Gelap

Haruskah Aku Membenci Ibukku 3

🇮🇩 Indonesia
Kecepatan: 1.0x
Status: Siap
×

Bantuan pengaturan pemutaran

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tapi tetap tidak bisa putar, cek pengaturan Ponsel/PC Anda.
Pastikan mesin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin Anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lainya

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Keluaran Teks-ke-Suara.
Jika tidak ada, Pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih text-ke-suara atau text-ke-ucapan, atau yang mirip itu.
Untuk menambahkan bahasa, klik ikon gear ⚙ > install data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan/Konten lisan
Atau pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "konten yang di ucapkan/konten lisan" enter
Untuk tambahkan bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Pengaturan Sistem > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mulai > Pengaturan > Waktu & Bahasa > Ucapan atau Speech.
Windows 7 & 8
Control Panel > Ease of Acces > Speech Recognition > Text to Speech
Windows XP
Start > Control Panel > Sounds, Speech, and Audio Devices > Speech
Windows 2000 & ME
Start > Settings > Control Panel > Speech
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Harap cari pengaturan untuk aktifkan text-to-speech di mesin pencari, seperti Google, Bing, dll

Catatan Untuk saat ini, halaman ini bekerja sesuai mesin dari perangkat anda.
Jadi suara yang di hasilkan, mengikuti mesin TTS dari perangkat anda.

Haruskah Aku Membenci Ibukku 3

. Lanjutan 2.
Sepeninggal kepergian ibuk bersama bang Herman, tinggalah aku sendirian dirumah.
Tak banyak aktifitas yang aku lakukan dan hari ini aku hanya tiduran tiduran saja.
Saat ini sudah jam 6 petang, namun ibukku belum pulang juga, dan sebenarnya bang Herman mengajak ibuk kemana kok lama amat, apa jangan jangan bang Herman benar benar mau melacurkan ibukku ya, dan kalo itu benar berarti sekarang aku adalah anak dari seorang pelacur, ahh kenapa bisa seperti ini, kenapa???Disaat aku merenungi nasibku, aku mendengar deru motor berhenti dihalaman rumahku, dan aku yakin itu motor milik bang Herman.
Lalu aku bergegas keluar kamar dan memastikan kalo itu benar benar motornya bang Herman.
Dan benar saat aku sudah berada diruang tamu, kulihat ibuk berjalan sambil dipapah sama bang Herman, dan kulihat ibuk nampak keletihan membuatku cemas juga keheranan dan ingin tau apa yang terjadi pada diri ibukku, lalu dengan sedikit keberanian akupun bertanya sama bang Herman.
“Bang Herman, ibuk kenapa bang, kok ibuk terlihat letih begitu” Tanyaku saat kami bertiga sudah sampe dikamar ibukku, dan ibuk sudah berbaring diranjangnya, sementara bang Herman duduk ditepi ranjang sedang menyelimuti ibukku.
“Tanya saja sama ibukmu ini, habis ngapain saja tadi, eh Yanti beritahu anakmu itu, biar anakmu tau profesimu sekarang jadi apa, aku mo balik dulu, dan besok siap siap lagi ya Yanti dan jangan lupa minum jamu biar nggak lemes seperti ini, nyusahin tau nggak” Ucap bang Herman membuatku jadi bertanya tanya dan tentunya aku jadi kefikiran kalo ibuk sudah dijadikan pelacur sama bang Herman, bedebah kau bang” Umpatku dalam hati.
Kulihat bang Herman sudah beranjak keluar kamar dan tinggalah aku bersama ibukku yang lagi terbaring diranjangnya.
“Buk, sebenarnya apa yang terjadi buk” Tanyaku ke ibuk yang kini terlihat sedang memejamkan matanya.
“Besok saja ibuk beritahu, sekarang ibuk mau tidur, ibuk capek” Balas ibuk sambil memiringkan badannya membelakangiku, dan aku yang termasuk anak yang patuh dan nurut sama orang tua tanpa disuruh aku langsung beranjak dari kamar ibuk, meskipun aku merasa penasaran dan ada yang mengganjal didada apa yang sebenarnya yang terjadi sama ibukku.
Saat ini aku sudah berada dikamarku, kurebahkan tubuhku, mataku menatap langit langit kamarku, pikiranku melayang layang memikirkan tentang ibukku, dan tanpa sadar mataku terpejam lalu tertidur saking lelahnya pikiran ini memikirkan apa yang terjadi selama ini.

Sumber:Internet