Gelap

Gairah Penuh Nafsu 1

🇮🇩 Indonesia
Kecepatan: 1.0x
Status: Siap
×

Bantuan pengaturan pemutaran

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tapi tetap tidak bisa putar, cek pengaturan Ponsel/PC Anda.
Pastikan mesin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin Anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lainya

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Keluaran Teks-ke-Suara.
Jika tidak ada, Pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih text-ke-suara atau text-ke-ucapan, atau yang mirip itu.
Untuk menambahkan bahasa, klik ikon gear ⚙ > install data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan/Konten lisan
Atau pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "konten yang di ucapkan/konten lisan" enter
Untuk tambahkan bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Pengaturan Sistem > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mulai > Pengaturan > Waktu & Bahasa > Ucapan atau Speech.
Windows 7 & 8
Control Panel > Ease of Acces > Speech Recognition > Text to Speech
Windows XP
Start > Control Panel > Sounds, Speech, and Audio Devices > Speech
Windows 2000 & ME
Start > Settings > Control Panel > Speech
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Harap cari pengaturan untuk aktifkan text-to-speech di mesin pencari, seperti Google, Bing, dll

Catatan Untuk saat ini, halaman ini bekerja sesuai mesin dari perangkat anda.
Jadi suara yang di hasilkan, mengikuti mesin TTS dari perangkat anda.

