Gelap

Anakku Tersayang

🇮🇩 Indonesia
Kecepatan: 1.0x
Status: Siap
×

Bantuan pengaturan pemutaran

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tapi tetap tidak bisa putar, cek pengaturan Ponsel/PC Anda.
Pastikan mesin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin Anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lainya

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Keluaran Teks-ke-Suara.
Jika tidak ada, Pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih text-ke-suara atau text-ke-ucapan, atau yang mirip itu.
Untuk menambahkan bahasa, klik ikon gear ⚙ > install data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan/Konten lisan
Atau pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "konten yang di ucapkan/konten lisan" enter
Untuk tambahkan bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Pengaturan Sistem > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mulai > Pengaturan > Waktu & Bahasa > Ucapan atau Speech.
Windows 7 & 8
Control Panel > Ease of Acces > Speech Recognition > Text to Speech
Windows XP
Start > Control Panel > Sounds, Speech, and Audio Devices > Speech
Windows 2000 & ME
Start > Settings > Control Panel > Speech
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Harap cari pengaturan untuk aktifkan text-to-speech di mesin pencari, seperti Google, Bing, dll

Catatan Untuk saat ini, halaman ini bekerja sesuai mesin dari perangkat anda.
Jadi suara yang di hasilkan, mengikuti mesin TTS dari perangkat anda.

