Gelap

I Blame Satan For My Sins 4

🇮🇩 Indonesia
Kecepatan: 1.0x
Status: Siap
×

Bantuan pengaturan pemutaran

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tapi tetap tidak bisa putar, cek pengaturan Ponsel/PC Anda.
Pastikan mesin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin Anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lainya

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Keluaran Teks-ke-Suara.
Jika tidak ada, Pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih text-ke-suara atau text-ke-ucapan, atau yang mirip itu.
Untuk menambahkan bahasa, klik ikon gear ⚙ > install data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan/Konten lisan
Atau pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "konten yang di ucapkan/konten lisan" enter
Untuk tambahkan bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Pengaturan Sistem > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mulai > Pengaturan > Waktu & Bahasa > Ucapan atau Speech.
Windows 7 & 8
Control Panel > Ease of Acces > Speech Recognition > Text to Speech
Windows XP
Start > Control Panel > Sounds, Speech, and Audio Devices > Speech
Windows 2000 & ME
Start > Settings > Control Panel > Speech
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Harap cari pengaturan untuk aktifkan text-to-speech di mesin pencari, seperti Google, Bing, dll

Catatan Untuk saat ini, halaman ini bekerja sesuai mesin dari perangkat anda.
Jadi suara yang di hasilkan, mengikuti mesin TTS dari perangkat anda.

