Gelap

Bunda Dan Wanita Wanitaku True Story 28

🇮🇩 Indonesia
Kecepatan: 1.0x
Status: Siap
×

Bantuan pengaturan pemutaran

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tapi tetap tidak bisa putar, cek pengaturan Ponsel/PC Anda.
Pastikan mesin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin Anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lainya

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Keluaran Teks-ke-Suara.
Jika tidak ada, Pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih text-ke-suara atau text-ke-ucapan, atau yang mirip itu.
Untuk menambahkan bahasa, klik ikon gear ⚙ > install data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan/Konten lisan
Atau pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "konten yang di ucapkan/konten lisan" enter
Untuk tambahkan bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Pengaturan Sistem > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mulai > Pengaturan > Waktu & Bahasa > Ucapan atau Speech.
Windows 7 & 8
Control Panel > Ease of Acces > Speech Recognition > Text to Speech
Windows XP
Start > Control Panel > Sounds, Speech, and Audio Devices > Speech
Windows 2000 & ME
Start > Settings > Control Panel > Speech
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Harap cari pengaturan untuk aktifkan text-to-speech di mesin pencari, seperti Google, Bing, dll

Catatan Untuk saat ini, halaman ini bekerja sesuai mesin dari perangkat anda.
Jadi suara yang di hasilkan, mengikuti mesin TTS dari perangkat anda.

Bunda Dan Wanita Wanitaku True Story 28

. Ternyata putri konglomerat dari Frankfurt itu luar biasa cantiknya.
Pantasan tadi Tante Kayla tak sabaran dan ingin dieksekusi sebelum tamu itu datang.
Bahkan setelah aku ejakulasi di dalam memeknya, Tante Kayla berkata, “Kalau sudah berjumpa dengan Miss Magda itu, pasti Odi takkan mau menyetubuhiku.
“Lho… dia kan cuma calon consumer,” kataku sambil mencolek memek Tante Kayla yang baru diseka dengan kertas tissue basah, “Dan aku hanya akan berdiri sebagai pelukis profesional.
Apa hubungannya dengan kecantikan calon consumerku?”“Alaaa… coba lihat aja nanti seperti apa bentuk puteri konglomerat itu.
Pasti Odi bakal jatuh hati padanya.
Lalu melupakan aku.
”“Nggak Tante.
Apa pun yang akan terjadi, hubungan kita akan jalan terus.
Aku janji soal itu.
”“Janji yaaa…” ucap Tante Kayla yang dilanjutkan dengan kecupan mesranya di bibirku.
Dan kini… puteri konglomerat bernama Magdalena itu sudah berdiri di depanku sambil menjabat tanganku.
Dan benar kata Tante Kayla.
Dia bule yang cantik sekali.
Kalau dia mengenalkan diri sebagai artis Hollywood pun pasti orang akan percaya.
Aku agak grogy, karena aku tidak bisa berbahasa Jerman.
Maka aku pun berkata, “I don’t speak German.
Can we use English?”(Saya tidak bisa bahasa Jerman.
Bisakah kita menggunakan bahasa Inggris?)Tiba-tiba dia menjawab, “Pakai bahasa Indonesia saja.
”Maaak… dia berbicara bahasa Indonesia.
Aku jadi malu, sok ngajak bicara bahasa Inggris segala.
Ternyata cewek Jerman itu malah mengajak berbicara dalam bahasa Indonesia saja.
“Oooh… maaf… ternyata Nona bisa bahasa Indonesia,” sahutku tersipu.
“Saya kan lahir besar di Jakarta.
Jadi saya sudah lumayan menguasai bahasa Indonesia.
Bahkan kata-kata jorok pun masih saya hafal.
Hihihiii…” ucapnya setelah kupersilakan duduk di sofa gallery.
Lalu, dalam bahasa Indonesia yang fasih, Miss Magda mengutarakan maksudnya.
Bahwa ia ingin dilukis dalam berbagai posisi dan latar belakang.
Tapi dia ingin lukisan-lukisan itu dikerjakan di villanya, di Puncak.
Soal harga tiap lukisan yang sudah jadi, sebarapa mahal pun akan dibayarnya, dia bilang.
“Kira-kira berapa lukisan yang akan Nona pesan?” tanyaku.
Miss Magda menyahut, “Itu berkembang sendiri nanti.
Tapi minimal saya butuh sepuluh lukisan.
Bisa juga nantinya duapuluh, tigapuluh… tergantung dari hasil yang sudah Anda buat nanti.
”“Lukisan yang diinginkan ukuran berapa kali berapa?” tanyaku lagi.
“Sebesar mungkin lah.
Kalau bisa bentuk saya di lukisan duas atau tiga kali lebih besar dari aslinya.
”Lalu kutawarkan lukisan 2 X 3,5 meter.
Dia setuju.
Dan menanyakan berapa harga tiap lukisan yang sudah selesai nanti.
Aku jadi teringat kata-kata Tante Kayla sebelum puteri konglomerat itu datang, “Harganya harus semahal mungkin.
Kalau murah-murah, nanti dia menganggap Odi bukan pelukis level dia.
Lagian lukisan itu tidak ada harga pasarannya.
Jadi tergantung kita aja mau kasih harga berapa.
”Maka kutawarkan harga per lukisan sepuluh kali lipat harga lukisan-lukisan yang disetujui oleh Gustav.
Dan… ya Tuhan… dia langsung setuju…!Berarti kalau aku sudah menyelesaikan sepuluh lukisan saja, aku akan mengantongi uang… wow aku akan menjadi kaya raya! Membangun museum gede-gedean pun pasti mampu!Kemudian Miss Magdalena memberikan alamat villa yang akan dijadikan tempat bekerjaku nanti.
Setelah puteri konglomerat Jerman itu berlalu, Tante Kayla baru menghampiriku.
Pada waktu aku sedang berunding dengan Miss Magda, Tante Kayla tidak mau hadir, karena takut mengganggu negosiasi dengan Miss Magda.

Sumber:Internet