Anakku Tersayang

. . Marlina, 35 tahun, adalah seorang ibu rumah tangga dengan 2 orang anak.
Penampilan Marlina sangat menarik.
Sebagai wanita yang tinggal di kota besar, Bandung, cara berpakaiannya selalu sexy.
Tidak sexy murahan tapi berkelas dan menarik.
Dengan tubuh tinggi semampai, dada 36, dan kulit yang putih, walau sudah menikah dan punya anak yang sudah cukup dewasa, tapi masih banyak lelaki yang selalu menggodanya.
Anaknya yang paling besar, Jimmy, 16 tahun, seorang anak yang yang baik dan penurut pada orang tuanya.
Anak kedua, Yenny, 14 tahun, seorang anak yang sudah mulai beranjak dewasa.
Sedangkan suami Marlina, Herman, adalah seorang suami yang cukup baik dan perhatian pada keluarga.
Bekerja sebagai seorang PNS di suatu instansi pemerintah.
Kehidupan sexual Marlina sebetulnya tidak ada masalah sama sekali dengan suaminya.
Walau banyak lelaki yang menggoda, tak sedikitpun ada niat dia untuk mengkhianati Herman.
Tapi ada sesuatu yang berubah dalam diri Marlina ketika suatu hari dia secara tidak sengaja melihat anak lelakinya, Jimmy, sedang berpakaian setelah mandi.
Dari balik pintu yang tidak tertutup rapat, Marlina dengan jelas melihat Jimmy telanjang.
Matanya tertuju pada kontol Jimmy yang dihiasi dengan bulu-bulu yang tidak terlalu lebat.
Sejak saat itu Marlina pikirannya selalu teringat pada tubuh telanjang anak lelakinya itu.
Bahkan seringkali Marlina memperhatikan Jimmy bila sedang makan, sedang duduk, atau sedang apapun bila ada kesempatan.
"Ada apa si Mam, kok liatin Jimmy terus?" tanya Jimmy ketika Marlina memperhatikannya di ruang tamu.
"Tidak ada apa-apa, Jim.. Hanya saja Mama jadi senang karena melihat kamu makin besar dan dewasa," ujar Marlina sambil tersenyum.
"Kamu sudah punya pacar, Jim?" tanya Marlina.
"Pacar resmi sih belum ada, tapi kalau sekedar teman jalan sih ada beberapa.
Memangnya kenapa, Mam?" tanya Jimmy.
"Ah, tidak.
Mama hanya pengen tahu saja," ujar Marlina.
"Kamu pernah kissing?" tanya Marlina.
"Ah, Mama.. Pertanyaannya bikin malu Jimmy ah..." ujar Jimmy sambil tersenyum.
"Yee.. Tidak apa-apa kok, Jim.. Jujur saja pada Mama.
Mama juga pernah muda kok.
Mama mengerti akan maunya anak muda kok..." ujar Marlina sambil menjewer pelan telinga Jimmy.
Jimmy tertawa.
"Ya, Jimmy pernah ciuman dengan mereka," ujar jimmy.
"ML?" tanya Marlina lagi.
"ML apa sih artinya, Mam?" tanya Jimmy tidak mengerti.
"Making LOve.. Berse ujar Marlina sambil mempraktekkan ibu jarinya diselipkan diantara telunjuk dan jari tengah.
"Wah kalau itu JImmy belum pernah, Mam.. Tidak berani.
Takut ujar Jimmy.
Marlina tersenyum mendengarnya.
"Kenapa Mama tersenyum?" tanya Jimmy.
"Karena kamu masih sangat polos, kata Marlina sambil mencubit pipi Jimmy, lalu bangkit untuk menyiapkan segala sesuatunya karena Herman akan segera pulang.
Malam harinya, Marlina, Jimmy, dan Yenny asyik menonton TV, sedangkan Herman sedang mengerjakan sesuatu di meja kerjanya.
"Ciuman rasanya gimana sih?" tanya Yenny ketika menyaksikan adegan ciuman di televisi.
"Ah, kamu.. Masih kecil! Tidak perlu tahu," ujar Jimmy sambil mengucek-ngucek rambut Yenny.
"Tidak boleh begitu, Jim.. Adikmu harus tahu tentang apapun yang dia tidak mengerti.
Biar tidak salah langkah nan ujar Marlina sambil menatap Jimmy.
"Begini, Yen..." ujar Marlina.
"Ciuman itu tidak ada rasa apa-apa.. Tidak manis, pahit atau asin.
Hanya saja, kalau kamu sudah besar nanti dan sudah merasakannya, yang terasa hanya perasaan nyaman dan makin sayang kepada pacar atau suami kamu..." ujar Marlina lagi.
"Ah, nggak nger ujar yenny.
"Mendingan Yenny tidur saja, ah.. Sudah ngan ujar Yenny.
"Ya sudah, tidurlah sayang," ujar Marlina.
