Gelap
Kecepatan: 1.0x
Status: Siap
×

Bantuan pengaturan pemutaran

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tapi tetap tidak bisa putar, cek pengaturan Ponsel/PC Anda.
Pastikan mesin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin Anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lainya

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Keluaran Teks-ke-Suara.
Jika tidak ada, Pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih text-ke-suara atau text-ke-ucapan, atau yang mirip itu.
Untuk menambahkan bahasa, klik ikon gear ⚙ > install data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan/Konten lisan
Atau pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "konten yang di ucapkan/konten lisan" enter
Untuk tambahkan bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Pengaturan Sistem > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mulai > Pengaturan > Waktu & Bahasa > Ucapan atau Speech.
Windows 7 & 8
Control Panel > Ease of Acces > Speech Recognition > Text to Speech
Windows XP
Start > Control Panel > Sounds, Speech, and Audio Devices > Speech
Windows 2000 & ME
Start > Settings > Control Panel > Speech
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Harap cari pengaturan untuk aktifkan text-to-speech di mesin pencari, seperti Google, Bing, dll

Catatan Untuk saat ini, halaman ini bekerja sesuai mesin dari perangkat anda.
Jadi suara yang di hasilkan, mengikuti mesin TTS dari perangkat anda.

Bunda 6

. Aku agak ragu, tapi kemudian aku pun masuk.
Bunda melirikku sambil tersenyum,“Ndak usah malu, copot sana bajunya.
”Aku pun mencopot seluruh pakaianku.
Bunda menyiram badannya di bawah shower.
Terus terang hal itu membuatku terangsang banget.
Penisku langsung menegang.
Dan setan pun masuk ke otakku, aku melihat bundaku seperti seorang bidadari, segera aku memeluknya dari belakang, penisku yang sedang tegang maksimal menempel di pantatnya.
“Bunda, maafin, Doni.
Tapi Doni ndak tahan lagi!” kataku.
Bunda terkejut dengan seranganku.
Aku meremas-remas toketnya, kupeluk erat bunda.
“Doni… sabar, Don, sabar!” kata bunda.
“Tapi, aku tak mau melepaskan bunda,” kataku.
Bunda mematikan shower, kemudian membelai tanganku.
Aku menciumi lehernya dan menghisapnya dalam-dalam.
“Oh, Doni… anak bunda sekarang sudah besar…” katanya.
Tangan satunya tiba-tiba menyentuh kepala penisku.
Penisku yang sudah tegang itu dipegangnya, makin tegang lagi, lebih keras dari sebelumnya.
Kemudian bunda mengocoknya lembut.
Aku mengangguk.
“Bunda tahu koq, kamu kan anak bunda,” katanya.
“Lepasin bunda sebentar.
”Aku lalu melepaskan pelukanku.
Bunda berbalik, tinggi kami hampir sama, tapi aku lebih tinggi sedikit.
Matanya menatapku lekat-lekat.
“Bunda, mengakui punya hasrat kepada anak bunda sendiri.
Bunda tidak bohong.
Itu semata-mata bunda rindu dengan belaian ayahmu.
Dan bunda selama ini juga takut untuk bisa menjalin hubungan dengan lelaki lain.
Tapi… bunda berpikir keras, apa jadinya kalau bunda berhubungan dengan anak sendiri, itu kan tabu… tapi bunda merasa nyaman bersamamu, hanya denganmu bunda sepertinya ingin, bukan lelaki lain.
Aku makin keenakan tak konsen apa yang diucapkan olehnya, tapi ketika ia berlutut di hadapanku dan menciumi kepala penisku, aku baru yakin dan ini bukan mimpi.
Bunda mengoral penisku.
“Oh, bunda,” rintihku.
“Bunda akan berikan sesuatu yang engkau tak pernah sangka sebelumnya,” kata bunda.
Ia lalu menjilati kepala penisku.
Lubang kencingku dijilati seperti kucing.
Kedua tangannya aktif sekali, yang satu meremas-remas telurku yang satunya mengocok-ngocok penisku.
Penisku yang sudah tegang makin tegang saja.
“Bunda… enak sekali,” kataku.
Lidah bunda menjelajah seluruh permukaan penisku yang tanpa rambut itu.
Bunda menjilati pinggiran kepala penisku, membuatku lemas saja.
Lalu seluruh batangku dijilatinya.
Kemudian dimasukkanlah kepala penisku ke mulutnya.
Ia kemudian perlahan-lahan memaju mundurkan kepalanya.
Penisku yang besar itu makin masuk ke rongga mulutnya.
Bunda lalu mengusap-usap perutku, sesekali meremas-remas pantatku, tanganku pun secara otomatis meremas rambutnya.
Kalau misalnya ini film bokep aku pasti sudah coli.
Tapi ini tak perlu coli karena ada yang bertugas mengocok penisku di bawah sana.
Dengan mulutnya dan oh… lidahnya menari-nari mengitari kepala penisku, aku benar-benar keenakan.
“Bunda… oh… enak banget! Udah, bunda… bunda… Doni… kelu… aaaaarrrr… AAAAHHHH!” aku keluar.
Spermaku tak bisa ditahan lagi.
Bunda makin cepat memaju mundurkan kepalanya, penisku seperti ingin meledak dan SRETTT… CROOOTTT… CROOOOTTT… entah berapa kali aku menekan penisku ke kerongkongannya sampai ia agak tersedak.
Spermaku banyak sekali muncrat di dalam mulutnya.
Bunda mendiamkan sebentar penisku hingga tenang dan tidak keluar lagi.
Ia lalu menyedotnya hingga spermanya tidak keluar lagi, dan baru mengeluarkan penisku.
Ia menengadahkan tangannya, kemudian ia keluarkan spermaku.
Mungkin ada kalau 5 sendok makan.
Karena pipi bunda sampai seperti menyimpan banyak air di mulutnya.
“Banyak banget spermamu,” Bunda lalu menciumi baunya.
“Baunya bunda suka.
” Bunda lalu berdiri menyalakan shower.
Membersikan mulut dan tangannya.
“Mandi bareng yuk,” katanya.
“I-iya, Bun,” sahutku.
Kami pun mandi bersama.
Pertama bunda menyabuni tubuhku.
Dari dadaku, perutku, punggungku, kakiku dan penisku pun disabuni.
Penisku tegang lagi.
“Ih… masih ingin lagi?” kata bunda sambil menyentil penisku.
“Habis, bunda seksi sih,” kataku.
Bunda tersenyum.
“Nanti ya, habis ini.
”Aku pun bergantian menyabuni bunda.
Saat itu mungkin aku bukan menyabuni, tapi membelainya.
Aku jadi tidak malu lagi untuk mencumbunya.
Aku menggosok tubuhnya.
Punggungnya aku sabuni, ketiaknya, dadanya aku pijat-pijat, putingnya aku pelintir-pelintir, ia mencubitku.

Sumber:Internet