Gelap

Cerseks Bertiga Sedarah

🇮🇩 Indonesia
Kecepatan: 1.0x
Status: Siap
×

Bantuan pengaturan pemutaran

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tapi tetap tidak bisa putar, cek pengaturan Ponsel/PC Anda.
Pastikan mesin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin Anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lainya

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Keluaran Teks-ke-Suara.
Jika tidak ada, Pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih text-ke-suara atau text-ke-ucapan, atau yang mirip itu.
Untuk menambahkan bahasa, klik ikon gear ⚙ > install data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan/Konten lisan
Atau pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "konten yang di ucapkan/konten lisan" enter
Untuk tambahkan bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Pengaturan Sistem > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mulai > Pengaturan > Waktu & Bahasa > Ucapan atau Speech.
Windows 7 & 8
Control Panel > Ease of Acces > Speech Recognition > Text to Speech
Windows XP
Start > Control Panel > Sounds, Speech, and Audio Devices > Speech
Windows 2000 & ME
Start > Settings > Control Panel > Speech
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Harap cari pengaturan untuk aktifkan text-to-speech di mesin pencari, seperti Google, Bing, dll

Catatan Untuk saat ini, halaman ini bekerja sesuai mesin dari perangkat anda.
Jadi suara yang di hasilkan, mengikuti mesin TTS dari perangkat anda.

