Gelap

I Blame Satan For My Sins 1

🇮🇩 Indonesia
Kecepatan: 1.0x
Status: Siap
×

Bantuan pengaturan pemutaran

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tapi tetap tidak bisa putar, cek pengaturan Ponsel/PC Anda.
Pastikan mesin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin Anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lainya

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Keluaran Teks-ke-Suara.
Jika tidak ada, Pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih text-ke-suara atau text-ke-ucapan, atau yang mirip itu.
Untuk menambahkan bahasa, klik ikon gear ⚙ > install data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan/Konten lisan
Atau pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "konten yang di ucapkan/konten lisan" enter
Untuk tambahkan bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Pengaturan Sistem > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mulai > Pengaturan > Waktu & Bahasa > Ucapan atau Speech.
Windows 7 & 8
Control Panel > Ease of Acces > Speech Recognition > Text to Speech
Windows XP
Start > Control Panel > Sounds, Speech, and Audio Devices > Speech
Windows 2000 & ME
Start > Settings > Control Panel > Speech
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Harap cari pengaturan untuk aktifkan text-to-speech di mesin pencari, seperti Google, Bing, dll

Catatan Untuk saat ini, halaman ini bekerja sesuai mesin dari perangkat anda.
Jadi suara yang di hasilkan, mengikuti mesin TTS dari perangkat anda.

I Blame Satan For My Sins 1

. Keluarga Besar H.
PramonoH.
Pramono - Hj.
Dyah Suwarsih, mempunyai 4 orang anak:1.
Miskan2.
Rodiyah3.
Marni4.
BambangAyahku, Miskan.
Ia menikah dengan Ibu tiriku, orang Sulawesi Utara, saat ia merantau kesana, sampai sekarang ia meninggalkan aku dan kedua adikku disini, sedangkan Ibu Kandungku meninggal setelah melahirkan anak terakhir.
Bude Rodiyah, seorang PNS yang mengajar disalah satu sekolah SD didekat desa tempat tinggalku, ia mempunyai anak tunggal bernama Safitri, sepupuku, umurnya hanya terpaut 2 tahun lebih muda dariku, Suaminya, Pakde Suyono bekerja di Tambang Freeport sebagai Supir Alat Berat, setahun sekali pulang atau beberapa bulan sekali.
Bulik Marni, bisa dikatakan beliau sangat dekat denganku semenjak Paklik Dwi kecelakaan dan lumpuh, Paklik Dwi jadi tuli dan tidak bisa berjalan, Herlambang anak pertamanya dan Shinta anak kedua, Herlambang sekolah diluar kota, sedangkan Shinta hanya tamatan SMP.
Paklik Bambang, orang ini sangat keras dan tegas, beliau termasuk salah satu fanatik agama menurutku, ia selalu mengekang kedua putrinya, Zahra dan Ismi, beliau guru ngaji juga Imam Masjid di kampungku, istrinya Bulik Rosi buka toko sembako yang lumayan besar, sama seperti Bulik Marni, hanya saja lebih ramai punya Bulik Rosi karena memang ada di perempatan jalan besar menuju kampungku.
Aku dan adik-adikku kini diasuh oleh Eyang Pram dan Uti Sih, mereka sangat sayang kepada kami.
Namaku sendiri adalah Ardiansyah, Uti Sih dari kecil biasa memanggil hanya nama belakangku saja yaitu Syah.
Aku sekarang duduk di bangku SMA, tidak ada yang spesial dariku, wajahku biasa saja, seperti halnya orang-orang jawa pada umumnya, tubuhku tidak terlalu tinggi, perawakanku juga sawo matang/kuning, aku juga tidak memiliki p*nis sebesar yang biasa diceritakan di cerita dewasa lainnya, ini semua hanya kebetulan menurutku, kebetulan yang diulang-ulang.
Terserah pembaca menilai ini suatu cerita fantasi atau cerita asli, semua tergantung sudut pandang masing-masing, disini aku akan bercerita kronologi bagaimana bisa seorang pemuda yang biasa saja ini meniduri hampir seluruh anggota keluarga besar H.
Pramono, atau bisa dikatakan Incest Addict yang tiba-tiba.

Sumber:Internet