Gelap
Kecepatan: 1.0x
Status: Siap
×

Bantuan pengaturan pemutaran

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tapi tetap tidak bisa putar, cek pengaturan Ponsel/PC Anda.
Pastikan mesin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin Anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lainya

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Keluaran Teks-ke-Suara.
Jika tidak ada, Pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih text-ke-suara atau text-ke-ucapan, atau yang mirip itu.
Untuk menambahkan bahasa, klik ikon gear ⚙ > install data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan/Konten lisan
Atau pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "konten yang di ucapkan/konten lisan" enter
Untuk tambahkan bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Pengaturan Sistem > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mulai > Pengaturan > Waktu & Bahasa > Ucapan atau Speech.
Windows 7 & 8
Control Panel > Ease of Acces > Speech Recognition > Text to Speech
Windows XP
Start > Control Panel > Sounds, Speech, and Audio Devices > Speech
Windows 2000 & ME
Start > Settings > Control Panel > Speech
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Harap cari pengaturan untuk aktifkan text-to-speech di mesin pencari, seperti Google, Bing, dll

Catatan Untuk saat ini, halaman ini bekerja sesuai mesin dari perangkat anda.
Jadi suara yang di hasilkan, mengikuti mesin TTS dari perangkat anda.

Bunda 1

. Namaku Doni.
Aku anak nomor 2 dari tiga bersaudara.
Kami adalah keluarga yang alim.
Ayahku sendiri seorang yang taat beragama.
Kakakku seorang aktivis di kampus.
Kami benar-benar keluarga yang religius.
Aku? Aku sebenarnya kalau dilihat dari luar religius, tapi dibalik itu aku cuma anak biasa saja.
Ndak sebegitunya seperti kakak perempuanku.
Kakak perempuanku bernama Vidia dan Adikku bernama Nuraini.
Ibuku? Oh ibuku ini seorang ustadzah.
Aku sendiri dikatakan anak nakal oleh ibuku, aku menyebutnya bunda.
Ayahku sering menasehatiku untuk tidak bergaul dengan anak-anak geng.
Tapi apa boleh dikata, dari sinilah aku banyak mengenal dunia.
Memang sih, aku bergaul dengan mereka, tapi tidak deh untuk berbuat yang aneh-aneh.
Menginjak kelas 2 SMA, keluarga kami berduka.
Ayahku mengalami kecelakaan.
Ketika pulang kantor beliau dihantam oleh truk.
Ia berpesan kepadaku agar jadi anak yang baik di saat-saat terakhirnya.
Kami semua bersedih.
Terutama bunda.
Ia selalu menyunggingkan senyumnya tapi tak bisa menyebunyikan raut wajahnya yang sembab.
Rasanya sangat berdosa sekali aku kepada ayahku.
Aku sampai sekarang belum bisa jadi anak yang baik.
Namun aku berusaha untuk berubah, mulai kujauhi teman-teman gengku.
Aku pun mulai membantu bunda untuk bekerja, karena warisan ayah tak bisa untuk membiayai kami semuanya ke depan.
Setelah aku pulang sekolah, aku selalu menjaga toko kami.
Lumayanlah bisa mencukupi kebutuhan kami.
Dari pagi sebelum sekolah aku sudah harus pergi ke grosir, membeli sembako, kemudian menyetok ke toko, setelah itu aku baru pergi sekolah.
Pulangnya aku harus menjaga toko sampai sore.
Begitulah, hampir tiap hari.
Jadi tak ada kegiatan ekstrakurikuler yang aku ikuti.
Membiayai Kak Vidia kuliah, membiayai Nuraini sekolah, bukanlah hal yang mudah.
Kak Vidia bahkan untuk uang sakunya sampai rela kerja sambilan.
Namun perlahan-lahan kami pun bisa bernafas lega setelah toko kami mulai besar, walaupun begitu kami makin sibuk.
Akhirnya kami pun memperkerjakan orang.
Anak-anak lulusan SMK.
Aku lulus dan adikku Nuraini baru masuk SMA.
2 tahun yang berat.
Namun akhirnya toko kami sudah besar, berkat ide-ide yang kami pakai tiap hari akhirnya toko ini pun besar.
Jarang ada toko sembako delivery order.
Bahkan tidak sampai tiga tahun kami sudah ada waralaba.
Bisa beli mobil, bisa renovasi rumah dan sebagainya.
Kak Vidia pun sekarang jadi tidak bingung lagi kuliahnya.
Ia sempat cuti 2 semester untuk membantu usaha kami.

Sumber:Internet