Gelap

Diintip Kakak 2

🇮🇩 Indonesia
Kecepatan: 1.0x
Status: Siap
×

Bantuan pengaturan pemutaran

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tapi tetap tidak bisa putar, cek pengaturan Ponsel/PC Anda.
Pastikan mesin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin Anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lainya

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Keluaran Teks-ke-Suara.
Jika tidak ada, Pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih text-ke-suara atau text-ke-ucapan, atau yang mirip itu.
Untuk menambahkan bahasa, klik ikon gear ⚙ > install data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan/Konten lisan
Atau pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "konten yang di ucapkan/konten lisan" enter
Untuk tambahkan bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Pengaturan Sistem > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mulai > Pengaturan > Waktu & Bahasa > Ucapan atau Speech.
Windows 7 & 8
Control Panel > Ease of Acces > Speech Recognition > Text to Speech
Windows XP
Start > Control Panel > Sounds, Speech, and Audio Devices > Speech
Windows 2000 & ME
Start > Settings > Control Panel > Speech
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Harap cari pengaturan untuk aktifkan text-to-speech di mesin pencari, seperti Google, Bing, dll

Catatan Untuk saat ini, halaman ini bekerja sesuai mesin dari perangkat anda.
Jadi suara yang di hasilkan, mengikuti mesin TTS dari perangkat anda.

