Gelap

Ibuku Tunanetra Tamat 11

🇮🇩 Indonesia
Kecepatan: 1.0x
Status: Siap
×

Bantuan pengaturan pemutaran

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tapi tetap tidak bisa putar, cek pengaturan Ponsel/PC Anda.
Pastikan mesin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin Anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lainya

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Keluaran Teks-ke-Suara.
Jika tidak ada, Pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih text-ke-suara atau text-ke-ucapan, atau yang mirip itu.
Untuk menambahkan bahasa, klik ikon gear ⚙ > install data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan/Konten lisan
Atau pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "konten yang di ucapkan/konten lisan" enter
Untuk tambahkan bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Pengaturan Sistem > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mulai > Pengaturan > Waktu & Bahasa > Ucapan atau Speech.
Windows 7 & 8
Control Panel > Ease of Acces > Speech Recognition > Text to Speech
Windows XP
Start > Control Panel > Sounds, Speech, and Audio Devices > Speech
Windows 2000 & ME
Start > Settings > Control Panel > Speech
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Harap cari pengaturan untuk aktifkan text-to-speech di mesin pencari, seperti Google, Bing, dll

Catatan Untuk saat ini, halaman ini bekerja sesuai mesin dari perangkat anda.
Jadi suara yang di hasilkan, mengikuti mesin TTS dari perangkat anda.

Ibuku Tunanetra Tamat 11

. Wati mulai menggeliat - geliat sambil mendesah - desah.
Terlebih setelah aku menemukan kelentitnya, lalu kujilati bagian yang sebesar kacang kedelai itu dengan lahap.
Namun Wati pun tak mau kalah.
Beberapa saat berikutnya, justru dia yang menangkap penisku yang sudah ngaceng ini.
Lalu mengoralnya dengan trampil sekali.
Begitu trampilnya Wati menyhelomoti dan mengurut - urut penisku, sehingga akhirnya aku takut kalau keburu ngecrot di mulut kakakku, karena permainan oralnya luar biasa enaknya.
“Sudah Wat… nanti keburu buceng di dalam mulutmu…”Wati pun melepaskan selomotannya, lalu menelentang di sofa, sambil mengusap - usap memeknya yang bibir luarnya berwarna coklat gelap dan bagian dalamnya merah membara.
Tanpa ragu lagi kubenamkan penisku ke dalam liang memek kakakku.
Blessssss… dengan mudahnya aku bisa membenamkan penisku sampai ambles semuanya…!Disambut dengan lontaran suara kakakku, “Oooohhh… gilaaaa… kontolmu gede dan panjang sekali Wan…! Pasti nikmat dientot sama kontol segede dan sepanjang ini sih… ayo entotin Wan…!”Aku pun mulai mengayun batang kemaluanku, seolah gerakan pompa manual, maju mundur di dalam liang memek kakakku.
Maka rintihan demi rintihan Wati pun mulai terdengar.
Tapi suaranya perlahan sekali, karena aku sudah memperingatkan agar jangan sampai terdengar oleh Ibu.
“Waaaan… kontolmu enak skeali Waaaan… kenapa gak dari dulu - dulu kamu entot aku Waaaan… kalau tau begini, aku takkan jauh - jauh meninggalkan rumah… karena kontolmu ini justru jauh lebih enak daripada kontol XXX…”“Siapa XXX?” tanyaku sambil mengurangi kecepatan entotanku.
(XXX = nama yang sengaja sangat disamarkan).
“Yang membawaku ke Kalimantan dan membuatku jadi tukang pijit di sana…”
Sumber:Internet