Gelap

Dalam Diamkami Bercinta 3

🇮🇩 Indonesia
Kecepatan: 1.0x
Status: Siap
×

Bantuan pengaturan pemutaran

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tapi tetap tidak bisa putar, cek pengaturan Ponsel/PC Anda.
Pastikan mesin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin Anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lainya

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Keluaran Teks-ke-Suara.
Jika tidak ada, Pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih text-ke-suara atau text-ke-ucapan, atau yang mirip itu.
Untuk menambahkan bahasa, klik ikon gear ⚙ > install data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan/Konten lisan
Atau pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "konten yang di ucapkan/konten lisan" enter
Untuk tambahkan bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Pengaturan Sistem > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mulai > Pengaturan > Waktu & Bahasa > Ucapan atau Speech.
Windows 7 & 8
Control Panel > Ease of Acces > Speech Recognition > Text to Speech
Windows XP
Start > Control Panel > Sounds, Speech, and Audio Devices > Speech
Windows 2000 & ME
Start > Settings > Control Panel > Speech
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Harap cari pengaturan untuk aktifkan text-to-speech di mesin pencari, seperti Google, Bing, dll

Catatan Untuk saat ini, halaman ini bekerja sesuai mesin dari perangkat anda.
Jadi suara yang di hasilkan, mengikuti mesin TTS dari perangkat anda.

Dalam Diamkami Bercinta 3

. Besok malamna, hal itu terjadi lagi.
Terjadi lagi dan terjadi lagi.
Setidaknya tiga kali dalam semingu.
Irvan pun menjadi laki- laki yang dewasa.
Tak sedikit pun kami menyinggung kejadian malam-malam itu.
Kami hanya berbicara tentang hal-hal lain saja.
Sampai suatu sore, aku benar- benar bernafsu sekali.
Ingin sekali disetubuhi.
Saat berpapasan dengan Irvan aku mengelus penisnya dari luar celananya.
Irvan membalas meremas pantatku.
Aku secepatnyake kamar dan membuka semua pakaianku, lalu merebahkan dri di atas tempat di tutupi selimut.
Akuberharap, Irvan memasuki kamar tidurku.
Belum sempat usai aku berharap, Irvan sudeah memasuki kamar tidurku.
Di naik ke kamar tidurku dan menyingkap selimutku.
Melihat aku tertidur dengan telanjang bulat, Irvan langsung melepas semuapakaiannya.
Sampai bugil.
Bibirku dan tetekku sasaran utamanya.
Aku mengelus-elus kepalanya dan tubuhnya.
Sampai akhirnya aku menyeret tubuhnya menaiki tubuhku.
KUkangkangkan kedua kakiku dan menuntun penisnya menembus vaginaku.
Nafsuku yangsudah memuncak, membuat kedua kakiku melingkar pada pinggangnya.
Mulutnya masih rakus mengisapi dan menggigit kecil pentil tetekku.
Sampai akhirnya, kami sama-sama menikmatinya dan melepas kenikmatan kami bersama.
Seusai itu, kami sama-sama minum susu panas dan bercerita tentang hal- hal lain, seakan apa yang baru kami lakukan, buka sebuah peristiwa.
Malamnya, seisai Irvan mengerjakan PR-nya dia mendatangiku yang lagi baca majalah wanita di sofa.
Tatapan matanya, kumengerti apa maunya.
Walau sore tadi kami baru saja melakukannya.
Kutuntun dia duduk di lantai menghadapku.
Setelah dia duduk, aku membuka dasterku dan mengarahkan wajahnya ke vaginaku.
Aku berharap Irvan tau apa yang harus dia lakukan, setelah belajar dari CD pornonya.
Benar saja, lidah Irvan sudah bermain di vaginaku.
Aku terus membaca majalah, seperti tak terjadi apa-apa.
Aku merasa nikmatr sekali.
Lidahnya terus menyedot-nyedot klentitku dan kedua tangannya mengelus-elus pinggangku.
Sampa akhirnya aku menjepit kepalanya, karean aku akan orgasme.
Irvan menghentikan jilatannya Dan aku melepaskan nikmatku.
Kemudia kedua kakiku kembali merenggang.
Aku merasakan Irvan menjilati basahnya vaginaku.
Setelah puas, Irvan bangkir.
Aku turun ke lantai.
Kini irvan yang membuka celananya dan menarik kepalaku agar mulutku merapat ke penisnya.
Penis yang keras itu kujilati dengandiam.
Irvan menyandarkan kepalanya ke sandaran sofa.
Kepalaku ditangkapnya dan dileus- elusnya.
Aku terus menjilatinya dan terus melahap penisnya, sampai spermanya memenuhi mulutku.
Sampai akhirnyanormal kembali dan kami duduk bersisian menyaksikan film lepas di TV.
Seusai nonton film, aku mengajaknya untuk tidur, karean besok dia harus sekolah, dan aku harus memeriksa pembukuan toko.
“yuk tidur sayang,” kataku.
Irvan bangkit dan menggamit tanganku, lalu kami tertidur pulas sampai pagi.
Siang itu, aku mendengar Irvan pulang sekolah dan diaminta makan.
Kami sama-sama makan siang di meja makan.
Usai makan siang, kami sama-sama mengangkat piring kotor dan sama- sama mencucinya di dapur.
Irvan menceritakan guru baruya yang sangat disiplin dan terasa agak kejam.
Aku mendengarkan semua keluhan dan cerita anakku.
Itu kebiasaanku, sampai akhirnya aku harusmengetahui siap Irvan.
Aku juga mulai menanyakan siapa pacarnya dan pernah pergi ke tempat pelacuran atau tidak.
Sebenarnya aku tahu Irvan tidak pernah pacaran dan tidak pernah kepelacuran dari diary-nya.
Kami sama-sama menyusun piring dan melap piring sampai ke ring ke rak- nya, sembari kami terusbercerita.
“Ma… besok Irvan diajak teman mendaki gunung… boleh engak, Ma?” tanya Irvan meminta izinku sembari tangannya memasuku bagian atas dasterku dan mengelus tetekku.
“Nanti kalau sudah SMA saja ya sayang…” kataku sembari mengelus penis Irvan.
“Berarti tahun depan dong, Ma,” katanya sembari mengjilati leherku.
“Oh… iya sayang… Tahun depan” kataku pula sembari membelai penisnya dan melepas kancing celana biru sekolahnya dan melepas semua pakaiannya sampai Irvan telanjang bulat.
“Kalau mama bilang gak boleh ya udah.
Irvan gak ikut,” katanya sembari melepaskan pula kancing dasterku sampai aku telanjang bulat.
Ya.. kami terus bercerita tenag sekolah Irvan dan kami sudah bertelanjangbulat bersama.
“Sesekali kita wisata ke puncak yuk ma…” kata Irvan sembari menjilati leherku dan mengelus tetekku.
Aku duduk di kursi kaman dan Irvan berdiri di belakangku.
Uh… anakku sudah benar-benar dewasa.
Dia ingin sekali bermesraan dan sangat riomantis.
“Kapan Irvan maunyake puncak?” kataku sembari menkmatijilatannya.
Aku pun mulai menuntunnya agar beradadi hadapanku.

Sumber:Internet