Gelap

Keperawanan Ani

🇮🇩 Indonesia
Kecepatan: 1.0x
Status: Siap
×

Bantuan pengaturan pemutaran

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tapi tetap tidak bisa putar, cek pengaturan Ponsel/PC Anda.
Pastikan mesin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin Anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lainya

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Keluaran Teks-ke-Suara.
Jika tidak ada, Pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih text-ke-suara atau text-ke-ucapan, atau yang mirip itu.
Untuk menambahkan bahasa, klik ikon gear ⚙ > install data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan/Konten lisan
Atau pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "konten yang di ucapkan/konten lisan" enter
Untuk tambahkan bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Pengaturan Sistem > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mulai > Pengaturan > Waktu & Bahasa > Ucapan atau Speech.
Windows 7 & 8
Control Panel > Ease of Acces > Speech Recognition > Text to Speech
Windows XP
Start > Control Panel > Sounds, Speech, and Audio Devices > Speech
Windows 2000 & ME
Start > Settings > Control Panel > Speech
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Harap cari pengaturan untuk aktifkan text-to-speech di mesin pencari, seperti Google, Bing, dll

Catatan Untuk saat ini, halaman ini bekerja sesuai mesin dari perangkat anda.
Jadi suara yang di hasilkan, mengikuti mesin TTS dari perangkat anda.

Keperawanan Ani

. . Aku seorang mahasiswa berumur 21 tahun.
Pada saat liburan semester aku pulang ke kampungku di Garut.
Untuk mengatasi kejenuhan, aku jalan-jalan di kota tersebut.
Dan masuk ke sebuah pusat belanja di kota kecil itu.
Secara tak sengaja aku memandangi seorang gadis yang bisa dikatakan cantik.
Wajahnya memancarkan kecantikan alami yang jarang ditemui pada seorang gadis kota.
Singkat cerita kami berkenalan.
Namanya Ani, berumur 16 tahun.
Duh, senang sekali aku bisa kenalan dengan gadis seperti dia.
Bulan demi bulan telah berlalu, kamipun semakin akrab dan sering berhubungan lewat telepon.
Singkat kata, kamipun sepakat untuk menjadi sepasang kekasih.
Pada liburan semester selanjutnya, kami berjanji bertemu di rumahnya.
Rumahnya sih sederhana, maklum bapaknya hanya pedagang kecil, tapi bukan itu yang aku lihat.
Malam itu kami berdua menonton layar tancap, hal yang sebenarnya cukup simple tapi yah namanya juga lagi kasmaran.
Kami pulang jam sembilan malam atas keinginan Ani.
Ternyata sampai di rumah pacarku, kami hanya menerima titipan kunci rumah.
Keluarganya sedang pergi menegok teman ayah pacarku yang sedang sakit keras.
Malam itu dingin sekali, Ani permisi untuk ganti pakaian.
Saat kulihat Ani dengan pakaiannya yang sederhana itu aku terpaku, betapa cantik dan anggunnya dia walaupun hanya memakai pakaian biasa.
Aneh, ada seuatu yang aneh yang menjalar ke perasaanku.
"Lho, ada apa Kang?", tanya Ani.
"Ah, nggak ada apa-apa!", jawabku.
"Kok melihat Ani terus?", tanyanya lagi.
"Ngak kok!", jawabku.
"Kamu cantik, An".
"Ah Akang!", katanya lagi dengan tersipu.
Lama kami berpandangan, dan aku mulai mendekati dirinya.
Aku pegang tangannya, lalu kuraba, betapa lembut tangannya.
Kami saling berpegangan, meraba dan membelai.
Perlahan kubuka pakaiannya satu persatu, kulihat ia dalam keadaan setengah telanjang.
Kupandangi dadanya di balik BH putihnya, kupandangi seluruh tubuhnya, kulitnya yang sawo matang.
"Kang, bener Akang cinta ama saya?", tanyanya lagi.
"Bener, Akang cinta ama kamu!", jawabku sambil membuka BH dan Celana dalam warna putihnya.
Kini ia polos tanpa satu benangpun menutupi tubuhnya.
Kubaringkan ia di tempat tidur, lalu kuciumi seluruh tubuhnya.
Tubuh Ani bergetar hebat, menandakan bahwa dia baru pertama kali ini melakukan hubungan seks dengan lawan jenisnya.
Lalu kubuka selangkangannya dan kumasukkan penisku dengan extra hati-hati.
Ani mengerang dengan pasrah, lalu kusuruh ia untuk menggigit bantal agar suaranya tidak kedengaran oleh tetangga.
Kugerakkan penisku, maju mundur.
Mata Ani merem melek keenakan.
Nafasku mulai memburu, dan Ani mulai tidak bisa mengontrol dirinya, dia memegang bantal dengan eratnya, gerakanku semakin cepat, aku ingin sekali menembus pertahanannya yang rapat itu.
Kupegangi payudaranya, kujilat, kukulum, dan kurasakan penisku mulai menegang dan, "Cret.., cret.., cret".
Spermaku keluar dengan deras, Ani memelukku dengan erat dan kamipun terbaring kelelahan.
Dalam hati aku bertekad untuk menikahi gadis itu, karena aku sangat mencintainya.
TAMAT.
.
Sumber:Internet