Cerseks Bertiga Sedarah

. . . . . . . . . cerseks bertiga sedarah. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . by. . . . . . Cerita Ngentot Dengan Cewek Perawan dan Tantenya. Kali ini akan update terbaru khusus untuk dewasa plus Cerita Ngentot Dengan Cewek Perawan dan Tantenya.
Rosi, sebut saja demikian, sudah beberapa bulan kami saling berbagi kebutuhan biologis.
Rosi adalah wanita berusia 22 tahun dengan tinggi 160-170 cm, dan dengan dada yg tak terlalu besar tetapi mengkal kira-kira 34, kulit putih, dengan wajah mirip wanita cina, jadi agak sipit.
Hubungan kami berawal pada sebuah pesta kawanku, aku kenalan dengannya dan menjadi akrab dengannya bahkan aku menawarkan tumpangan untuk mengantarkannya pulang, untung aku bawa helm cadangan.
Kami berdua pulang, karena dia bosan untuk berada disana dia ditinggal oleh temannya.
Rosi membonceng motorku, dia ngga keberatan dengan itu.
Malam itu cukup dingin, kupinjamkan jaketku untuk menutupi tubuhnya yang hanya memakai kaos putih itu dan celana jeans biru.
Di malam itu Bagiku Rosi sangat sexy sekali, dia memakai kaos putih tanpa lengan, dan bh hitam yang semakin menunjukkan kemolekkan tubuhnya.
Dan rambut panjangnya yang terawat dibiarkan perutku masih terasa lapar, tadi aku tak sempat makan dipesta karena keasikan ngobrol dan menikmati tubuhnya, kuajak dia makan, dia tak menolak.
Dia meminta untuk makan ditempatnya.
Aku setuju.
Singkat cerita kami sampai di rumah kontrakkannya dan makan disana, selesai makan aku membereskannya, lalu dia mengajakku ke kamarnya untuk menemaninya malam ini, padahal aku ingin pulang.
Aku mencoba menolak karena takut ketahuan orang lain, dia meyakinkan aku kalau tak akan terjadi apapun.
Aku mengiyakannya.
Cerita Dewasa | Kamarnya sungguh rapi, ya, maklum kamar cewek.
Dia mengotrak rumah itu untuk berempat, termasuk dia.
Singkat cerita dia, bercerita padaku bahwa dia baru saja memutuskan pacarnya karena mendua.
Dia menangis dan kuberanikan diriku untuk memeluknya dan menenangkannya, Rosi tak menolaknya.
Setelah agak tenang kubisiki dia bahwa dia tampak cantik malam ini.
Rosi tersenyum dan menatapku dalam, lalu memejamkan matanya.
Kucium bibrnya, hangat, dia menerimanya.
Kucium dia dengan lebih galak dan dia membalasnya, lalu tangannya merangkul berciuman dengan cukup ganas lalu aku turun ke lehernya, Rosi pun mendesah “aaaahh.
” Mendengar itu kuberanikan meremas payudaranya yang montok.
Rosi mendesah lagi, dam menjambak rambutku.
Setelah beberapa saat kulepaskan dia.
Rosi sudah terangsang, kulucuti pakaiannya, kaosnya kulepas, bra-nya, tampaklah gunung kembar yang pas dalam genggaman tanganku, dengan punting merah-coklat cerah yang telah mengeras.
Kubasaahi telunjukku dan mengelusnya, Rosi hanya memjamkan matanya dan menggigit bibirnya.
Kulanjutkan melucuti celananya, dia memakai CD berenda putih sehingga tampak sebagian rambut kemaluannya yang lembab.
Dan WOW, ternyata jembutnya tidak terlalu lebat dan rapi, rambut di sekitas bibir kemaluannya besih, hanya di bagian atasnya.
Dan vaginanya tampak kencang dengan clitoris yang cukup besar dan mulai basah.
“Kamu rajin mencukur ya,” tanyaku, dengan wajah memerah dia mengiyakan.
Sebab kata tantenya demi kesehatan vagina, dan biar ngga bau.
Kupangku dia dan mulai menciuminya lagi, dan sapuan lidahku mulai kukonsentrasikan di puntingnya, ku jilati, kutekan bahkan kugigit kecil dengan gigiku, Rosi menggelinjang keasikkan, dan mendesah-desah merasakan rangsangan kenikmatan.
Tangan kananku mulai memainkan clit-nya, ternyata sudah banjir, kugesek klitorisnya dengan jari tengahku, perlahan-lahan, desahan dan lenguhan makin sering kudengar.
Seirama dengan sapauan lidahku di puntingnya, Rosi makin terangsang, dia bahkan menjambak rambutku dan menekan kepalaku ke payudaranya,“Donnn, enakh…banget…enakh…” Desahannya dan lenguhannya.
Kira-kira 5 menit dari kumulai, badannya mulai mengejang dan“Donn…Rosi…mo…keluaaaarrr!” Sambil berteriak Rosi orgasme, denyutan vagina kurasakan di tangan kananku.
Rosi kemudian berdiri.
“Sekarang giliranmu,” ka langsung dilucutinya dan akupun disuruhnya berbaring.
Salah satu tangannya memegang penisku dan yang lain memgang zakarnya, dia menggelusanya denga lembut“mmmmhhh…,” desahku.
“Enak ya, Don.
” Akupun mengangguk.
Rosi mulai menciumi penisku dan mengelus zakarnya, dan mengemutnya dan mengocoknya dengan mulutnya.
Terasa jutaan arus listrik mengalir ke tubuhku, kocokannya sungguh nikmat.
Kupengang kepalanya, kuikuti naik turunnya, sesekali kutekan kepalanya saat turun.
Sesaat kemudian dia berhenti.
“Don, penismu lumanyan besar dan panjang yach, keras lagi, aku makin terangsang nich.
” Aku hanya tersenyum, lalu kuajak dia main 69, dia mau.
Vaginanya yang banjir itu tepat diwajahku, merah dan kencang, sedang Rosi udah mengocok penisku.
