. Ooohh, Mas! Saya sudah nggak sanggup lagi.
, Ooohhh.
, saya mau keluarrr.
! Aku merasakan dinding-dinding vagina Bu Sarmi mengerut dan berdenyut-denyut, mencengkeram dan meremas-remas batang kontolku dari dalam.
Semakin lama kedutan vagina Bu Sarmi semain cepat, hal yang sama juga terjadi padaku.
Batang kontolku sudah terasa ngilu dan berdenyut-denyut.
Sampai akhirnya..Aaarrggghhh.
! Aku keluar lagi Mas! Bu Sarmi menjerit puas.
Aku semakin mempercepat gerakanku, mengoyak-ngoyak isi vagina Bu Sarmi.
Namun ssebelum spermaku keluar, aku segera mencabut penisku.
Sambil mengocoknya dengan tanganku, aku menyodorkan batang kontolku ke bibir Bu Sarmi yang terbuka.
Aku semakin mempercepat kocokan tanganku sampai akhirnya.
Aaaaggghh.
aaaghh.
aaaghh h! Crotcrotcroottt! Cairan putih kental muncrat beberapa kali ke mulut Bu Sarmi.
Tanpa rasa jijik beliaupun menelan spermaku, kemudian menjilati sisanya yang masih menempel di batang kontolku.
Seketika tubuhku lemas, tulang-tulangku seolah rontok.
Dan akupun terkapar di sisi Bu Sarmi.
Oh, Mas Anang benar-benar perkasa! Terima kasih ya Mas! aku memeluk tubuh Bu Sarmi dan mencium keningnya.
Beliau tampak tersenyum puas sambil meletakkan kepalanya di atas dada bidangku dan mengusap-usap bulu-bulu halus di atasnya.
Kalau saya berhasil jadi Pegawai Negeri, Bu Sarmi mau minta apa? tanyaku kemudian.
Bu Sarmi bangkit dan duduk bersimpuh di sampingku.
Saya tidak minta apa-apa kok, Mas! beliau tersenyum, Mas Anang tidak perlu membelikan saya apapu! Saya cuma minta ini.. Bu Sarmi meraih penisku yang terkulai tak berdaya.
Kemudian mengurut- urutnya dengan jemarinya yang lentik.
Maksud Bu Sarmi? tanyaku tidak mengerti.
Kalau Mas Anang berhasil jadi PNS, saya cuma ingin Mas Anang mengunjungi saya setiap seminggu atau dua minggu sekali untuk memberi saya jatah punya Mas Anang yang besar ini.. lanjut beliau sambil menjilati sisa- sisa sperma yang masih lengket di batang kontolku.
Ah, kalau itu sih gampang! Dengan senang hati saya akan selalu siap melayani Ibu! Mendengar jawabanku Bu Sarmi kegirangan.
Dan beliau kembali mengguguah birahiku dengan memberikan kuluman dan kocokan di batang kontolku.
Beberapa minggu kemudian akhirnya aku benar-benar lolos menjadi PNS.
Dan setelah dilaksanakan pelantikan, aku memenuhi janjiku kepad Bu Sarmi.
Setiap kali ada kesempatan, aku selalu berkunjung ke tempat Bu Sarmi.
Tentu saja untuk memberinya kepuasan.
Dan selama berhubungan dengannya, beliau masih saja mengakui kejantananku.
Sumber:Internet