Gairah Penuh Nafsu 1

. . Perkenalkan namaku, Leo, seorang karyawan perusahaan swasta.
Aku ingin bercerita tentang bagaimana awalnya ku menikmati seks dengan gadis berjilbab.
Ada beberapa gadis yang sempat dekat denganku.
Dulu, ketika SMA ada gadis Majelis Ta’lim yang dekat denganku, aku memanggilnya Lina, tentunya dia berjilbab dan alim.
Namun begitu dekat denganku, dia merasa nyaman, mungkin baru pertama kali suka terhadap lawan jenis.
Hari demi hari kami semakin dekat dan akhirnya kami pun berpacaran.
Ada temannya yang tidak suka dengan hubungan kami yang semakin dekat, namun dia tetap dekat denganku dan tak menghiraukan apa kata temannya.
Sedikit saja tentang dirinya, dia memiliki postur 165cm, beratnya aku tidak tahu, tapi waktu dia berada di atasku tidak terlalu berat juga (hehe dengan pantat yang cukup menantang dan selalu buat ku tegang, ukuran payudaranya 36B (besar gak tuh?yang jelas waktu aku meremasnya, telapak tanganku hampir tidak muat).
Ketika sekolah dia selalu menggunakan jilbab, walaupun tidak lebar juga sih, tapi dari dia berpakaian saja membuatku ingin bersikap ramah (rajin menjamah).
Seusai pulang sekolah aku biasa mengantarkan dia.
Dia ku bonceng di belakangku dan tangannya memegang erat pinggangku.
Dan,,astaga yang tak pernah terpikirkan olehku, dia memelukku erat seakan tak ingin terjatuh dan otomatis payudara 36B di balik jilbabnya itu menempel banget di punggungku.
Aku yang sedikit kaget dikejutkan oleh suaranya,”kenapa yo?ko ga jalan?apa Lina harus duduk mundur lagi nih?”, kata dia.
Ya ampun, gadis alim berjilbab yang ku kenal adalah anggota dari Majelis Ta’lim sekolahku itu ternyata dengan sengaja menempelkan dadanya pada punggungku.
”eh,..iya Leo antar kamu aja deh duduknya”, kataku sambil nyengir, ”nakal Leo..”dan akhirnya aku pun mengantarkannya sampai rumahnya.
Aku langsung memarkirkan kendaraanku di halaman rumahnya dan segara masuk ke dalam rumahnya yang ternyata dalam keadaan sepi.
”orang tua kamu kemana lin?”,kataku”lagi pergi kerumah nenek,tadi mama telpon waktu aku masih disekolah”,kata lina padaku,”owh dong kita..”,kataku lagi,”emang kenapa?”,dia bertanya padaku,”ya gapapa,Cuma kan kita berdua aja sayang sekarang.
”, aku menamba”Leo mau minum apa?”,dia bertanya padaku,”apa aja deh,yang penting itu buatan kamu..susu juga boleh,,hehehe”,sambil sedikit tersenyum nakal,”susu lina?”.
aku melotot waktu Lina berkata seperti itu.
Dia pun mendekati aku, ”emang Leo ga mau susu Lina ya?”.
Lina pacarku, seorang gadis SMA yang masih menggunakan seragamnya lengkap dengan jilbabnya segera rebah di sampingku.
”Leo, Lina sayang Leo”,dengan mata sayu dia mengatakan itu,”Leo juga sayang Lina”.
Seketika itu juga aku beranikan diri mencium bibirnya,”ccuuuuuppp,,,mmmmmmmmm....”,Lina tidak membalas ciumanku, justru dia bergerak mundur,”Lina belum pernah ciuman yo.
Leo mau ajari Lina?”.
satu hal lagi yang membuatku semakin nafsu terhadap gadis berjilbab didepanku ini, dia masih polos sekali.
Dan akhirnya ku ajari dia berciuman, dwngan masih menggunakan seragam sekolah dan jilbabnya kami berciuman.
awalnya dia suka mengigit lidahku.
Namun akhirnya dia makin berani menyedot bibirku dalam-dalam, serta memainkan lidahnya di dalam rongga mulutku.
Hingga akhirnya kamipun melakukan French Kiss yang begitu bernafsu.
Aku baru menyadari pacarku ini sangat bernafsu sekali saat dia mencium bibirku, melumatnya, menyedotnya juga.
Dan tiap hari setiap ada kesempatan kami selalu berciuman, dan dia pun semakin berani menciumku..”mmmmmm,,,,ssshshhhhhh,,,Leooo,,mmmmmmm” desahnya saat kami berciuman dan sungguh bikin aku nafsu.
Sore itu dirumahnya di ruang tamu rumahnya kami berciuman dengan penuh birahi.
Sore itu dia yang menggunakan jilbab pink, kaos panjang ketat serta celana panjang katun ada dalam dekapanku menikmati ciumanku.
”mmmmm,,,cccruuuuupppp dia mendesah ketika mulutku turun ke lehernya dan menyingkapkan jilbabnya serta mencium lehernya dengan penuh nafsu.
Dia melingkarkan kedua tangannya ke belakang leherku dan menekannya ke lehernya yang sedang kunikmati.
”ccccccuuuuuuuuupppppppppp ku tinggalkan bekas cupang di lehernya hingga merah,”aaaaaakkkkkkkhhhhhhhh Leeeeoooooooo....”..dia makin bernafsu ketika ku cium di bagian depan lehernya.
”mmmmmmhhhh,,Leo maaaauuu ngaaa...paiiinn?”,dia sedikit sadar ketika telapak tanganku sudah berada di depan dadanya dan agak sedikit menekan dadanya.
”aaaakkkkkhhhhh mendesah ketika kutekan dan kuremas lembut dadanya.
”sakit yank?”, dia menggelengkan kepalanya.
Dalam hatiku bersorak gembira, tanda lampu hijau sudah kudapatkan darinya.
Aku semakin berani meremas dadanya.
Itu semua kulakukan dengan masih berpakaian lengkap.
Dan aku menikmati dadanya dari balik jilbabnya yang terjatuh ketika kucium lagi bibirnya.
Dia semakin menikmati remasanku itu, terbukti dari tangannya yang berada di atas tanganku yang meremas tanganku, seolah dia tidak ingin hal itu berhenti.
Dan sore itu pun kami melaluinya dengan ciuman juga remasan, tidak lupa ku tinggalkan bekas merah di leher di balik jilbab pinknya, yang menandakan gadis berjilbab ini sudah ku jamah.
”krrrrrriiiiiiiiiiiiiiinnnnnnngggggggggg...........”wah, ada telpon time lagi ya.. .
Sumber:Internet