Yenny kemudian bangkit dan segera menuju kamar tidurnya.
Ketika menyaksikan adegan ranjang di televisi, Marlina bertanya kepada Jimmy, "Apakah kamu sudah itu dengan pacarmu?".
"Jimmy belum punya pacar, Mam.. Mereka hanya sekedar teman saja," jawab Jimmy.
"Tapi kok kamu bisa ciuman dengan mereka?" tanya Marlina lagi sambil tersenyum.
"Ya namanya juga saling jawab Jimmy sambil tersenyum juga.
"Sudah sejauh mana kamu melakukan sesuatu dengan mereka?" tanya Marlina.
"Tidak apa-apa kok, Jim.. Bicara terbuka saja dengan Mama," ujarnya Marlina lagi.
Jimmy menatap mata ibunya sambil tersenyum.
"Ya begi kata Jimmy.
"Ya begitulah apa?" tanya Marlina lagi.
"Ya begiutlah.. Ciuman, saling pegang, saling raba..." ujar Jimmy malu malu.
Marlina tersenyum.
"Hanya itu?" tanya Marlina lagi.
Jimmy melirik ke arah ayahnya yang sedang sibuk mengerjakan sesuatu di meja kerjanya.
"Mama jangan bilang ke Papa ya?" ujar Jimmy.
Marlina tersenyum sambil mengangguk.
Jimmy lalu beringsut mendekati Marlina.
"Jimmy pernah oral dengan beberapa teman wani ujarnya sambil berbisik.
Marlina tersenyum sambil mencubit pipi Jimmy.
"Nakal juga ya kamu!" ujar Marlina sambil tersenyum.
"Rasanya bagaimana?" tanya Marlina sambil berbisik.
"Sangat enak, Mam..." ujar Jimmy.
"Tapi Jimmy dengar, katanya kalau punya Jimmy dimasukkan ke punya wanita rasanya lebih enak.. Benar tidak, Mam?" tanya Jimmy.
Marlina kembali tersenyum tapi tidak menjawab.."Kamu mau tahu rasanya, Jim?" tanya Marlina sambil tetap tersenyum.
Jimmy mengangguk.
"Sini ikut Mama..." ajak Marlina sambil bangkit lalu pergi ke ruang belakang.
Jimmy mengikuti dari belakang.
Sesampai di ruang belakang, Marlina menarik tangan Jimmy agar mendekat.
"Ada apa sih, Mam?" tanya Jimmy.
"Karena kamu sudah dewasa, Mama anggap kamu sudah seharusnya tahu tentang hal tersebut," ujar Marlina dengan nafas agak memburu menahan gejolak yang selama ini terpendam terhadap anaknya tersebut.
"Ciumlah Mama kata Marlina sambil mengecup bibir Jimmy.
Jimmy diam karena tidak tahu harus berbuat apa.
Marlina terus melumat bibir anaknya itu sambil tanggannya masuk ke dalam celana Hawaii Jimmy.
Lalu dengan lembut diremas dan dikocoknya kontol anaknya.
Karena tidak tahan merasakan rasa enak, Jimmy dengan segera membalas ciuman Marlina dengan hangat.
Sambil terus mengocok dan meremas kontol Jimmy, Marlina berkata, "Kamu ingin merasakan rasanya bersetubuh kan, sayang?".
"Iya, Mam..." ujar Jimmy dengan nafas memburu.
"Mama juga sama, Jim.. Mama ingin merasakan hal itu dengan kamu," ujar Marlina.
"Kapan, Ma?" tanya Jimmy sambil menggerakkan pinggulnya maju mundur karena enak dikocok kontol oleh Marlina.
"Jangan sekarang ya, ujar Marlina sambil melepaskan genggaman tangannya pada kontol Jimmy.
"Yang penting kamu harus tahu bahwa Mama sangat sayang kamu..." kata Marlina sambil mengecup bibir Jimmy.
"Jimmy juga sangat sayang Mama," ujar Jimmy.
"Sekarang Mama harus tidur karena sudah malam.
Nanti Papamu curiga..." ujar Marlina sambil meninggalkan Jimmy.
Jimmy menarik nafas panjang menahan suatu rasa yang tak bisa diucapkan.. Tak lama Jimmy masuk ke kamar mandi.. Onani.
Besok paginya, Herman sudah siap-siap pergi kerja sekalian mengantar Yenni ke sekolah karena masuk pagi.
Sementara Jimmy masuk sekolah siang.
Dia masih tidur di kamarnya.
Setelah Herman dan Yenni pergi, dengan segera Marlina mengetuk dan masuk ke kamar Jimmy.
Jimmy masih tidur dengan hanya memakai celana Hawaii saja.
Marlina tersenyum sambil duduk di sisi ranjang anaknya tersebut.
Tangannya mengusap dada Jimmy.
Dimainkannya puting susu Jimmy.
Jimmy terbangun karena merasakan ada sesuatu yang membuat darahnya berdesir nikmat.
