kemudian menandatangani perjanjian! Apa isi perjanjian itu? Apa yang dia janjikan sebagai imbalan bagi memperistri ibunya?” tanyaku sambil mulai terisak.
“Ya dia memberikan imbalan” jawab ayah pendek.
“Apa imbalannya?” tanyaku kembali mendesak.
Ayah terdiam dan tidak menjawab.
“Uang?” desakku dengan emosi.
“Uang yah, jadi ayah sekarang menjualku, ayah menjual anak perempuannya dengan harga berapa? murah atau mahal?” kataku semakin emosi.
“Berapa nilainya Ayah, berapa hargaku?” pekikku disela air mata yang tanpa kuasa lagi meluncur dipipiku.
“lima ratus ribu ringgit” gumam ayah menjawab pertanyaanku.
Aku terkejut, sampai isakku terhenti, sungguh aku tidak percaya dengan apa yang aku dengar, jumlah itu sangat besar sekali bagi kami, karena itu aku bertanya sekali lagi kepada ayah untuk meyakinkannya, ayah kembali menjawab bahwa imbalan baginya untuk menikahkan Roni dengan aku adalah lima ratus ribu ringgit.
Aku sungguh kaget mendengar itu, tapi entah kenapa disudut hatiku muncul rasa bangga, karena ternyata hargaku tidaklah murah.
“Ayah akan meminta lebih banyak… kalau ayah bisa? Sebagai imbalan menjual anakmu kepada cucumu?” tanyaku setengah berbisik.
Dengan nada marah ayah menjawab “Dengarlah apa yang salah dengan semua itu, anakmu menawari aku sejumlah uang untuk bantuanku agar dia bisa menikahimu, sementara itu kau adalah seorang janda, jadi apa salahnya? Selain itu kau toh telah mengenalnya dengan sangat baik dan mencintainya dengan demikian kau akan selalu bersamanya, dan aku tidak menikahkan kamu dengan orang asing”.
Dari nada bicaranya dan sikapnya, aku hapal dari pengalaman bahwa ayah pasti akan memaksakan kehendaknya, dan dia sama sekali tidak mau dibantah.
Meskipun demikian aku masih menjawab, “karena itu ayah akan menikahkanku dengan anakku sendiri!”“Apa salahnya menikah dengan anakmu!, kau toh sudah mencintainya, sekarang cintailah dia bukan sebagai anak tapi sebagai seorang suami” tandas ayah sambil memandangku dengan tajam.
Dengan menahan tangis yang hampir meledak, aku menjawab “kau sungguh seorang ayah yang sangat egois, sangat memaksakan keinginan sendiri” kataku sambil berlari kekamarku, airmata tanpa dapat ditahan lagi mengalir deras dipipiku.
Aku telungkup diatas ranjang dan menangis sejadi-jadinya sampai ahirnya tertidur karena kelelahan.
Entah berapa lama aku menangis dan ahirnya tertidur, saat aku sadar kemabli, jam telah menunjukan pukul lima sore, perutku terasa lapar dan aku segera bangkit berjalan kedapur untuk membuat makan malam.
Setelah sekedar mengisi perut dan kubuat secangkir kopi, aku memeriksa sekeliling rumah, ayah sedang tidak ada, tapi kutemukan Roni ada di dalam kamarnya
Sumber:Internet