Gelap
Kecepatan: 1.0x
Status: Siap
×

Bantuan pengaturan pemutaran

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tapi tetap tidak bisa putar, cek pengaturan Ponsel/PC Anda.
Pastikan mesin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin Anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lainya

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Keluaran Teks-ke-Suara.
Jika tidak ada, Pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih text-ke-suara atau text-ke-ucapan, atau yang mirip itu.
Untuk menambahkan bahasa, klik ikon gear ⚙ > install data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan/Konten lisan
Atau pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "konten yang di ucapkan/konten lisan" enter
Untuk tambahkan bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Pengaturan Sistem > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mulai > Pengaturan > Waktu & Bahasa > Ucapan atau Speech.
Windows 7 & 8
Control Panel > Ease of Acces > Speech Recognition > Text to Speech
Windows XP
Start > Control Panel > Sounds, Speech, and Audio Devices > Speech
Windows 2000 & ME
Start > Settings > Control Panel > Speech
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Harap cari pengaturan untuk aktifkan text-to-speech di mesin pencari, seperti Google, Bing, dll

Catatan Untuk saat ini, halaman ini bekerja sesuai mesin dari perangkat anda.
Jadi suara yang di hasilkan, mengikuti mesin TTS dari perangkat anda.

Bunda 8

. “Dasar anak muda, ndak ada puasnya,” katanya.
“Bunda… Doni enak, bunda…” kataku.
Bunda cuma diam melihatku.
Aku sesekali meremas toketnya.
Aku goyang terus sambil kulihat wajahnya.
Bunda memejamkan mata, mulutnya sedikit terbuka, mengeluh pelan.
“Bunda, enak banget… hhhmmmmhh… keluar… Doni keluar lagi, bunda…” kataku.
“Pantat bunda enak banget.
”“Doni… ahhh… aaaaahhh… bunda juga… koq bisa ya??” kata bundaku.
Tangannya menarik tanganku, aku berlutut sambil menghujamkan sekeras-kerasnya ke memeknya.
Aku pun keluar lagi.
Tapi tak seperti tadi.
Kali ini cuma lima kali tembakan, tapi begitu terasa.
Setelah itu aku mencabut penisku dan ambruk.
“Bunda, Doni cinta ama bunda,” kataku.
“Cinta karena nafsu, kamu bernafsu dengan bunda, makanya seperti ini,” katanya.
“Tapi bunda juga ‘kan?” kataku menyanggah.
Bunda diam.
“Bunda tidak bangun? Tidak buka toko?” tanyaku.
“Toko tutup dulu, kemarin ibu bilang ke Mbak Juni untuk tutup dulu,” kata bunda.
“Bunda ingin istirahat dulu.
Badan bunda serasa sakit semua, sebab sudah lama tidak bercinta lagi.
”Aku mengangguk.
“Kalau begitu, Doni pergi dulu,” kataku.
“Ke mana?” tanyanya.
Aku terdiam.
“Ke mana?” tanyanya lagi.
“Bunda merasa kehilanganku? Berarti bunda juga mencintaiku,” kataku.
Ia mencubit perutku.
“Maunya,” katanya.
Kami berpanggutan sebentar untuk beberapa lama sebelum kemudian aku meninggalkan kamar bunda tanpa baju.
Setelah itu, hubunganku dengan bunda berjalan sembunyi-sembunyi.
Bunda sering dan selalu melarangku untuk mengeluarkan spermaku di dalam rahimnya, tapi aku tak peduli.
Kalau ada kesempatan, saat itulah kami bercinta.
Di dapur apalagi.
Dan itu pengalaman yang sangat mendebarkan.
Bunda bertumpu kepada wastafel.
Belum, bunda belum hamil.
Ia masih menstruasi.
Tapi nanti ada saatnya beliau hamil.
Karena aku yang memaksanya.
Tapi itu nanti.
Sekarang beralih ke Kak Vidia dan Nuraini.

Sumber:Internet