Gelap

Gita Si Ayam Kampus Berdada Besar

🇮🇩 Indonesia
Kecepatan: 1.0x
Status: Siap
×

Bantuan pengaturan pemutaran

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tapi tetap tidak bisa putar, cek pengaturan Ponsel/PC Anda.
Pastikan mesin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin Anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lainya

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Keluaran Teks-ke-Suara.
Jika tidak ada, Pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih text-ke-suara atau text-ke-ucapan, atau yang mirip itu.
Untuk menambahkan bahasa, klik ikon gear ⚙ > install data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan/Konten lisan
Atau pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "konten yang di ucapkan/konten lisan" enter
Untuk tambahkan bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Pengaturan Sistem > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mulai > Pengaturan > Waktu & Bahasa > Ucapan atau Speech.
Windows 7 & 8
Control Panel > Ease of Acces > Speech Recognition > Text to Speech
Windows XP
Start > Control Panel > Sounds, Speech, and Audio Devices > Speech
Windows 2000 & ME
Start > Settings > Control Panel > Speech
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Harap cari pengaturan untuk aktifkan text-to-speech di mesin pencari, seperti Google, Bing, dll

Catatan Untuk saat ini, halaman ini bekerja sesuai mesin dari perangkat anda.
Jadi suara yang di hasilkan, mengikuti mesin TTS dari perangkat anda.