Diintip Kakak 2

. Diintip kakakku 2Suatu malam aku memutuskan untuk menguji kakakku.
Selesai mandi, aku segera mengambil celana dalam g-string warna merah dengan renda-renda yang sexy dan kukenakan.
Setelah itu, aku memilih sebuah gaun malam berwarna pink dengan bahan satin.
Gaun malam itu semi transparan, jadi tidak akan transparan bila dilihat dari dekat, tetapi akan menampakkan lekuk tubuhku bila ada latar cahayanya.
Setelah itu, aku keluar ke ruang tamu tempatku menonton TV dan segera duduk menonton TV.
Mula-mula aku berusaha duduk dengan sopan dan berusaha menutupi selangkanganku dengan lipatan kakiku.
Tak lama kemudian, kakakku keluar dari kamarnya dan duduk di sebelahku.
Sepanjang malam itu, kami berbincang-bincang sambil menonton TV, tetapi aku tahu kalau dia diam-diam mencuri lihat tubuhku lewat sudut mataku.
Kadang-kadang aku menundukan badanku ke arah meja di depan seolah-olah menjangkau sesuatu yang akhirnya mempermudah dia melihat payudaraku lewat leher bajuku yang longgar.
Tak lama kemudian, aku mencoba lebih berani lagi.
Aku mengubah posisi tempat dudukku sehingga kali ini pakaian tidurku bagian belakang tersingkap dan memperlihatkan pantat dan tali g-string di pinggangku.
Sejenak kemudian aku pergi ke kamar kecil.
Sengaja pintu kamar mandi tidak kututup sampai rapat, tetapi menyisakan sedikit celah.
Dari pantulan tegel dinding, aku melihat bayangan kakakku muncul di celah pintu dan mengintipku, walaupun saat itu aku membelakangi pintu.
Setelah itu, aku menundukan kepalaku, pura-pura konsentrasi pada g-stringku agar dia tidak kaget.
Dengan tetap menunduk, aku berjongkok dan menyemburkan air kencingku.
Aku yakin dengan posisi seperti ini, kakakku ini akan sangat menikmati pemandangan vaginaku yang mengeluarkan air kencing.
Ini juga salah satu yang kudengar bahwa lelaki suka melihat perempuan kencing.
Setelah kencingku selesai aku kembali berdiri, membetulkan g-stringku lalu kuturunkan gaun tidurku.
Setelah itu, aku membalikan badanku lagi sambil membetulkan g-stringku bagian belakang.
Sebetulnya aku memberikan kesempatan kepada kakakku untuk pergi tapa terlihat aku.
Benar saja, lagi-lagi dari pantulan tegel dinding aku melihat bayangan kakakku menjauh ke arah ruang keluarga.
Setelah semua selesai, aku kembali ke ruang keluarga dan berlagak seolah-olah tidak ada apa-apa.
Saat aku berjalan ke arah sofa, aku melihat kalau muka kakakku merah.
Untuk menghilangkan rasa gugupnya, aku melemparkan senyum kepadanya, dan dibalas dengan senyum yang kikuk.
Setelah itu, aku kembali duduk di sofa dengan posisi yang lebih sopan dan melanjutkan acara nonton TV dan bincang-bincang kami.
Saat di dalam kamar, aku membaringkan tubuhku di tempat tidur.
Gaun malamku yang tersingkap saat aku naik ke tempat tidur kubiarkan saja sehingga memperlihatkan g-string yang kupakai.
Tali gaun tidurku sebelah kiri merosot ke siku tangan juga tidak kuperbaiki sehingga puting payudaraku sebelah kiri nongol sedikit.
Keesokan harinya adalah hari Minggu, jadi besoknya aku bangun dengan posisi pakaian yang tidak karuan.
Setelah membetulkan tali bahu gaun malamku, aku keluar kamar.
Di luar kamar, aku bertemu dengan kakakku yang sudah bangun.
Dia sedang menonton acara TV pagi.
Aku menyapanya dan segera di balas dengan sapaannya juga.
Setelah itu, aku mengambil handuk dan pergi ke kamar mandi.
Lagi-lagi pintu kamar mandi tidak kututup rapat.
Seperti dugaanku, kakakku kembali mengintipku.
Aku kemudian membuka gaun malamku sehingga aku hanya mengenakan g-string.
Gaunku itu kuletakan di tempat cucian.
Setelah itu, dengan hanya memakai g-string, aku berdiri di depan wastafel dan menggosok gigiku.
kakakku pasti melihatnya dengan jelas karena aku sudah mengatur posisi tubuhku agar dia dapat menikmati pemandangan ini.
Setelah selesai, aku kemudian membuka g-stringku.
Sementara g-stringku masih kupegang di tangan, aku kemudian kencing sambil berdiri.
Air seniku kuarahkan ke lantai.
Setelah itu, aku siram dan aku masuk ke tempat shower.
Tempat shower itu sengaja tidak kututup juga.
Aku kemudian mandi seperti biasa, tetapi saat menyabuni badan, aku menyabuni dengan perlahan-lahan.
Gerakan tanganku kubuat sesensual mungkin.
Bagian payudara dan vaginaku kusabuni agak lama.
Setelah membilas badanku, aku masih melanjutkan acara mandi sambil diintip dengan mencuci rambut.
Saat keluar aku melihat kakakku duduk di depan TV sambil menikmati acara TV.
Aku tahu sebetulnya dia hanya pura-pura.
Mukanya merah seperti kemarin sewaktu habis mengintipku kencing.
Aku kemudian masuk kamar tidurku.
Pintu kamar tidurku kali ini tidak kututup rapat pula dengan harapan kakakku akan mengintip baju.
Lewat pantulan cermin di lemari pakaianku, aku melihat kalau bayangan kakakku ada di depan pintu.
Dia mengintipku lagi.
Aku tidak menyia-nyiakan kesempatan ini.
Kubuka lilitan handukku sehingga aku telanjang bulat.
Setelah itu, dengan handuk itu, aku terus mengeringkan rambutku yang basah sementara aku terus menuju ke meja rias.
Di meja rias, aku mengambil blower dan dengan blower itu, aku mengeringkan rambutku.
Setelah kering, aku menuju ke lemari kemudian mengambil celana transparan yang berwarna putih.
Setelah memakainya, aku kemudian mengambil sebuah strapless bra warna putih (bra yang tali bahunya bisa di lepas, tetapi kali ini aku tidak melepasnya) dengan kawat penyangga payudara di bagian bawah cupnya dan memakainya pula.
Setelah itu, aku keluar kamar dan menyiapkan makan pagi untuk kami berdua.
kakakku saat itu sudah di kamar mandi untuk mandi.
Perkiraanku, di kamar mandi dia tidak cuma sekedar mandi, tetapi pasti memakai gaun malam dan g-stringku sambil mastubasi membayangkan badanku.
Aku tertawa dengan geli karena merasa berhasil merangsang kakakku.
Saat makan pagi siap dan kakakku selesai mandi, aku menyuruhnya makan bersama.
Saat makan, jubah satin yang kupakai melonggar di bagian leher, tetapi aku pura-pura tidak tahu.
Aku tahu kalau kakakku memperhatikan bra yang terlihat akibat bagian leher yang terus melonggar.
Setelah makan selesai, aku membereskan piring sementara kakakku duduk di sofa membaca buku.
Sejak hari itu, aku selalu bermain kucing-kucingan dengan kakakku.
Kubiarkan dirinya mengintipku saat mandi, kencing atau ganti baju.
Aku juga membiarkannya mencuri dan memakai pakaian dalamku sepanjang dia mengembalikannya baik ke lemariku maupun ke tempat cucian.
bersambung
Sumber:Internet