Ketika matanya dibuka, terlihat mamanya sedang menatap dirinya sambil tersenyum.
"Bangun dong, sayang.. Sudah siang," ujar Marlina sambil tangannya berpindah masuk ke dalam celana Hawaii Jimmy.
Diusap, dibelai, diremas, lalu dikocoknya kontol Jimmy sampai tegang dan tegak.
Jimmy terus menatap mata MArlina sambil merasakan rasa nikmat pada kontolnya.
"Mau sekarang?" tanya Marlina sambil tetap tersenyum.
"Saya mau kencing dulu, Mam..." kata Jimmy sambil bangkit lalu bergegas ke kamar mandi.
Setelah selesai, segera dia kembali ke kamarnya.
"Lama amat sih?" tanya Marlina.
"Jimmy kan sikat gigi dulu, Mam..." ujar Jimmy sambil duduk di pinggir ranjang berdampingan dengan Marlina.
"Kenapa Mama mau melakukan ini dengan Jimmy?" tanya Jimmy.
Marlina tersenyum sambil mencium pipi anaknya itu.
"Karena Mama sangat sayang kamu.
Juga Mama ingin mendapat kebahagiaan dari orang yang paling Mama sayangi.. Kamu," ujar Marlina sambil kemudian melumat bibir Jimmy.
Jimmy membalasnya dengan hangat pula.
Kemudian Marlina bangkit lalu melepas semua pakaian yang menempel di tubuhnya.
Jimmy terus menatap tubuh ibunya dengan kagum dan nafsu.
"Buka celana kamu dong, sayang," ujar Marlina.
"Iya, Mam..." ujar Jimmy sambil bangkit lalu melepas celana Hawaiinya.
"Sini, Jim..." ujar Marlina sambil berjongkok.
Tak lama mulut Marlina sudah mengulum kontol Jimmy.
Jilatan dan hisapannya membuat Jimmy bergetar tubuhnya menahan nikmat yang amat sangat.
"Mmhh.. Enakk, Mamm..." desah Jimmy sambil agak menggerakkan pinggulnya maju mundur.
Marlina melepas kulumannya, sambil tersenyum menatap wajah Jimmy yang tengadah merasakan nikmat, tangannya terus mengocok kontol Jimmy.
"Gantian, Jim..." ujar Marlina.
"Iya, Mam..." ujar Jimmy.
Marlina lalu naik ke ranjang anaknya.
Lalu segera dibukanya paha lebar-lebar.. Jimmy langsung mendekatkan wajahnya ke memek Marlina.
Lalu segera dijilatinya seluruh permukaan memek Marlina.
Marlina terpejam menahan nikmat.
Apalagi ketika jilatan lidah Jimmy bermain di kelentitnya.. Mata Marlina terpejam, tubuhnya bergetar sambil menggoyangkan pinggulnya.
"Ohh.. Enakk.. Teruss, Jimm..." desah Marlina.
Setelah sekian menit Marlina dijilati memeknya, tiba-tiba tubuhnya bergetar makin keras, ditekannya kepala Jimmy ke memeknya, lalu segera dijepit dengan pahanya.. Tak lama..."Ohh.. Mhh.. O desah Marlina panjang.
Marlina orgasme.
"Ohh, enak sekali sayang.. Naik sini!" ujar Marlina.
Jimmy naik ke tubuh Marlina.
Dengan segera Marlina melumat bibir Jimmy walau masih belepotan dengan cairan dari memek Marlina sendiri.
"Masukkin bisik Marlina sambil menggenggam kontol Jimmy dan diarahkan ke memeknya.
Setelah itu, Jimmy langsung memompa kontolnya di memek Marlina.
Mata Jimmy terpejam sambil terus mengeluarmasukkan kontolnya.
"Bagaimana rasanya, Jim?" tanya Marlina sambil menggoyangkan pinggulnya mengimbangi gerakan Jimmy.
"Nikmat sekali, Mam..." ujar Jimmy.
Marlina tersenyum sambil terus menatap mata anaknya.
Tak lama, tiba-tiba tubuh Jimmy mengejang, gerakannya makin cepat.."Jimmy mau keluar, Mam," bisik Jimmy.
"Mmhh.. Keluarkan sayang, puaskan dirimu..." bisik Marlina sambil memegang pantat Jimmy lalu menekankan ke memeknya keras-keras.
Tak lama.. Crott! Crott! Crott! Air mani Jimmy muncrat banyak di dalam memek Marlina.
Jimmy mendesakkan kontolnya dalam-dalam ke memek Marlina.."Bagaimana rasanya sayang?" tanya Marlina.
"Sangat nikmat, Mam.. Lebih nikmat daripada oral..." ujar Jimmy sambil mengecup bibir Marlina.
"Jimmy sangat sayang Mama," ujar Jimmy.
"Mama juga sangat sayang kamu," ujar Marlina.
Lalu mereka berpelukan telanjang.
TAMAT .
Sumber:Internet