Gita Si Ayam Kampus Berdada Besar

. . . . . . . . . Gita Si Ayam Kampus Berdada Besar. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . by. . . . . . Gita Si Ayam Kampus Berdada Besar – Di hari kesatu*ku masuk kuliah di di antara* perguruan tinggi di Semarang, tidak terdapat* yang aku kenal satupun, sampai-sampai* aku laksana* orang nyasar, bingung celingak-celinguk kesana kemari.
Sewaktu sedang bingung-bingungnya tiba-tiba terdapat* cewek yang menegurku, ‘Eh, tau ruang belajar* MI1-3 nggak?’.
– Cerita Sex Bergambar Eeiittss.., ternyata aku pun* cari ruang belajar* itu.., kemudian* aku jawab, ‘mm.., saya pun* tidak tahu, mendingan cari sama-sama yuk’.
‘Saya Gita’ dia sebut namanya duluan.
‘Aku Iwan’, aku sebut namaku juga, di situlah aku mulai punya teman mempunyai* nama* Gita.
Cewek manis ini memiliki* kulit kuning langsat, hampir* tanpa cacat, tinggi badan kira-kira 166 cm, dengan berat 49 Kg.
Tapi yang buat* aku tidak jenuh* melihatnya ialah* dadanya yang menantang, lumayan* besar guna* ukurannya, namun* tidak terlampau* besar sekali.
– Cerita Skandal Mahasiswi Begitu pula dengan pantatnya, aku sangat* suka andai* dia menggunakan* jeans ketat, dengan kaos oblong warna putih.
Kadang andai* ia bercanda, ngomongnya nyerempet-nyerempet porno terus, walaupun sekali-sekali saja.
Tiga bulan telah* lamanya aku dekat dengannya, jalan kemanapun tidak jarang* kali* bersama, walaupun dia belum sah* jadi pacarku, namun* aku dan dia tidak jarang* kali* berdua kemanapun.
Sampai kesudahannya* aku dan dia pergi jalan-jalan ke wilayah* Dieng, salah satu wilayah* dingin di Jawa Tengah, niatnya hanya* jalan-jalan saja, tidak menginap.
“Baca Juga : Cerita Dewasa 2018 – Kakak Iparku Dilanda Nafsu Setelah Minum Obat Perangsangku”. Entah mengapa* hari ini dia mengajakku berkelakar* yang berbau porno terus, dari pagi sampai* siang hari.
Sampai kesudahannya* ia bertanya begini, ‘Wan, bila** kamu punya istri suka yang buah dada nya besar atau sedeng-sedeng saja?’.
Lalu aku jawab ‘Mm.., yang kayak apa ya?, kayaknya aku suka yang laksana* punya kamu tersebut* lho’.
‘Lho emang anda* pernah liat punyaku?’, tanya dia.
Aku bilang ‘Gimana inginkan* liat, orang kamunya ajah nggak pernah kasih kesempatan.., heheheh’.
Dia tanya lagi seraya* bercanda, ‘Kalo aku kasih peluang* gimana?’.
Aku jawab, ‘Yaa.., nggak aku sia-sia’in’.
‘Emang berani?’, tantang Gita.
‘Siapa takut..’, jawabku tidak inginkan* kalah.
‘Kalo gitu bukti’in!’, kata Gita.
‘Oke.., anda* cari losmen sekarang.., gimana?’, tantangku gantian.
‘Siapa takut..’, jawabnya tidak inginkan* kalah juga.
Jujur saja aku masih berfikir bahwa ini cuma berkelakar* saja, hingga* tiba-tiba di depan suatu* losmen, dia berkata, ‘Wan, disini ajah.., kayaknya losmennya bagus tuh’.
‘Deg!!’, jantungku terasa berhenti.
Dengan ragu-ragu kuarahkan mobilku masuk ke halaman losmen tersebut.
Aku masih diam dan separuh* tidak percaya.
Terus dia berkata, ‘Kamu angkat tas-tas kita, aku yang check in.., OK?’.
 . Seperti babu untuk* majikannya, aku ikuti kata-katanya dan mengikuti tahapannya* masuk ke losmen.
Masuk ke kamar losmen langsung anda* tutup dan kunci pintunya, aku masih terdiam terus duduk di atas kasur hingga* dia berkata, ‘OK, kini* aku kasih anda* kesempatan liat dadaku, tapi tidak boleh* macem-macem yaa?’.
Tiba-tiba saja Gita unik* kaosnya ke atas, dan langsung membuang* ke atas lokasi* tidur.
Lalu dia terdiam seraya* menatapku yang pun* terdiam, walaupun sebetulnya* aku sedang terpana.
Beberapa ketika* dia arahkan tangan kanannya ke pundak kirinya, digesernya tali BH-nya jatuh ke lengan.
Lalu gantian tangan kirinya ke pundak kanan mengerjakan* hal yang sama.
Lalu tangan kanannya ditunjukkan* ke punggung, namun* tangan kirinya masih memegangi BH unsur* depannya.
Oh God.., Nafasku terasa berhenti di tenggorokanku.., BH-nya sudah* terlepas, namun* masih disangga* bagian depannya oleh tangan kirinya.
Gita terus memandangiku.
Gita menggigit bibir unsur* bawahnya.
Tiba-tiba ia berkata, ‘Aku nggak bakal* lepas ini, andai* kamu nggak buka pakaianmu semuanya’ Aku ragu-ragu.., namun* nafasku telah* tidak dapat* diatur lagi.., aku buka kaosku.., aku buka jeansku.., kemudian* aku berhenti, bermukim* celana dalam yang aku kenakan.., gantian aku yang menantang, ‘Aku nggak bakal* buka ini, andai* kamu nggak lepas tersebut* sekarang’ Gita diam sejenak kemudian* dia turunkan perlahan tangan kirinya dan kesudahannya* terlihat jelas buah dada nya yang kuning langsat dan benar-benar menantang.
Belum sempat aku rampung merasakan* pemandangan ini, tiba-tiba ia melompat ke arahku dan mendorongku telentang di kasur, dengan cepat dia menghirup* bibirku.
Aku yang masih kaget bakal* serangan seketika* ini tidak menyia-nyiakannya, kami saling berciuman, saling melumat bibir, ‘uugghh.., oohh..’, melulu* kata tersebut* yang Gita keluarkan.
