Gelap

Kepuasanku Dengan Selang Air

๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Indonesia
Kecepatan: 1.0x
Status: Siap
×

Bantuan pengaturan pemutaran

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tapi tetap tidak bisa putar, cek pengaturan Ponsel/PC Anda.
Pastikan mesin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin Anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lainya

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Keluaran Teks-ke-Suara.
Jika tidak ada, Pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih text-ke-suara atau text-ke-ucapan, atau yang mirip itu.
Untuk menambahkan bahasa, klik ikon gear โš™ > install data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan/Konten lisan
Atau pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "konten yang di ucapkan/konten lisan" enter
Untuk tambahkan bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple (๏ฃฟ) > Pengaturan Sistem > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mulai > Pengaturan > Waktu & Bahasa > Ucapan atau Speech.
Windows 7 & 8
Control Panel > Ease of Acces > Speech Recognition > Text to Speech
Windows XP
Start > Control Panel > Sounds, Speech, and Audio Devices > Speech
Windows 2000 & ME
Start > Settings > Control Panel > Speech
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Harap cari pengaturan untuk aktifkan text-to-speech di mesin pencari, seperti Google, Bing, dll

Catatan Untuk saat ini, halaman ini bekerja sesuai mesin dari perangkat anda.
Jadi suara yang di hasilkan, mengikuti mesin TTS dari perangkat anda.

Kepuasanku Dengan Selang Air

. . Sudah 11 tahun aku (36) dinikahi Prayitno (40).
Kami dikaruniai dua orang anak yang masing-masing berusia 10 tahun dan 8 tahun.
Kami tampak bahagia.
Lebih-lebih secara ekonomi kami memang berkecukupan.
Karier suamiku di sebuah BUMN yang bonafide, cukup cemerlang.
Posisinyapun bagus.
Aku dan suamiku tidak pernah bertengkar, Artinya, segala persoalan yang mewarnai kehidupan rumah tangga kami, berhasil diatasi secepat mungkin.
Aku merasa beruntung, suamiku bukan tipe lelaki yang ingin mendominasi rumah tangganya.
Dia memberiku kesempatan untuk memberikan pendapat.
Jika aku memprotes kebijakannya yang ku anggap salah, tentu dia akan mentoleransinya.
Selanjutnya, dia akan menarik kembali kebijakannya tersebut, lantas mengubahnya sebagaimana yang ku harapkan.
Namun, tidak seorangpun tahu bahwa ada sebuah ganjalan dihatiku.
Berkaitan dengan kondisi seksualku.
Jika selama ini suamiku tidak pernah mengeluh tentang pelayanan seksualku di atas ranjang, itu bukan berarti aku mendapatkan kesan yang sama.
Benar, selama 11 tahun berkeluarga, aku nyaris tidak pernah mendapatkan orgasme.
Kalaupun dihitung, barangkali hanya belasan kali saja aku mencapai ke puncak orgasme di saat berhubungan intim dengan suamiku.
Bahwa suamiku selalu mencapai puncaknya, memang benar.
Ini lantaran aku selalu mendoktrin diriku untuk selalu memberikan pelayanan yang memuaskan untuk suamiku.
Bahwa apakah aku puas atau tidak, itu bukan menjadi problem yang berarti bagiku.
Masalahnya, aku telah memiliki cara khusus agar mencapai orgasme dengan mudah.
Tentu saja dengan caraku sendiri.
Sebenarnya sejak masa gadis, aku telah merasakan kepuasan tersendiri.
Caranya, aku bermain-main dengan selang di kamar mandi.
Awalnya kepuasan tersebut kuperoleh tanpa disengaja.
Suatu hari iseng-iseng aku menyemprotkan air lewat shower ke alat kemaluanku.
Tanpa ku sadari, aku merasakan kenikmatan luar biasa dari keisenganku itu, ada perasaan nikmat yang tidak bisa ku ungkapkan dengan kata-kata dari air yang mengalir dari selang yang menyentuh lembut bagian clitorisku.
Aku merasakan diriku seperti di atas awan dan kadangkala tubuhku berkejat-kejat ketika aku tidak mampu menahan kenikmatan yang kurasakan dari liang kewanitaanku.
Sejak itulah hampir setiap hari aku selalu bermain-main dengan selang kesayanganku di kamar mandi.
Tentu saja kebiasaanku ini tidak diketahui oleh anggota keluargaku lainnya.
Setahun kemudian, aku tak hanya menyemprotkan air lewat selang, melainkan sudah memasukkan selang ke dalam liang liang kewanitaanku, sekaligus menyemprotkan aliran air dengan kecepatan rendah.
Kalau sudah begini aku akan semakin betah bertahan di dalam kamar mandi.
Kebiasaanku ini semakin lama semakin meningkat kualitasnya.
Semenjak menikah aku sudah tidak mendapatkan kepuasan dari selang berukuran sedang yang sering ku gunakan selama ini.
Aku mencoba menganti ukuran selangnya.
Tentu saja berubah ke ukuran yang lebih besar.
Dan, aku kembali mendapatkan kepuasan baruku.
Suamiku tidak tahu bahwa lamanya aku di kamar mandi, bukan sekedar untuk mandi atau mencuci tangan dan kaki saja.
Sebab, aku selalu beralasan bahwa aku biasa berlama-lama untuk mendapatkan refreshing, โ€œAku kan sudah capek mengurus anak-anak.
Jadi aku ingin menyegarkan tubuhku dengan berlama-lama di kamar mandiโ€, alasanku.
Dan, suamiku tidak pernah mempersoalkannya lagi.
Sampai sekarang suamiku tidak mengetahui rahasiaku ini, sekedar diketahui pembaca, aku memancing gairah seksualku, aku sering berkhayal bersetubuh dengan lelaki yang bertubuh kekar, berotot dan memiliki batang penis yang besar,panjang dan kokoh untuk mengawali petualanganku di kamar mandi.
Anehnya lagi aku hanya membutuhkan waktu sekitar lima sampai dengan sepuluh menit saja untuk mendapatkan puncak orgasme yang kuidam-idamkan.
Ini jauh berbeda jika aku ingin mendapatkan kepuasan bermain seks dengan suamiku, harus mendapatkan pemanasan lebih dari lima belas menit, karena itu selama di kamar mandi aku bisa mendapatkan kepuasan orgasme mencapai tiga sampai empat kali berturut-turut.
Dan ini ku lakukan setiap hari, kecuali aku sedang mengalami menstruasi.
.
Sumber:Internet