Gelap

Benarkah Aku Lelaki Beruntung

🇮🇩 Indonesia
Kecepatan: 1.0x
Status: Siap
×

Bantuan pengaturan pemutaran

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tapi tetap tidak bisa putar, cek pengaturan Ponsel/PC Anda.
Pastikan mesin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin Anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lainya

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Keluaran Teks-ke-Suara.
Jika tidak ada, Pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih text-ke-suara atau text-ke-ucapan, atau yang mirip itu.
Untuk menambahkan bahasa, klik ikon gear ⚙ > install data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan/Konten lisan
Atau pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "konten yang di ucapkan/konten lisan" enter
Untuk tambahkan bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Pengaturan Sistem > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mulai > Pengaturan > Waktu & Bahasa > Ucapan atau Speech.
Windows 7 & 8
Control Panel > Ease of Acces > Speech Recognition > Text to Speech
Windows XP
Start > Control Panel > Sounds, Speech, and Audio Devices > Speech
Windows 2000 & ME
Start > Settings > Control Panel > Speech
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Harap cari pengaturan untuk aktifkan text-to-speech di mesin pencari, seperti Google, Bing, dll

Catatan Untuk saat ini, halaman ini bekerja sesuai mesin dari perangkat anda.
Jadi suara yang di hasilkan, mengikuti mesin TTS dari perangkat anda.

Benarkah Aku Lelaki Beruntung

. . . . . . . . . Benarkah aku lelaki beruntung?. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . by. . . . . . . Kalau ada yang bertanya siapa orang yang paling beruntung di perusahaan tempat ku bekerja, aku pasti menjawab orang itu adalah diriku sendiri.
Kata beruntung di sini, tidak ada hubungan dengan karir jabatan, bonus tahunan, atau apa saja yang teman- teman pikirkan.
Jawabannya ada di dalam kisah ku berikut ini, yang aku pastikan 99% adalah kisah nyata.
1% nya fiktif karena identitas tokoh2 dalam cerita tidak mungkin aku ungkap di sini.
Namaku Agung, 38 tahun.
Penampilan ku sebenarnya biasa saja.
Aku punya satu kelebihan, yakni banyak kekurangan, dengan postur tinggi badan tidak lebih dari 160 cm, perut sedikit buncit khas om om, hidung agak sedikit mancung ke dalam, rambut yang sudah mulai beruban dan masih banyak lagi, yang kalau aku sebutkan satu persatu diriku aku akan semakin minder dengan teman teman sekalian.
Aku sudah menikah dan mempunyai 3 orang anak.
Bagi yang penasaran kenapa aku bisa sampai menikah dengan istriku sekarang.
Itu karena pada waktu itu, aku dianggap pahlawan bagi keluarga istri, pada saat istriku hampir depresi setelah ditinggal oleh mantannya yang brengsek, lari dari tanggung jawab setelah semuanya direnggut.
Yah… Aku sebagai tetangga sebelah rumahnya bersedia menikah dengannya.
Prinsipku toh menikah itu tujuannya emang untuk saling melengkapi? Dia bersedia menerima diriku seperti ini, pun sebaliknya.
Sudah 15 tahun kami menikah dan semuanya baik baik saja.
Sampai tiba lah waktu saat seperti sekarang ini.
Di perusahaan tempatku bekerja kedapatan pegawai baru.
Ela namanya.
Anaknya boleh dibilang cantik, sehingga banyak teman laki laki ku yang aku sebut biawak (bukan buaya) sering menggoda Ela.
Sebagai lelaki yang punya insting berkembang biak, aku akui, aku juga mengagumi kecantikan Ela.
Kulitnya putih mulus bak pualam.
Pinggangnya ramping, namun dada nya membusung, Konon katanya meski mitos kalau teman teman mau tau mulus atau tidaknya selangkangan perempuan, lihatlah dari punggung kaki nya… Begitu mitos tersebut teringat, seketika aku langsung melirik ke punggung kaki Ela, gak disangka…dua duanya putih bersih tanpa celah.
Langsung pikiranku traveling… Begitulah kira2 selangkangan Ela.
Husss… Agung agung… gung.. Batin ku menyadarkan ku.
Aku tepis hayalan ku Aku langsung sadar, gak mungkin Ela tertarik denganku.
Aku ini siapa.
Sudah tampang biasa saja, sudah punya isteri lagi.
Mana mungkin Ela bakal tertarik.
Iya kalau punya banyak duit.
Lha ini, Ela tau persis penghasilan ku sebesar apa… Meskipun pada akhirnya pait paitnya Ela mau, istriku mau dikemanain… Meski sudah disadarkan realita, tidak demikian dengan otongku, yang selalu ngaceng kalau melihat serta menghayalkan Ela.
Hftt… Kadang sering berpikir sendiri, kenapa aku tidak dilahirkan seganteng Brad Pitt… .
Sumber:Internet