Saat itu aku baru menikmati vagina seorang wanita, aku mulai menjilati vaginanya, harum sekali bau sabun dan bau cairan vagina, dan clitorisnya sampai memerah dan kuhisap cairan yang sudah keluar, tiba tiba dia berteriak saat kuhisap vaginanya keras-keras.
“Donnie… I lovvve ittt, babbyy”, dia menjerit dan aku tahu kalau dia lagi klimaks karena vaginanya sedang kujilat dan saat itulah saat pertama aku rasakan cairan wanita yang asam-asam pahit tapi nikmat.
Setelah dia klimaks, dia bilang dia capai tapi aku nggak peduli karena aku belum selesai dan aku bilang ke dia kalau aku belum puas, saat itulah permainan dilanjutkan.
Dia mulai melakukan gaya anjing dan aku mulai memasukkan penisku ke pantatnya yang besar dan menggiurkan dan aku tarik dorong selama beberapa lama.
Beberapa lama kemudian, aku bosan dengan gaya itu, dan kusuruh dia untuk berada di bawahku dan aku mulai memasukkan penisku ke dalam vaginanya yang ternyata sudah basah lagi, perlahan kumasukkan, terasa sekali denyutan vaginanya.
Vaginanya agak susah kumasuki, setelah penisku masuk kira-kira ½, ada sedikit darah mengalir, ternyata dia perawan batinku, kubisiki dia“Ros, sebentar lagi kau akan merasakan kenikmatan yang sesunguhnya”.
Pelahan kugoyang penisku, maju mundur, membentuk angaka 8, rintihan kesakitan berubah menjadi desahan kenikma aku berada di atas Rosi, kujilati payudaranya yang memerah dan dia menjerit perlahan dan mendesah-desah di telingaku dan membuatku tambah bernafsu dan tanpa pikir panjang-panjang lagi, aku mulai menekannya dengan nafsu dan tentunya penisku sudah masuk ke dalam vaginanya yang sangat nikmat itu.
“Ooohh nikmat sekali rasanya”, dia juga menjerit“Ssshh”, seperti ular yang sedang mendekati mang menit kemudian, dia memelukku kuat-kuat dan aku bingung tapi aku juga mengalami perasaan yang aneh karena sepertinya ada yang mau keluar dari kemaluanku,“Donnie… aku mauuu keluaarrr” dan aku juga menjawabnya“Ros… kayaknya akuu jugaa maauu…” nggak sampai 2 atau 3 menit, badanku dan Rosi sama-sama bergetar hebat dan aku merasakan ada yang keluar dari penisku ke dalam vaginanya dan aku juga merasa ada yang membasahi penisku dengan amat sangat.
Setelah itu, Rosi terdiam karena kelelahan dan aku mulai mencium-ciumi bibirnya yang kecil dan mukanya yang sedikit mirip dengan artis Hongkong Charlie Yeung.
Aku mulai membelai-belai rambutnya dan karena dia terlalu kelelahan dia tertidur aku nggak mau mengganggu dia, aku keluar dari kamarnya dan kulihat di ruang TV, seorang wanita kira-kira 30 tahunan sedang mengusap-usap clitorisnya sambil menonton Video CD tadi dan aku hampiri dia dan dia jadi kaget,“Ngapain kamu…” dia berbicara kepadaku.
” Keponakanku kamu apain tuch… teriakannya sampai kemari.
” Waduh tantenya nich, mati aku, ba aku berkata ke dia, “Tante.. kemari dech aku mau bilang sesuatu!” Dia mengikutiku ke sudut ruangan dan dia bersandar di dekat tembok karena dia mau tahu aku mau nga Rosi hanya memakai kaos dan rok mini.
“Ada apaan sih!” katanya padaku.
Tanpa banyak omong kudekati vaginannya yang sudah basah, pikirku ini adalah kesempa elus vaginanya perlahan, kondisi vaginanya gundul, tanpa rambut, dan kucium bibirnya, ada sedikit penolakan awalnya, lalu desahan yang kudengarkan.
“Enaaakh…dik, siapa namamu…?” tanyanya“Donnie” jawabku.
“Oh Donn…puasin…tante…malam…i…ni” sambil mendesah dan melenguh.
2 menit kemudian kulepaskan dia dari belaianku, kulucuti pakaiannya, kondisi badannya sama dengan Rosi, hanya saja payudaranya sedikit lebih besar.
Kugandeng dia ke kamarnya Rosi, ternyata dia sudah terbangun, dan sedang membersihkan vaginanya.
“Udah bangun, Ros” dia menjawabnya dengan senyuman.
“Temanmu kupakai dulu ya” tantenya berkata, Rosi tersenyum dan mengangguk.
Tanpa mempedulikan Rosi,kubaringkan dia, kutabrak vaginanya dengan penisku, ternyata sedikit lebih mudah, karena dia sudah tidak perawan pikirku tetapi masih cukup kencang.
Kumulai gerakan penisku, dan kucium lagi bibirnya, dan kunikmati payudaranya.
Kami saling bersahutan merasakan kenikmatan bersama.
5 menit kemudian aku mulai menghisap vaginanya dan clitorisnya sampai dia benar-benar mau klimaks dan setelah dia bilang dia mau klimaks, kumasukan penisku ke dalam vaginanya dan blesss.
Setelah beberapa lama, aku sepertinya mau keluar dan karena aku nggak bisa tahan kenikmatan ini makanya aku langsung saja, croottt… crottt… sampai beberapa kali dan setelah aku selesai Tantenya Rosi gantian memelukku dengan eratnya dan dia berteriak“Masss… aku keeelurrr ooohh”, dia bergetar hebat dan setelah itu dia mencium bibirku dan melumat habis bibirku dan setelah dia kecapaian dia juga ke itu aku bermalam dirumah kontrakan Rosi, ternyata Rosi ngontrak bersama tantenya dan dua orang teman wanita lainnya.
Paginya kami melakukan bertiga dikamar mandi, lalu aku pulang.
Mulai saat itu aku menjadi pemuas mereka berdua.
Sekarang aku sudah lulus, dan lama nggak ketemu mereka, aku merindukan saat itu.
END .
Sumber:Internet