Gelap

Dalam Diamkami Bercinta 1

🇮🇩 Indonesia
Kecepatan: 1.0x
Status: Siap
×

Bantuan pengaturan pemutaran

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tapi tetap tidak bisa putar, cek pengaturan Ponsel/PC Anda.
Pastikan mesin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin Anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lainya

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Keluaran Teks-ke-Suara.
Jika tidak ada, Pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih text-ke-suara atau text-ke-ucapan, atau yang mirip itu.
Untuk menambahkan bahasa, klik ikon gear ⚙ > install data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan/Konten lisan
Atau pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "konten yang di ucapkan/konten lisan" enter
Untuk tambahkan bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Pengaturan Sistem > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mulai > Pengaturan > Waktu & Bahasa > Ucapan atau Speech.
Windows 7 & 8
Control Panel > Ease of Acces > Speech Recognition > Text to Speech
Windows XP
Start > Control Panel > Sounds, Speech, and Audio Devices > Speech
Windows 2000 & ME
Start > Settings > Control Panel > Speech
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Harap cari pengaturan untuk aktifkan text-to-speech di mesin pencari, seperti Google, Bing, dll

Catatan Untuk saat ini, halaman ini bekerja sesuai mesin dari perangkat anda.
Jadi suara yang di hasilkan, mengikuti mesin TTS dari perangkat anda.

Dalam Diamkami Bercinta 1

. Sejak aku divonnis dokter kandungan, tak boleh memiliki anak lagi, hatiku sangat sedih.
Rupanya, Tuhan hanya menitipkan seoang anak saja yang kulahirkan.
Rahimku, hanya boleh melahirkan seoang anak laki-laki di rahimku.
Setelah aku sehat dan kembali dari rumah sakit membawa bayiku, dan bayiku berusia 1 tahun, dengan lemmbut suamiku meminta izin untuk menikah lagi.
Alasannya, baginya seorang anak tak mungkin.
Dia harus memiliki anak yang lain, laki-laki dan perempuan.
Dengan sedih, aku “terpaksa” merelakan suamiku untuk menikah lagi.
Parakanku sudah tdiangkat, demi keselamatanku dan kesehatanku.
Sejakl pernikahannya, dia jarang pulang ke rumah.
Paling sekali dalam seminggu.
Kini setelah usia anakku 15 tahun, suamiku justru tak pernh pulang ke rumah lagi.
Dia telah memiliki 4 orang anak, tepatnya dua pasang dari isteri mudanya dan dua anak lagi dari isterinya yang ketiga.
Aku harus puas, memiliki tiga buah toko yang serahkan atas namaku serta sebuah mobil dan sebuah taksi selain sedikit deposito yang terus kutabung unutk biaya kuliah anakku Irvan nanti.
Irvan sendiri sudah tak perduli pada ayahnya.
Malah, kalau ayahnya pulang, kelihatan Irvan tak bersahabat dengannya.
Aku tak bisa berbuat apa-apa.
Semoga saja Irvan tidak berdosa pada ayahnya.
Setiap malam Aku selalu mengeloni Irvan agar tubuhku tak kedinginan disiram oleh suasana dingin AC 2PK di kamar tidurku.
Irvan juga kalau kedinginan, justru merapatkan tubuhnya ke tubuhku.
Irvan memang anak yang manja dan aku menyenanginya.
Sudah menjadi kebiasaanku, kalau aku tidur hanya memakai daster mini tanpa sehelai kain pun di balik daster miniku.
Aku menikmati tidurku dengan udara dinginnya AC dan timpa selmut tebal yang lebar.
NIkmat sekali rasanya tidur memeluk anak semata wayangku,Irvan.
Kusalurkan belai kasih sayangku padany.
Hanya padanya yang aku sayangi.
Sudah beberapa kali aku merasakan, buah dadanya diisap-isap oleh Irvan.
Aku mengelus-elus kepala Irvan dengan kelembutan dan kasih sayang.
Tapi kali ini, tidak seperti biasanya.
Hisapan pda pentil teteku, terasa demikian indahnya.
Terlebih sebelah tangan Irvan mengelus-elus bulu vaginaku.
Oh… indah sekali.
Aku membiarkannya.
Toh dia anakku juga.
Biarlah, agar tidurnya membuahkan mimpi yang indah.
Saat aku mencabut pentil tetekku dari mulut Irvan, dia mendesah.
“Mamaaaaa…”Kuganti memasukkan pentil tetekku yang lain ke dalam mulutnya.
Selalu begitu, sampai akhirnya mulutnya terlepas dari tetekku dan aku menyelimutinya dan kami tertidur pulas.
Malam ini, aku justru sangat bernafsu.
Aku ingin disetubuhi.
Ah… Mampukah Irvan menyetubuhiku.
Usianya baru 15 tahun.
Masih SMP.
Mampukah.
Pertanyaan itu selalu bergulat dalam bathinku.

Sumber:Internet