Gelap

Bongkar Koleksian 1

🇮🇩 Indonesia
Kecepatan: 1.0x
Status: Siap
×

Bantuan pengaturan pemutaran

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tapi tetap tidak bisa putar, cek pengaturan Ponsel/PC Anda.
Pastikan mesin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin Anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lainya

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Keluaran Teks-ke-Suara.
Jika tidak ada, Pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih text-ke-suara atau text-ke-ucapan, atau yang mirip itu.
Untuk menambahkan bahasa, klik ikon gear ⚙ > install data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan/Konten lisan
Atau pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "konten yang di ucapkan/konten lisan" enter
Untuk tambahkan bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Pengaturan Sistem > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mulai > Pengaturan > Waktu & Bahasa > Ucapan atau Speech.
Windows 7 & 8
Control Panel > Ease of Acces > Speech Recognition > Text to Speech
Windows XP
Start > Control Panel > Sounds, Speech, and Audio Devices > Speech
Windows 2000 & ME
Start > Settings > Control Panel > Speech
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Harap cari pengaturan untuk aktifkan text-to-speech di mesin pencari, seperti Google, Bing, dll

Catatan Untuk saat ini, halaman ini bekerja sesuai mesin dari perangkat anda.
Jadi suara yang di hasilkan, mengikuti mesin TTS dari perangkat anda.

Bongkar Koleksian 1

. “Aku tahu, tapi perasaanku tak pernah berbohong mbak, aku mau jujur kalau aku cinta ama mbak”, kataku sambil memeluknya dari belakang.
Lama kami terdiam.
Mungkin hubungan yang kami rasa sekarang mulai canggung.
Mbak Dewi mencoba melepaskan pelukanku.
“Maaf wan, mbak perlu berpikir”, kata mbak Dewi beranjak.
Aku pun ditinggal sendirian di ruangan itu, tv masih menyala.
Cukup lama aku ada di ruangan tengah, hingga tengah malam kira-kira.
Aku pun mematikan tv dan menuju kamarku.
Sayup-sayup aku terdengar suara isak tangis di kamar mbak Dewi.
Aku pun mencoba menguping.
“Apa yang harus aku lakukan?Apa”Aku menunduk, mungkin mbak Dewi kaget setelah pengakuanku tadi.
Aku pun masuk kamarku dan tertidur.
Malam itu aku bermimpi basah dengan mbak Dewi.
Aku bermimpi bercinta dengannya, dan paginya aku dapati celana dalamku basah.
Wah, mimpi yang indah.
Paginya, mbak Dewi selesai menyiapkan sarapan.
Anak-anaknya sarapan.
Aku baru keluar dari kamar mandi.
Melihat mereka dari kejauhan.
Mbak Dewi tampak mencoba untuk menghindari pandanganku.
Kami benar-benar canggung pagi itu.
Hari ini nggak ada kuliah.
Aku bisa habiskan waktu seharian di rumah.
Setelah ganti baju aku keluar kamar.
Tampak mbak Dewi melihat-lihat isi kulkas.
“Waduh, wan, bisa minta tolong bantu mbak?”, tanyanya.
“Apa mbak?”“Mbak mau belanja, bisa bantu mbak belanja? Sepertinya isi kulkas udah mau habis”, katanya.
“OK”“Untuk yang tadi malam, tolong jangan diungkit-ungkit lagi, aku maafin kamu tapi jangan dibicarakan di depan anak-anak”, katanya.
Aku mengangguk.
Kami naik mobil mengantarkan anak-anak mbak Dewi sekolah.
Lalu kami pergi belanja.
Lumayan banyak belanjaan kami.
Dan aku menggandeng tangan mbak Dewi.
Kami mirip sepasang suami istri, mbak Dewi rasanya nggak menolak ketika tangannya aku gandeng.
Mungkin karena barang bawaannya banyak.
Di mobil pun kami diam.
Setelah belanja banyak itu kami tak mengucapkan sepatah kata pun.
Namun setiap kali aku bilang ke mbak Dewi bahwa perasaanku serius.
Hari-hari berlalu.
Aku terus bilang ke mbak Dewi bahwa aku cinta dia.
Dan hari ini adalah hari ulang tahunnya.
Aku membelikan sebuah gaun.
Aku memang menyembunyikannya.
Gaun ini sangat mahal, hampir dua bulan uang sakuku habis.
Terpaksa nanti aku minta ortu kalau lagi butuh buat kuliah.
Saat itu anak-anak mbak Dewi sedang sekolah.
Mbak Dewi merenung di sofa.
Aku lalu datang kepadanya.
Dan memberikan sebuah kotak hadiah.
“Apa ini?”, tanyanya.
“Kado, mbak Dewikan ulang tahun hari ini”, Ia tertawa.
Tampak senyumnya indah hari itu.
Matanya berkaca-kaca ia mencoba menahan air matanya.
Ia buka kadonya dan mengambil isinya.
Aku memberinya sebuah gaun berwarna hitam yang mewan.

Sumber:Internet