Gelap

Dubur Nenek

🇮🇩 Indonesia
Kecepatan: 1.0x
Status: Siap
×

Bantuan pengaturan pemutaran

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tapi tetap tidak bisa putar, cek pengaturan Ponsel/PC Anda.
Pastikan mesin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin Anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lainya

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Keluaran Teks-ke-Suara.
Jika tidak ada, Pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih text-ke-suara atau text-ke-ucapan, atau yang mirip itu.
Untuk menambahkan bahasa, klik ikon gear ⚙ > install data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan/Konten lisan
Atau pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "konten yang di ucapkan/konten lisan" enter
Untuk tambahkan bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Pengaturan Sistem > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mulai > Pengaturan > Waktu & Bahasa > Ucapan atau Speech.
Windows 7 & 8
Control Panel > Ease of Acces > Speech Recognition > Text to Speech
Windows XP
Start > Control Panel > Sounds, Speech, and Audio Devices > Speech
Windows 2000 & ME
Start > Settings > Control Panel > Speech
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Harap cari pengaturan untuk aktifkan text-to-speech di mesin pencari, seperti Google, Bing, dll

Catatan Untuk saat ini, halaman ini bekerja sesuai mesin dari perangkat anda.
Jadi suara yang di hasilkan, mengikuti mesin TTS dari perangkat anda.

Dubur Nenek

. . . . . . . . . Dubur Nenek. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . by. . . . . . Liburan ini aku manfaatkan untuk mengunjungi nenekku di kabupaten M.
Daerahnya pegunungan yang dingin dan masih belum begitu ramai.
Nenekku tinggal sendirian di rumahnya yang berupa dinding bambu.
Tak ada Tv dan radio, penerangan pun masih sambungan kabel dari listrik tetangga karena memang belum punya meteran listrik tidak tahu pasti berapa usia nenekku,mungkin sekitar 70 tahun,kulitnya keriput,dan kepalanya sudah mulai bo pagi aku membantunya mengambil air dari rumah tetangga,karena di rumah nenekku tidak ada itu dipakai buat masak sehari-hari.
Malam harinya kami berbaring di ranjang berdam di desa nenekku memang terbilang sepi,setelah habis isya jarang ada orang yang keluar rumah.
Tiba2 nenekku tengkurap dan menyuruh aku menginjak-injak badannya.
Nenekku memang terbiasa aku injak2 badannya jika banyak bicara aku pun memijakkan kakiku di badan nenek.
Aku berjalan menyamping mulai dari kaki lalu naik lagi keatas sampai pinggang dan berjalan lagi menyamping kearah kaki nenek.
Karena berulang kali bolak-balik dari pinggang ke kaki,kain yang dikenakan nenekku melorot sampai di bawah saja pantat nenekku terpampang jelas.
Nenekku memang tidak pernah memakai celana dalam,maklum sebagai orang desa nenekku hanya mengenakan kain batik untuk menutupi bagian bawah itu aku menjadi horny,jujur saja aku sangat tergila-gila sama yang namanya dubur.
Aku tidak peduli apakah itu dubur orang tua,wanita jelek,ataupun anak kecil.
Asalkan dubur wanita pasti akan aku embat.
Iseng aku kuakkan belahan pantat nenek,saat belahan pantatnya terkuak terlihatlah duburnya yang kecil dan berwarna saat itu rasanya sangat ngilu,ingin rasanya aku menancapkan sedalam – dalamnya dalam dubur nenek.
Aku yang sudah dirasuki nafsu melepas celana pendek dan celana dalamku.
Aku menduduki pantat nenek dan mulai memijat ba penisku bersentuhan dengan pantat nenek rasanya sungguh nikmat tak tidak memberikan respon,kelihatannya dia sudah tidak tahan lagi aku menguak pantat nenek dan memasukkan sampai terpejam saat kepala penisku menerobos dubur nenek.
Tapi aku merasakan agak seret,maka penisku kucabut dan aku berjalan menuju dapur untuk mengambil minyak goreng.
Aku mengoleskan minyak goreng di penisku sampai merata lalu kembali ke kamar nenek.
Aku kembali menduduki pantat nenek dan memasukkan penisku kembali,kali ini bisa masuk dengan mudah.
Dubur nenek sungguh nikmat,meskipun bongkahan pantat nenek sudah kendur tapi jeritan anusnya tak terkira ra penisku tertancap sempurna,aku menarik dan menancapkan kembali secara 5 menit kemudian aku mengingkatkan kecepatan genjotanku di duburnya sambil memegangi tubuhnya terguncang-guncang nenek bangun dan melihatku,dia menatapku sebentar dan tidak berkata apa2 setelah itu tidur lagi.
Aku yang sudah merasakan akan klimaks makin mempercepat genjotanku dan menancapkan penisku sedalam mungkin.
Rasanya sungguh lega penisku mengecil aku mencabut penisku dari dubur nenekku.
Letupan2 kecil keluar dari dubur nenek.
Karena udara berebut keluar dengan sungguh lemas,aku memakai celanaku dan berbaring di samping nenek.
Jam 04.
30 pagi aku dibangunkan nenekku,nenekku mengajak aku ke sungai untuk buang air dan sekalian mandi.
Jarak sungai dari rumah nenekku mungkin sekitar 250 me di sungai kami langsung jongkok untuk mengeluarkan sisa2 5 menit kurasakan perutku tidak lagi berkontraksi,akupun cebok dan berjalan menuju tempat mandi yang berada 3 meter di sebelah utara mandi di sini berupa bak mandi yang dikelilingi tempel setinggi 1,7 m.
Kulihat nenekku sedang menyabuni memeknya,penisku seketika ngaceng lagi.
Aku melepas semua bajuku dan mendekati nenekku.
Aku merangkul nenekku dari belakang dan menunggingkannya dengan tangan bertumpu pada bak mandi.
”Eh,kamu lagi ngapain.
?”,tanya nenekku.
”Aku ke dan menunggingkannya dengan tangan bertumpu pada bak mandi.
”Eh,kamu lagi ngapain.
?”,tanya nenekku.
”Aku kepengen lagi nek”,jawabku.
”Tapi nanti dilihat orang malu”.
”Tidak akan nek,karena masih sepi dan gelap”.
Aku tetap mengarahkan penisku ke lubang dubur nenek yang berwarna penisku hingga masuk semua ke dubur nenekku.
Penisku memang tidak besar,panjangnya hanya 8 cm,dengan diameter 3 cm.
Aku terus menarik dan menancapkan lagi penisku sambil tanganku yang satu melingkar di perut nenekku dan yang satu lagi mengobel nenekku jembutnya sudah jarang.
Aku yang sudah hampir meledak semakin cepat memompa dubur nenekku,akibatnya tubuh nenekku pula dengan tanganku yang menggosok tempik nenekku,makin cepat akhirnya aku menancapkan sedalam-dalamnya dan memuntahkan lututku seperti mau lepas,kurasakan kenikmatan yang tak juga merasakan tempik nenek terasa basah,mungkin nenek juga penisku kucabut dari dubur nenek,nenekku jongkok mengeluarkan maniku.
Setelah dirasa maniku keluar semua nenek cebok dan meneruskan mandi lagi.
”Jika kamu mau di sini lebih lama lagi,nenek akan melayani kamu setiap hari”.
Tentu saja aku sangat juga ikut mandi dan membantu menyabuni nenek di bagian tempiknya.
.
Sumber:Internet