Gelap

Budhe Anah Janda Desa Bertubuh Ibu Kota. Budi Hartawan 19

🇮🇩 Indonesia
Kecepatan: 1.0x
Status: Siap
×

Bantuan pengaturan pemutaran

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tapi tetap tidak bisa putar, cek pengaturan Ponsel/PC Anda.
Pastikan mesin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin Anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lainya

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Keluaran Teks-ke-Suara.
Jika tidak ada, Pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih text-ke-suara atau text-ke-ucapan, atau yang mirip itu.
Untuk menambahkan bahasa, klik ikon gear ⚙ > install data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan/Konten lisan
Atau pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "konten yang di ucapkan/konten lisan" enter
Untuk tambahkan bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Pengaturan Sistem > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mulai > Pengaturan > Waktu & Bahasa > Ucapan atau Speech.
Windows 7 & 8
Control Panel > Ease of Acces > Speech Recognition > Text to Speech
Windows XP
Start > Control Panel > Sounds, Speech, and Audio Devices > Speech
Windows 2000 & ME
Start > Settings > Control Panel > Speech
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Harap cari pengaturan untuk aktifkan text-to-speech di mesin pencari, seperti Google, Bing, dll

Catatan Untuk saat ini, halaman ini bekerja sesuai mesin dari perangkat anda.
Jadi suara yang di hasilkan, mengikuti mesin TTS dari perangkat anda.

Budhe Anah Janda Desa Bertubuh Ibu Kota.
Budi Hartawan 19

Sejak peristiwa pertamaku dengan Budi itulah aku bertekat akan meminta, bahkan kalau ia menolak, akan kupaksa siska berbagi ‘jatah’ dari Budi.
Pokoknya Budi harus jadi milik bersama!!! Harus!!! Kalau ia tidak mau aku merebutnya sendiri! Dan kalaupun suamiku tahu hal ini, peduli setan!!! Aku akan kawini pejantan muda itu!Akan kuberikan anak sebanyak-banyaknya! Akan kupenuhi rongga rahimku dengan spermanya! Sebanyak-banyaknya! Sesering- seringnya! Persetan dengan pertautan usia yang jauh berbeda! Persetan dengan aturan moral dan etika! Persetan dengan orang lain! Mulai saat ini, aku cukup hidup dengan gelora nafsu birahiku!Saat kami check out dari hotel, Budi berpesan padaku untuk segera membicarakan hal ini dengan ibu angkatnya.
Hal yang menurutnya tak bisa-ditawar-tawar lagi.
Jadi aku harus siapkan diriku sesiap mungkin untuk mengatakan hal ini kepada Siska.
Karena kalau tidak maka hubunganku dengan Budi akan berakhir, demikian ia mengancamku.
Dan tepat pada malam pesta ulang tahun pernikahanku itulah aku akhirnya berhasil menaklukkan hati Siska, berhasil kubujuk ia untuk ‘membagi’ anak angkatnya denganku.
Hmmm! Yang paling penting adalah aku berhasil meyakinkan Siska untuk mencoba bermain bertiga!!! Sesuatu yang bahkan dalam mimpi pun tak pernah terbayang olehku dan Siska!Sehari setelah pesta itu, aku sengaja mengajak Siska pergi ke Hotel.
Tanpa membawa Budi karena aku memang memerlukan moment khusus untuk membicarakannya.
Tanpa disangka-sangka ternyata Siska menyambut dengan antusias rencanaku itu.
Meski ia masih terkesan malu-malu saat aku memintanya bercerita tentang pengalaman-pengalaman ‘terbangnya’ dengan Budi.
Dari ceritanya aku jadi tahu bahwa Siska yang sekarang bukanlah Siska yang dulu kalem, polos dan putri malu itu.
Ia tak lagi canggung menyebut-nyebut ‘kontol besar si Budi’, ‘memekku gathaaal’ dan kata-kata seronok lain saat menceritakan semua aktifitas seksualnya dengan Budi.
Aku hampir tidak percaya pada pengakuan polosnya; mereka melakukan hubungan sampai enam kali sehari!My God! Kenapa Siska bisa seberuntung itu ya? Kalau saja mereka main sampai enam kali sehari dan disetiap permainan Siska sampai orgasme dua kali saja maka. dalam sehari ia bisa 12 kali klimaks.
Aku ngeri sendiri membayangkan hal itu.
Membayangkannya saja sudah membuatku ‘basah’ apalagi mengalaminya.
Di hotel, kami menyusun rencana-rencana untuk ‘ritual’ seks segitiga itu.
Benar seperti yang Budi katakan, meski mengiyakan ide gilaku untuk main bertiga, Siska masih juga memikirkan akan betapa risihnya suasana itu nanti.
“Gimana kalau kita lakukan bertahap aja, Sis,” aku seketika dapat ide.
“maksudmu?”“Gini… nih, kamu main aja dulu sama do’i.
trus aku ngintip kalian, naah begitu kalian sudah pada panas, baru aku gabung, gimana?”“hmmmm… bagaimana yaah… aku bingung memulainya, Hes.
Nggak biasa selingkuh sih…”“alaaahh, munafik lu Sis! Lama-lama kutonjok juga kamu!” candaku sambil mencubit hidungnya.
“iyaa.. aduuhh!!! iya iya deeh, aku mau, huh dasar hiper!” ia mengejekku.
“he.. hey, apa ngga terbalik, kamu yang gila, masa anak sendiri diembat juga?”“weeek! Kan anak angkatku!”“tapi tapi ideku tadi gimana, Sis?”“OK deh, nyonya liar! Aku ngalah,”“jadi kamu mau begitu? Maksudku kamu yang main dulu, aku ngintipin kalian,”“nggak! Kalian aja yang main duluan, aku yang ngintip!”“enak aja, emang kamu mau kalau aku keburu keluar dan penisnya belepotan!”“nah lo! Sekarang kamu sudah mulai jorok!”“kamu yang ngajarin!” sengitku.
Akhirnya kami sepakat juga.
Rencananya, sabtu pagi aku yang ke villa Siska di puncak lebih dulu, mempersiapkan segala sesuatunya.
Mengatur kamar utama agar aku leluasa melihat mereka bermain terlebih dahulu tanpa diketahui oleh Budi.

Sumber:Internet