Gelap

Di Sebuah Pulau 2

🇮🇩 Indonesia
Kecepatan: 1.0x
Status: Siap
×

Bantuan pengaturan pemutaran

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tapi tetap tidak bisa putar, cek pengaturan Ponsel/PC Anda.
Pastikan mesin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin Anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lainya

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Keluaran Teks-ke-Suara.
Jika tidak ada, Pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih text-ke-suara atau text-ke-ucapan, atau yang mirip itu.
Untuk menambahkan bahasa, klik ikon gear ⚙ > install data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan/Konten lisan
Atau pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "konten yang di ucapkan/konten lisan" enter
Untuk tambahkan bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Pengaturan Sistem > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mulai > Pengaturan > Waktu & Bahasa > Ucapan atau Speech.
Windows 7 & 8
Control Panel > Ease of Acces > Speech Recognition > Text to Speech
Windows XP
Start > Control Panel > Sounds, Speech, and Audio Devices > Speech
Windows 2000 & ME
Start > Settings > Control Panel > Speech
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Harap cari pengaturan untuk aktifkan text-to-speech di mesin pencari, seperti Google, Bing, dll

Catatan Untuk saat ini, halaman ini bekerja sesuai mesin dari perangkat anda.
Jadi suara yang di hasilkan, mengikuti mesin TTS dari perangkat anda.

Di Sebuah Pulau 2

. Halilintar sepertinya sudah letih terus menerus memuntahkan suaranya yang memekakkan telinga itu.
Hujan juga rasanya sudah tiodak sederas lagi, dan angin pun pun sepertuinya sudah lelah terus berhembus.
Tubuh ibu dan anak itu semakin hangat, bukan karena angin berhenti betrdesau saja atau hujan semakin menipis turunnya.
Secara perlahan-lahan Burhan merasakan Emaknya, menggeser-geser tubuhnya.
Himpitan memek emaknya terasa sekali di pangkal pahanya.
Terasa hanghat dan basah.
Burhan juga merasakan pentil tetek ibunya semakin keras menusuk bagian dadanya.
Burhan sendiri juga merasakan nafsunya demikiann keras.
Tapi bagaimana caranya, agar ibunya tidak mengetahuinya, sementara ibunya butuh kehangatan.
Maimunah (Emak Burhan) merasakan kemaluan anaknya terasa mendenyut-denyut di bibir Memeknya.
Dia berusaha untuk tetap tenanag, agar apa yang dirasakannya tidak diketahui oleh Burhan, karena selain dia malu, dia juga tak ingin Burhan menjadi malu.
Maimunah merasakan degup jantung Burhan demikian keras.
Kedua ibu dan anak itu, memiliki pikiran masing-masing, untuk saling menjaga, agar tidak ada yanhg merasa malu.
Anak meyakinkan dirinya bagaimana caranya agar emaknya tidak merasa malu dan sebaliknya juga demikian.
Tapi Burhan yang masih berusia 24 tahun dan masih menginginkan nafsunya tersalurkan, terlebih dalam keadaan demikian, dlam beberapa detik kehiloangan akal sehatnya.
Dengan kuat tangan kirinya yang memeluk tubuh ibunya mulai dari pinggang ke atas, mampu mengangkat tubuh ibunya.
Ibu sendiri yang diangkat tubuhnya tidk mengetahui apa keinginan anaknya dan mengikuti angkatan tangan anaknya.
Dia tekan kakinya ke lantai bambu agar tubuhnya terangkat.
Saat tubuhnya terangkat sedikit ke atas, Sebelah kanan tangan Burhan memegang kemaluannya dan mengarahkannya ke memek emaknya.
Saat kemalouan Burhan sudah berada sepenuhnya dalam memeknya, Maimunah tersadar dan berusaha melepaskan diri dari pelukan Burhan.
“Burhan… Kita sudah tidak benar…” katanya berusaha meronta.
“Emak.
Semua sudah terlanjur.
Biarlah.
Tak ada yang tak benar.
Kita sedang dalam hal yang benar,” katanya dan terus memeluk emaknya.
Emaknya tak bisa berbuat apa-apa.
Burhan mencdium leher emaknya dan mengelus-elus punggung Emaknya.
Lama kelamaan, Maimunah pun tersirap juga.
Dia mengalah toh semuanya sudah terlanjur.
Kemaluan anaknya sudah di dalam.
Sebentar atau lama, kemaluan anaknya sudah dalam lubang memeknya.
Dia hanya diam dan menyandarkan wajahnya ke leher Burhan.
Burhan hanya mengelus-elus tubuh emaknya.
Kulit keduanya demikian lengket, seperti lepat dan daun.
Mereka diam dn perlahan-lahan Maimunah terpancing juga dan dia secara perlahan, ikut pula megelus tubuh Burhan.
Burhan terkejut, karena emaknya sudah mulai mengelus tubuhnya.. Perlahan Burhan mulai berusaha menusuk tarik kontolnya di memek emaknya.
Di tekannya pantat emeknya dengan tenagnnya, kemudian di lepaskannya, kemudian ditekannya kembali.
Maimunah entah sadar atau tidak, dia memaju mundurkan pantatnya, sampai pula pada saat yang tak terduka, Maimunah jusyru mempercepat maju-mundur pantatnya.. hinga kontol anaknya bisa keluatr mauk dalam memeknya yang basah.
Maimunah mdnesahdesah dan Burhan juga demikian.
Mereka tak berhenti dan sama-sama mereka memberi respons dengan cepat dan semakin cepat, dengan desahan nafas yang memburu.
Burhan memeluk ibunya dengan kuat, dan pelukan Burhan pun dibalas pula denga pelukan yuang kuat pula.
Sma-sama mereka tiba di puncah nikmat yang terlukisakan dengan kata-kata.
Keduanya hening dan nafas mereka yang memburuh, masing-masing mereka menetralkannya.
“KIta usdah salah,” kata Maimuna.
“Tidak ada yang salah,” kata Burhan.
“Cukup hanya ini, tak boleh lagi,kata Maimunah yang masih berada dalam pelukan Burhan.
“Jika ada kesempatan, kita harus melakukannya lagi.
KIta boleh cari pulau mana yang kita suka dengan lasan mencari ikan atau apa saja,” tegas Burhan.
“Tidak boloeh.
Aku ENakmu,”“Tidak.
Sekarang isteriku yang sangat rahasia.
Jika bukan isteriku, mana mungkin kita sama-sama menikmatinya?”Maimunah diam.
Apa yang dikatakan Burhan benar.
Baru saja dia menikmati betapa indahnya bersetubuh dengan anaknya sendirei yang sudah lama tak dia rasakan, sejak suaminya jatuh dari pohon kelapa.
Berdua mereka mencuci tubuh mereka ke air laut.
Kembali mereka ke gubuk dituntun oleh sinar rembulan yang malu-malu di balik awan.
Berdua merek akembali ke gubuk dan duduk di tempat yag sama.
Burhan kembali memeangku emaknya dengan kasih sayang dan kali ini, Burhan sudah berani menciumi bibir emaknya dan mempermainkan lidahnya di mulut emaknya itu.

Sumber:Internet