Tiba-tiba saja di berdiri, dalam 5 detik celana jeansnya telah* terlepas.
Kami sama-sama melulu* memakai celana dalam saja, saling pandang tetapi tersebut* hanya dilangsungkan* 6 detik, dengan cepat ia unik* celana dalamku kebawah dan melepasnya.
 . Gita tersenyum dan tidak banyak* tertawa, aku tak tahu dia senang menyaksikan* punyaku atau menertawai punyaku? Akupun tidak inginkan* kalah, kutarik perlahan-lahan celana dalamnya tidak banyak* demi sedikit, ternyata Gita telah* tidak sabar kemudian* dia tarik sendiri celana dalamnya dan melemparnya ke belakang, belum sempat celana dalamnya menyentuh lantai bibirnya telah* melumat bibirku, ‘oohh..’, kami kini* benar-benar telanjang bulat.
Gita mulai menghirup* leherku tapi tersebut* tidak lama sebab* aku keburu membalik badanku.
Sekarang gantian ia yang telentang di kasur.
Pemandangan yang estetis* sekali namun* kali ini aku tidak inginkan* lama-lama memandang, langsung aku berada diatasnya, kedua tangannya telah* kupegang dan tahan di samping kiri-kanan kepalanya.
Aku ciumi lehernya, bibir, leher lagi.
‘Hhmmhh.., uugghh.., sstt’, cuma tersebut* yang dia katakan.
Ciumanku telah* ‘bosan’ di leher.
Aku mulai turun.
Melihat gerakanku itu, tiba-tiba dia mengusung* dadanya.
Kesempatan ini tidak kusia-siakan.
Aku langsung ciumi buah dada nya sebelah kiri, sedang tangan kananku mengelus-elus buah dada nya yang kanan.
Kali ini tangan kirinya telah* memegang kepalaku.
‘sstt.., hh.., sstt..’, mulutnya berdesis laksana* ular.
Dia unik* rambutku dan kepalaku dan menunjukkan* kepalaku ke buah dada nya sebelah kanan.
Dengan t’.
Lalu dengan gigiku aku mulai mengigit-gigit tidak banyak* puting susunya, kiri-kanan, kiri-kanan tidak jarang* kali* bergantian dan adil.
Sementara dari mulut Gita terus terbit* kata, ‘Teruuss.., teruuss.., yang keras.., aahh.., gigit Wan.., gghh.., sstt’.
Sementara punyaku telah* tegang keras.
Kepalaku mulai turun lagi namun* tiba-tiba ia berteriak kecil, ‘Wan.., Iwan.., uugghh.., kini* ajjaah.., masuk’iin.., nggak usah pake mulut lagi.., masukin sekaraanng.., plizz..’.
Aku langsung di dorongnya.
Sekarang ganti posisi, aku yang telentang dan Gita sedang di* atasku.
Selangkangannya mencari-cari posisi, meski* aku tahu tentu* yang dia cari ialah* punyaku.
Begitu posisinya tepat, Gita mendorongnya dengan kuat.
‘uugghh..’, sedang aku tidak banyak* berteriak, ‘aahh’.
Punyaku telah* terbenam di dalam selangkangannya.
Gita terus menggerak-gerakan pinggulnya ke atas, ke bawah, kiri-kanan, naik-turun segala arah gerakan ia lakukan.
Matanya terpejam, bibirnya digigit seperti menyangga* sesuatu, tidak jarang* dari mulutnya terbit* kata-kata, ‘oohh.., sshhtt.., uugghh.., sshhss.., sshhiitt.., aacchh.., oouuhh..’, nafasnya bukan lagi* teratur.
Kedua tangannya meremas-remas buah dada nya sendiri, kepalanya tidak jarang* menengadah ke atas, ‘uugghh.., oohh.., sshhsstt’.
Sedangkan aku melulu* sanggup meremas sprei di kiri dan kananku dengan kedua tanganku.
Gigi atas dan gigi bawahku telah* saling menekan, tidak ada ucapan-ucapan* yang terbit* dari mulutku melulu* suara nafasku saja yang terdengar.
Kali ini aku yang memungut* alih ‘kekuasannya’ gantian kudorong namun* dia justeru* tengkurap, menyaksikan* pantatnya yang putih mulus.
Aku jadi tambah bernafsu guna* segera memasukkan punyaku ke punyanya.
Aku angkat pinggulnya dan Gitapun mengusung* badannya dengan kedua tangan dan kakinya.
Sekarang posisinya laksana* mau merangkak.
Langsung tanpa tunggu masa-masa* lagi aku mengupayakan* memasukan ‘adikku’ ke lubang vaginanya.
‘Mmaasuukkiinn.., ceeppeett..’, Gita memohon kepadaku namun* belum sempat ia menuntaskan* kalimatnya punyaku telah* masuk ke vaginanya.
‘oohh..’, dari mulutku terbit* kata tersebut.
Dengan motivasi* aku mulai mendorong ke depan, menarik, mendorong, unik* terus menerus seiring dengan gerakanku.
“AGEN TOGEL SINGAPORE TERPERCAYA – ALI. Gerakannyapun bertentangan* dengan gerakanku, masing-masing* aku mendorong ke depan ia mendorong pantatnya ke arahku diiringi desahan dan leguhan dari mulutnya.
‘uugghh.., aahh.., Sshshhss.., oohh.., uugghh..’.
Tiba-tiba ia berteriak, ‘Iwaann.., sshh.., oohh’, aku menikmati* sesuatu terbit* dari dalam lubang kemaluannya tapi, ‘oohh.., oohh.., aacchh.., Gitt.., aakku..’.
Akupun merasakan kesenangan* yang tiada bandingannya seiring dengan keluarnya cairan dari dalam punyaku.
‘oohh.., uugghh’, tidak sedikit* sekali cairanku keluar.
‘Terus Wan.., keluarin semuanya..’, pinta Gita.
Tubuhku terasa telah* tidak powerful* lagi berdiri.
Aku langsung telentang di kasur, sementara* Gita langsung memelukku dan membubuhkan* kepalanya di dadaku.
‘Gita sayang sama Iwan’, melulu* itu yang terbit* dari mulutnya, kemudian* matanya terpejam seraya* terus memelukku.
‘Iwan pun* sayang sama Gita’, kataku.
Akhirnya sejak tersebut* aku dan Gita sah* pacaran.
END by .
Sumber:Internet