I Blame Satan For My Sins 4

. Safitri IIIHari ini terpaksa aku harus berangkat ke sekolah sendirian, Safitri memintaku mengizinkannya, merepotkan pikirku.
Sekolah sangat membosankan, ingin rasanya cepat-cepat kembali ke rumah dan memandang badan dan wajah Safitri, meski aku hanya bisa memandang sekilas.
Sesampainya dirumah, kulihat ia sedang berbincang dengan Eyang, lebih tepatnya dimarahi, hahaha.
Orangtua mana yang tak marah melihat cucu gadisnya duduk diteras dengan menggunakan pakaian “terbuka,” menurut Eyang itu sudah sangat tidak pantas, meski bagiku itu hal yang wajar, celana pendek dan kaos oblong yang biasa digunakan pria/wanita saat santai diteras, maklum Eyang Pram orangnya “old school”Aku hanya lewat sembari cekikikan, ia melirik ke arahku tajam saat ia tahu aku sedang mengejeknya.
Aktivitas kita lebih banyak dilakukan didalam kamar masing-masing, entah apa yang ia lakukan didalam kamarku, sedangkan aku sibuk “ngemong”/mengasuh adik-adikku, biasanya Uti yang melakukan tugas ini, tapi beliau sedikit tidak enak badan.
Setelah Isya’ kedua adikku turun kebawah melihat tayangan TV kesukaan mereka, sementara aku binggung apa yang harus kulakukan.
Aku memeras otak, ingin rasanya berdua didalam kamar bersama Safitri yang sedari tadi kudengar hanya diam tanpa suara dari dalam kamar.
Aku punya ide, pura-pura mengambil laptop supaya bisa melihat bodynya yang mulus berbulu walau hanya sekejap.
Aek, mau ngambil laptop, buka bentar kamarnya.
Safitir malah tak bergeming, kukeraskan sekali lagi suaraku, baru ada jawabanB: Apa mas?A: Buka bentar kamarnya, mau ngambil laptop inilohB: Ganggu ajasih, orang mager jugaA: Ye dasar anak monyet, kamar siapa jugaB: Ngawur, aku anaknya Mama Rodiyah yang tiap lebaran ngasih kamu sangu paling banyak loh, awas aku bilangin.
A: Duh bawel, makanya cepet buka pintunyaDiam sesaat, setelah itu dia membuka pintu dengan kasar sembari memayunkan bibirnya, menyodorkan laptop dengan kasar ke dadakuKok bisa tahu laptopku ditaruh dimana, pikirku.
Ah, sialan.
Aku hanya bisa melihat beberapa detik sebelum ia kembali menutup pintu kamarku.
Tepat jam 09.
00 WIB, BBM yang biasanya sepi tiba-tiba ada notifikasi masuk, ya! Safitri! Ia memintaku lagi untuk membelikan cemilan kesukaannya, sangat merepotkan!Aku sempat menolak, beralasan dingin dan ngantuk, tapi satu hal yang membuatku menuruti kemauannya, ia berjanji akan memberiku hadiah, entah hadiah apa yang kuterima malam ini, semoga itu berbau-bau kenikmatan.
Aku berangkat dengan semangat, sengaja tak kupakai jaketku, hihihi, agar ia lebih iba melihat perjuanganku membelikannya cemilan walau jarak rumah-supermarket hanya beberapa ratus meter, hahaha.
Kupacu langkahku menaiki tangga, lalu kugedor pintu dengan pelan, takut membuat Eyang dan Uti terbangun, jika malam ini aku mendapatkan kesempatan untuk melepas perjakaku, pastilah hanya sebentar, karena nanti malam Eyang dan Uti sudah bangun melakukan Sholat Tahajud yang biasa mereka lakukan.
Safitri tersenyum melihatku membawa cemilan kesukaannya, ia mempersilahkanku masuk lalu dengan semangat membuka cemilan dan memakannya dengan serakah.
A: Kalau laper makan, bukan ngemilB: Ga laper, cuman kehilangan sedikit energi.
A: Wah habis ngapain lu? Kamar mas habis lu pakai buat apa?B: Ga ngapa-ngapain kokKatanya sembari sedikit membuang tatapan matanya, aku mencoba menelusuri keadaan sekitar kamarku, tak sengaja saat sedikit mengeser selimut bermotif Machester Unitedku, spray dengan motif yang sama terlihat sedikit basah, mataku melotot tetapi kucoba menyembunyikan ekpresi terkejutku dari Safitri yang asyik mengunyah cemilan.
A: “Hayo, ini apa?” kataku sembari menunjuk spray yang basahDengan sigap ia terkejut mencoba menutupi spray itu dengan badannya, aku menghentikan aksinya, lalu kucolek spray yang basah ituB: Mas, jangan dicium!Tak ada bau, hanya sedikit lengket, apa ini?A: Dek, kamu habis ngapain sih?B: Bukan apa apa itu, aku tadi minum tumpahA: Masak air minum lengket giniB: Air gula, maksudkuA: Kamu kapan suka gula? Kamu kan anti makan yang manis-manis, apalagi minum.
Safitri tampak kemerahan, ia pasti berbohong, aku tau ia menyembunyikan sesuatu dariku.
A: Jangan-jangan kamu habis?B: Heh! Ngawur aja!A: Iya ini, pasti habis???Aku hanya mengira-kira padahal aku sungguh tak tau apa yang ia lakukan, pengetahunku tentang Sex memang ada tapi tak pernah membayangkan seperti apa, hanya bayang-bayang biasa yang dijelaskan teman-teman mesumkuIa seperti kehabisan kata-kata, dan kata terakhir yang ia keluarkan adalah?B: Jangan bilang siapa-siapa ya mas.
Entah, sumpah meskipun aku membocorkan rahasia Safitri, aku sendiri tak tahu apa yang ia lakukan!Aku mencoba berpura-pura mengetahui apa yang ia lakukanA: Gapapa, udah biasa.
B: Emang mas juga biasa?A: Biasa apa?B: Itu?A: Itu apa?B: Coli!A: Coli apa sih dek?B: Wah katrok, coli itu kayak mainin burungmu sendiri ituloh masA: Walah, tak kira apa, ya lumayan sering sihB: Berarti wajar kan, kalau aku juga gitu.
A: Kamu sering?B: Gak juga sihA: Ah, bohongB: Ya kadang 3x atau 4xA: Loh loh lohB: Soale aku ketagihan lihat film porno mas, diajari si Silvi ituloh, gatau kok kalau gak mainin itu rasanya gatel gitu pas lihat filmA: Silvi? Serius?B: Iya silvi, tapi jan bilang-bilangA: Makanya tak panggil² tadi gak denger, ternyata lihat film bokepA: Masa si Silvi temanmu yang jilbab lebar itu suka nonton film porno?B: Eh, malah dia yang ngajarin kokA: Gawat, hancur hancur.
B: Malahan dia udah gak P, dia pernah tidur sama gurunya di pondok.
A: Gila bener si Silvi, keliatannya aja alim padahal…Badahal apa?A: Liar, hahaha.
B: Ngatain aku?A: Lah ngapain, wong ngatain si Silvi kok akuB: Aku kan juga suka nonton film, berarti aku juga liar ya?A: Kan kamu tetep PB: Katanya Silvi kalau udah pernah “itu” udah gak PA: Gatau, coba browsingSetelah beberapa menit, ia berkataB: Bisa jadi mas kalau jarinya dimasukin ke liang vagina terus ngerobek selaput daraA: Kamu dimasukin jari ga?B: Engga, cuman tak gesek² doangA: Ya masih P berartiB: Tapi beneran loh mas, jangan bilang siapa-siapaA: Iyaiya, oiya mana hadiahku?B: Nanti dulu, nanti malem tak BBM lagi, jam 2an, biar orang-orang tidur beneran.
A: Duh, ya ketiduran aku jam segituB: Mau gak?A: Iyaudah deh, iya.
Tak tunggu jam 2an ya, awas kamu ketiduranB: Suiyap boss!Kata Safitri sembari menjulurkan lidahnyaIni awal dari semua yang akan kulakukan, sentuhan wanita pertama kali diarea sensitive ku yang membuatku sampai sekarang maniac sexs.

Sumber:Internet